Resiko Gestun Bagi Pemegang Kartu Kredit

Gestun Kartu Kredit

Bandung – Gestun merupakan singkatan dari “Gesek Tunai”, itu artinya mengambil uang tunai dengan kartu, tapi disini bukan kartu debit / ATM melainkan kartu kredit. Buat kalian yang suka melakukan gestun akan beresiko dan berbahaya terhadap keuangan keluarga.

Jangan terlena dengan uang tunai yang kamu dapatkan dari Gestun Kartu Kredit, kesannya memang sangat mudah mendapatkan uang tunai tapi jangan lupa bahwa uang yang ditarik bukan dari uang tabungan melainkan uang dari kartu kredit yang intinya itu tetap dinilai sebagai hutang.

Bagi pemilik kartu kredit yang melakukan gestun akan mengalami beban hutang kartu kredit yang semakin membengkak dan wajib dibayar. Hutang yang dibayar bukan hanya jumlah uang yang ditarik, tapi juga terdapat suku bunga yang besar sekitar 2-2,7% per bulan atau 24-32% per tahun.

Orang yang melakukan gestun disebut dengan Gestuner. Awalnya memang menyenangkan tapi akhirnya akan menyebabkan malapetaka, karena berat untuk membayar hutang yang terlalu besar. Kondisi seperti ini akan semakin berbahaya ketika terus dilakukan ketika dana tersebut digunakan untuk menutup utang jatuh tempo kartu kredit lain yang harus segera dibayar alias “Gali Lubang Tutup Lubang”.

“Dilihat dari besaran utang mungkin segitu-gitu saja. Tapi jangan lupa juga bahwa ada bunga yang harus dibayar didalamnya. Cara seperti ini bukan menyelesaikan masalah tapi hanya menunda hadirnya masalah yang jauh lebih besar karena utang terus membengkak”

Praktik Gestun dilakukan dengan cara menarik uang tunai hingga batas penggunaan kartu kredit dengan menggesekkan kartu kredit di mesin electronic data captrue (EDC) di merchant atau toko. Pemilik EDC (sebagai pemilik toko) akan memberikan uang tunai kepada pemegang kartu kredit sesuai dengan batas maksimal penggunaan kartu kredit yang bersangkutan.

Secara sepintas, praktik ini merupakan solusi jangka pendek yang membantu masyarakat untuk memperoleh dana tunai untuk berbagai keperluan. Namun praktik gestun justru akan menjerat nasabah kartu kredit dalam utang yang semakin lama semakin membengkak.‎



Silahkan Tinggalkan Komentar