Bank BRI digugat Rp 2 Miliar karena SK PNS yang dijaminkan Hilang

PNS Gugat BRI Karena SK nya Hilang

Seorang pegawai negeri sipil (PNS) di Pemerintah Kab. Ogan Ilir Sumsel yang bernama Muhammad Rasyid telah menggugat Bank BRI Unit Indralaya dikarenakan SK PNS yang digadaikannya di BRI cabang tersebut telah hilang. Gugatan yang diajukan berupa ganti rugi sebesar Rp 2 miliar atas kerugian materil dan imateril yang dideritanya.

Persidangan soal kehilangan SK PNS yang menjadi jaminan antara Muhammad Rosyid ke BRI digelar di Pengadilan Negeri Kayuaguung Selasa (12/4/2016). Pada persidangan Rosyid diwakili oleh Jerry selaku Kuasa Hukumnya, dan mengatakan bahwa, atas kelalaian pihak BRI Unit Indralaya, kliennya telah kehilangan SK CPNS, SK PNS dan SK kenaikan pangkat.

SK Pengangkatan PNS nya digunakan Muhammad Rasyid untuk meminjam uang di BRI sebesar Rp 65 juta, yang kemudian SK PNS yang dijaminkan nya hilang, berawal dari situlah perkara itu muncul. Muhammad Rasyid mengetahui bahwa SK nya hilang saat dirinya telah melunasi pinjamannya dan hendak mengambil SK PNS nya.

Menurut Jerry, kliennya sudah bersabar menunggu dan memberi kesempatan ke pihak BRI Unit Indralaya untuk mencari SK pengangkatan PNS. Namun SK tersebut tidak juga ditemukan.

Karena SK tersebut tidak segera ditemukan maka akhirnya Rasyid memutuskan menggugat BRI Unit Indralaya ke Pengadilan Negeri Kayuagung dengan uang ganti rugi sebesar Rp 2 M. Pasalnya SK PNS tersebut tidak akan pernah didapatkan lagi, sebab pemerintah hanya satu kali menerbitkannya.

“Itu merupakan kerugian yang sangat besar”. Menurut Jeffry.

Jerry menambahkan, gugatan itu diharapkan menjadi pelajaran bagi BRI untuk memperlakukan dengan baik SK nasabah yang dijadikan jaminan pinjaman. Sementara itu, pihak BRI yang coba dimintai keterangan seusai sidang tidak bersedia memberi keterangan.

Sumber : Kompas.com