Analisa Modal dan Keuntungan Bisnis Jualan Telur di Pasar

Banyak sekali jenis usaha yang bisa kita coba, terutama bagi anda yang tinggal di dekat pasar. Anda bisa membeli atau mengontrak toko di pasar tersebut untuk dijadikan tempat berjualan.

Kalau sudah punya tempat, anda tinggal menentukan jenis usaha apa yang ingin digeluti. Karena setiap jenis usaha punya pangsa pasar masing-masing.

Hampir semua orang membutuhkan telur ayam baik untuk dikonsumsi sendiri atau untuk produksi pembuatan kue.

Mari sama-sama kita menengok usaha jualan telur ayam di pasar.

Usaha telur ayam ada 3 level, menjual telur ayam dengan cara memelihara ayam di kandang (peternak), berjualan telur dengan cara ecer dan grosir, hanya menjual telur secara ecer saja.

BISNIS JUALAN TELUR AYAM

Disini kita akan membahas topik yang kami beri tanda huruf tebal yaitu berjualan telur menjadi grosir dan ecer.

Setelah anda memiliki tempat usaha di pasar, maka anda bisa stok telur ayam langsung dari peternak ayam, carilah peternak yang bisa mensuplai telur ke toko anda.

Tentu untuk mengambil telur langsung dari peternak, kita harus melakukan pemesanan dalam jumlah yang banyak.

Setiap peternak punya ketentuan yang berbeda.

Kita anggap saja, untuk mengambil telur langsung ke peternak minimal pengambilan adalah 66 peti. Berat 1 peti telur adalah 15 kg, artinya kalau beli 50 peti anda mempunyai stok sebanyak 1000 kg (1 ton).

Harga telur setiap harinya bisa saja berubah, karena memang begitulah pasar telur. Harga bisa berubah sewaktu-waktu dan setiap daerah punya standar yang berbeda-beda.

Apabila harga Ecer umumnya Rp23.000

Harga telur dari peternak biasanya perpeti adalah Rp315.000/peti atau Rp21.000/kg, sehingga jika kita menjual grosir kepada para pedagang yaitu Rp320.000/peti (kita dapat untung hanya Rp5000 per peti).

Apabila anda bisa menghabiskan 20 peti dalam 1 hari dengan harga grosir maka anda akan mendapatkan keuntungan sebesar Rp3.000.000/perbulan.

Kalau kita jual ecer maka mengikuti harga pasar yaitu Rp23.000/kg (kita hanya dapat untung Rp2.000 perkilo atau Rp30.000 per peti).

Sedangkan apabila anda juga bisa menjual secara ecer 15 kg/hari dengan harga ecer maka keuntungan yang anda dapatkan sebesar Rp900.000/perbulan.

Para pedagang ecer juga akan menjual harga telur yang sama Rp23.000/kg, karena pedagang membeli telur grosir ke anda maka mereka hanya mendapatkan untung Rp1.000/kg atau Rp15.000/peti).

Karena minimal pembelian adalah 1 ton maka modal yang kita butuhkan untuk menjadi agen telur ayam yaitu sebesar Rp21.000.000, dengan estimasi keuntungan Rp330.000/ton (jika dijual grosir).

Kalau anda mau punya untung Rp4 juta perbulan, maka anda harus bisa menjual 12 ton telur ayam dalam waktu sebulan, atau 3 ton dalam 1 minggu.

Tentu semua itu menjadi tugas anda.

Bagaimana caranya agar anda bisa menjual telur lebih banyak dalam waktu singkat, baik secara ecer maupun grosir.

  • Anda bisa buka cabang dipasar
  • Melayani orang hajatan
  • Cari pelanggan sebanyak mungkin

Untuk menambah penghasilan anda, dalam 1 toko tak hanya menjual telur saja.

Anda juga bisa menambahkan produk lain secara grosir seperti beras, minyak, gula putih dan merah, dan sebagainya.

Leave a Comment