Tips Mengatur Keuangan untuk Pengantin Baru

Tips Mengatur Keuangan untuk Pengantin Baru

Apakah anda baru saja menikah? jika YA maka kami doakan semoga anda menjadi keluarga yang sakinah mawadah warahmah yang selalu rukun dan kompak bekerjasama dalam membina dan membangun rumah tangga. 

Dalam membangun rumah tangga tak luput dari yang namanya masalah rumah tangga, masalah yang sering muncul antara suami istri selain anak yaitu mengenai keuangan. Hal ini yang menjadi penyebab utama masalah dalam rumah tangga.

Maka dari itu anda dan pasangan perlu belajar dalam mengelola keuangan, karena memang mengelola keuangan rumah tangga tidaklah mudah apalagi untuk pengantin baru, perlu beradaptasi dari kebiasaan keuangan saat masih sendiri (bujang / gadis). Setelah menikah ada hal yang perlu di pertimbangkan.

Anda dan pasangan perlu memperhatikan beberapa pos baru, seperti rencana apa yang ingin anda capai bersama. Apakah ingin membeli kendaraan baru? Apakah ingin membeli rumah atau apa saja, maka perlu didiskusikan bersama.

Menurut Perencana Keuangan dari Finansial Consulting, Eko Endarto : Kewajiban masa depan yang perlu dipikirkan yaitu memiliki rumah, persiapan memiliki anak, masa pensiun hingga pendidikan anak.

Memiliki Rumah sendiri merupakan prioritas utama yang perlu diwujudkan, anda dapat membeli rumah dengan cara tunai atau kredit. Jika memang tidak memiliki uang tunai maka anda bisa mengajukan KPR Bank untuk membeli rumah dengan cara kredit.

Alangkah baiknya, anda harus sudah memiliki rumah sebelum punya anak, memiliki rumah tidak harus yang mewah, besar tapi cukup yang sederhana saja.

Mengapa anda harus sudah memiliki rumah sebelum punya anak? Karena ketika anda telah memiliki anak, maka keuangan akan lari ke anak.

Selain pengeluaran, hal yang menjadi perhatian adalah pendapatan. Apakah anda dan pasangan anda sama – sama bekerja? Anda perlu membuat kesepakatan. Mengenai pembagian penghasilan yang didapat dari suami dan istri.

Misalnya untuk pengeluaran sehari-hari memakai gaji istri. Sedangkan gaji suami dipakai untuk investasi dan bayar utang termasuk rumah atau kebalikannya.

Eko menyarankan agar setiap keluarga setidaknya memiliki cadangan uang yang setara dengan 3-6 kali dari pengeluaran bulanan untuk lebih menjamin kehidupan berumah tangga. Setelah cadangan itu terkumpul, mulailah berinvestasi.

Berikut porsi pembagian keuangan setelah menikah:

Penghasilan 100%

Maka Pembagiannya : 30% untuk membayar utang, 10% untuk investasi dan tabungan, 10% untuk proyeksi seperti asuransi jiwa dan kesehatan dan 50% untuk konsumsi.




Silahkan Tinggalkan Komentar