|
Basel II: Pendorong Fungsi Intermediasi Bank |
|
Written by InfoPerbankan.Com
|
Penerapan program Basel II pada perbankan nasional yang secara bertahap dimulai tahun 2008 diyakini akan mampu meningkatkan aliran kredit perbankan ke sektor riil.
Hal itu terjadi sejalan dengan membaiknya tingkat efisiensi perbankan. Ketua Pusat Studi Hukum dan Pembangunan (PSHP) Ade Komaruddin mengatakan, penerapan Basel II tidak akan menghambat penyaluran kredit. Sebab, Basel II merupakan upaya peningkatan manajemen risiko sehingga nantinya tecermin dalam efisiensi bisnis suatu bank.
”Apabila bank sudah memiliki manajemen risiko yang baik, tidak akan ada kekhawatiran untuk melakukan suatu pembiayaan usaha, baik yang secara langsung melalui penyaluran kredit maupun pembiayaan secara tidak langsung dengan berbagai inovasi produk perbankan lain,” kata Ade di Jakarta,kemarin.
Dia menuturkan,peningkatan fungsi intermediasi akan terjadi karena dalam implementasi Basel II,setiap otoritas pengawas memiliki kewenangan untuk menetapkan sesuatu yang sesuai dengan karakteristik sistem perbankan di tiap-tiap yurisdiksi. Menurut Ade, masih banyak perbankan nasional yang salah kaprah dalam memahami penerapan Basel II karena tidak memandang Basel II sebagai suatu aset perusahaan.
”Kalangan perbankan kita masih melihat penerapan Basel itu lebih banyak sebagai biaya. Dari sinilah sebenarnya regulator akan membelokkan pemahaman dia bahwa sebetulnya penerapan Basel itu bukan maunya bank sentral (regulator), tetapi (untuk) kepentingan perbankan,” tambahnya.
Sementara itu, kalangan pelaku usaha yakin Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dapat digunakan untuk mendorong bergeraknya sektor riil. Peru-sahaan pelat merah yang diharapkan dapat mendorong sektor riil adalah BUMN perbankan, manufaktur,dan perkebunan.
Dalam survei yang dilakukan oleh Masyarakat Profesional Madani (MPM) kepada 200 responden dari kalangan pengusaha menengah di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek) didapatkan hasil bahwa sebanyak 50% responden merasa percaya BUMN dapat mendorong sektor riil. |
|
Last Updated ( Wednesday, 24 October 2007 )
|