3 Tips Pembagian Uang Jika Suami dan Istri Memiliki Penghasilan

Tips Pembagian Uang Suami Istri

Apakah anda dan suami anda bekerja atau sebaliknya anda dan istri anda sama sama bekerja? Jika ini terjadi pada keluarga anda, apakah anda merasa bingung untuk mengatur pembagian keuangan dalam rumah tangga? Baiklah.

Mencari nafkah merupakan kewajiban dan tanggung jawab seorang suami, namun jika istri ikut bekerja untuk membantu suami dalam memenuhi kebutuhan keluarga, merupakan hal yang lazim, terutama bagi pasangan muda yang baru membangun pondasi keuangan rumah tangga.

Ketika suami dan istri sama – sama bekerja tetap harus anda pembagian yang jelas mengenai keuangan, karena masalah keuangan sangat sensitif sekali, kerap terjadi keributan dalam rumah tangga di faktori karena keuangan yang tidak baik, jika tidak saling mengerti maka timbulkan masalah tersebut.

Berikut ini tips untuk mengatur penghasilan suami dan istri yang sama – sama bekerja. Keduanya harus saling terbuka dan diskusikan dengan baik.

1. Bagi Rata

Hitung total seluruh pengeluaran dalam memenuhi kebutuhan keluarga , termasuk keperluan bulanan, tabungan, investasi, cicilan kredit dan lainnnya. Kemudian total pengeluran tersebut dibagi 2. Selanjutnya, hasil pembagian tersebut dapat anda penuhi dari penghasilan masing – masing.

2. Bagi berdasarkan besarnya gaji masing-masing

Hitung total gaji anda dan pasangan anda, misalkan anda memiliki penghasilan Rp 5 juta dan pasangan anda memiliki penghasilan Rp 3 juta. Maka total keduanya adalah Rp 8 juta. Kemudian anda hitung persentasi jatah anda dan pasangan. Cara menghitung persentase jatah yaitu dengan cara membagi gaji masing-masing dengan total gaji gabungan, lalu dikali 100%.

Maka persentase yang Anda dapat sebesar (Rp 5.000.000 : Rp 8.000.000) x 100% = 62%, sedangkan pasangan Anda sebesar 38%. Jadi, Anda bertanggung jawab membayar 62%  dari pengeluaran keluarga dan sisanya adalah tanggung jawab pasangan Anda.

3. Kesepakatan bersama

Kesepakatan berbagi tanggung jawab bisa Anda terapkan bersama pasangan. Misalnya, Anda yang bertanggung jawab untuk membayar cicilan rumah, listrik, air, dan belanja keperluan dapur, sementara pasangan Anda mendapatkan jatah membayar cicilan kendaraan, premi asuransi, dan investasi.



Comments are closed.