Nasabah Bank DKI Gratis Naik Transjakarta

Untuk mengurangi kemacetan di Ibu Kota Jakarta, Pemerintah DKI memberikan fasilitas angkutan umum transjakarta, dan khusus untuk nasabah Bank DKI dipersilahkan naik transjakarta tanpa bayar alias gratis.

Jadi barang siapa yang memiliki rekening tabungan di bank DKI Gratis naik Transjakarta, walaupun nasabah bank DKI bukan warga DKI. Intinya siapapun yang menjadi nasabah bank DKI boleh naik transjakarta tanpa bayar.

Transjakarta akan beroperasi hingga Bogor Tangerang dan Bekasi. Subsidi untuk transjakarta mencapai Rp2 Miliar dan butuh dana sampai Rp 3 Trilian agar semua penumpang bisa gratis naik transjakarta.

Maka dari itu untuk bisa menggunakan fasilitas layanan angkutan umum transjakarta gratis, segera buka rekening tabungan di Bank DKI. Bank DKI memiliki 3 jenis produk tabungan yaitu tabungan monas, tabungan simpeda dan tabunganku.

Untuk membuka ke tiga jenis tabungan itu sangat mudah, anda hanya perlu meyiapkan KTP dan Setoran awal yang ringan saja. Untuk lebih jelasnya cara membuka tabungan di bank DKI maka anda bisa membaca artikel yang telah kami bahas sebelumnya :

Setoran Awal Tabungan Simpeda Bank DKI yaitu Rp 50 ribu, Setoran Awal untuk Tabunganku Bank DKI yaitu Rp20 ribu dan untuk Setoran awal tabungan Monas Bank DKI yaitu Rp 250.000


Previous articlePinjaman Dana Tanpa Jaminan dan Kartu Kredit
Next articleTips Mengatur Keuangan untuk Pengantin BaruApakah anda baru saja menikah? jika YA maka kami doakan semoga anda menjadi keluarga yang sakinah mawadah warahmah yang selalu rukun dan kompak bekerjasama dalam membina dan membangun rumah tangga. Dalam membangun rumah tangga tak luput dari yang namanya masalah rumah tangga, masalah yang sering muncul antara suami istri selain anak yaitu mengenai keuangan. Hal ini yang menjadi penyebab utama masalah dalam rumah tangga.Maka dari itu anda dan pasangan perlu belajar dalam mengelola keuangan, karena memang mengelola keuangan rumah tangga tidaklah mudah apalagi untuk pengantin baru, perlu beradaptasi dari kebiasaan keuangan saat masih sendiri (bujang / gadis). Setelah menikah ada hal yang perlu di pertimbangkan.Anda dan pasangan perlu memperhatikan beberapa pos baru, seperti rencana apa yang ingin anda capai bersama. Apakah ingin membeli kendaraan baru? Apakah ingin membeli rumah atau apa saja, maka perlu didiskusikan bersama.Menurut Perencana Keuangan dari Finansial Consulting, Eko Endarto : Kewajiban masa depan yang perlu dipikirkan yaitu memiliki rumah, persiapan memiliki anak, masa pensiun hingga pendidikan anak.Memiliki Rumah sendiri merupakan prioritas utama yang perlu diwujudkan, anda dapat membeli rumah dengan cara tunai atau kredit. Jika memang tidak memiliki uang tunai maka anda bisa mengajukan KPR Bank untuk membeli rumah dengan cara kredit.Alangkah baiknya, anda harus sudah memiliki rumah sebelum punya anak, memiliki rumah tidak harus yang mewah, besar tapi cukup yang sederhana saja.Mengapa anda harus sudah memiliki rumah sebelum punya anak? Karena ketika anda telah memiliki anak, maka keuangan akan lari ke anak.Selain pengeluaran, hal yang menjadi perhatian adalah pendapatan. Apakah anda dan pasangan anda sama – sama bekerja? Anda perlu membuat kesepakatan. Mengenai pembagian penghasilan yang didapat dari suami dan istri.Misalnya untuk pengeluaran sehari-hari memakai gaji istri. Sedangkan gaji suami dipakai untuk investasi dan bayar utang termasuk rumah atau kebalikannya.Eko menyarankan agar setiap keluarga setidaknya memiliki cadangan uang yang setara dengan 3-6 kali dari pengeluaran bulanan untuk lebih menjamin kehidupan berumah tangga. Setelah cadangan itu terkumpul, mulailah berinvestasi.Berikut porsi pembagian keuangan setelah menikah:Penghasilan 100%Maka Pembagiannya : 30% untuk membayar utang, 10% untuk investasi dan tabungan, 10% untuk proyeksi seperti asuransi jiwa dan kesehatan dan 50% untuk konsumsi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.