4 Tips Menabung untuk Karyawan dengan Gaji 2 jutaan

Tips Menabung untuk Karyawan

Menabung itu bukan hanya pelajaran untuk anak-anak saja yang kerap diajarkan kedua orangtuanya. Mungkin anda juga mengalami hal yang sama pada masa kecil, dimana anda menabung di sebuah celengan ayam yang terbuat dari plastik atau tanah. Ternyata menabung itu juga perlu dilakukan pada usia tua.

Kebutuhan sekarang atau sehari – hari dapat dipenuhi dengan gaji yang telah kita dapatkan sebagai seorang karyawan, akan tetapi bagaimana kebutuhan untuk masa yang akan datang seperti ingin membeli rumah, biaya pendidikan anak, dana darurat ketika jatuh sakit dan lain – lain. Maka dengan uang tabungan itulah semua dapat terpenuhi.

Menabung memang terlihat sepele dan mudah secara teorinya, akan tetapi jika sulit untuk dipraktekan, terlebih kebutuhan yang banyak sedangkan gaji atau pendapatan yang pas-pas, sebut saja dibawah Rp 2 jutaan. Maka dari itu lakukan beberapa tips agar anda bisa menabung walau dengan gaji kecil.

1. Menabung dengan Nominal Tertentu

Untuk memenuhi kebutuhan yang sewaktu – waktu datang maka anda perlu menabung, bisa dikatakan menabung itu wajib agar hidup anda menjadi lebih sejahtera, anda dapat mencoba menabung dengan nominal tertentu. Anda bisa tentukan nominal nya, semakin besar semakin baik, jika memang kebutuhan rutin telah tercukupi.

2. Jika Pendapatan Anda Rp 2 jutaan

Misalkan anda menabung 10% dari gaji anda, dengan gaji Rp 2 juta maka berarti anda harus menabung Rp 200 ribu setiap bulan.  Akan tetapi jika angka tersebut masih terlalu besar maka anda bisa turunkan persentasenya menjadi 5% berarti anda harus menabung Rp 100 ribu rupiah / bulan dan bertambah secara bertahap.

3. Langsung Sisihkan Uang dari Gaji

Biasanya pengeluaran dulu baru sisanya ditabung, sekarang anda coba dibalik, Anda perlu memprioritaskan kebutuhan untuk tabungan, Misal dengan gaji Rp 2 juta anda langsung mengambila Rp 250 ribu untuk tabungan, dan sisanya barulah untuk kebutuhan pokok anda yaitu sisanya Rp 1.750.000.  Anggap saja anda memiliki gaji segitu tiap bulannya.

4. Punya lebih dari 2 rekening tabungan 

Seperti yang disarankan oleh para pakar ekonomi, agar anda sukses dalam menabung anda perlu membedakan rekening untuk tabungan dan rekening untuk kebutuhan transaksi. Khusus untuk rekening yang digunakan untuk menabung batasi fasilitas transaksinya yaitu tidak menggunakan Kartu ATM dan SMS Banking atau apapun jenisnya.



Previous articleBeli Rumah dengan Tabungan BTN PerumahanBagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) memiliki kesempatan untuk bisa membeli rumah dengan setoran rendah, melihat kekurangan rumah yang mencapai lebih dari 15 unit, bank BTN menghadirkan solusi dengan menawarkan Tabungan PerumahanTabungan Perumahan memiliki dikonsep untuk memudahkan masyarakat yang ingin membeli rumah, terutama bagi pasangan yang baru menikah. Nasabah dapat membuka tabungan perubahan dengan setoran rutin minimal Rp 100 ribu per bulan, boleh juga diatasnya bebas, lebih besar lebih baik sehingga anda dapat segera membeli rumah. Jadi buat yang punya gaji di bawah Rp 2 jutaan cocok ikutan tabungan ini. Bank BTN akan memberikan keuntungan berupa bunga KPR dengan rata – rata 9 – 11 persen. Tabungan BTN Perumahan ini merupakan jenis tabungan berjangka yang di building dengan asuransi, setoran rutin yang dilakukan nasabah selama jangka waktu tertentu dalam rangka menyiapkan rencana memiliki rumah impian atau mendapat uang muka.Nasabah dapat mengajukan KPR ke Kantor Cabang yang tersebar di seluruh Indonesia dengan terlebih dahulu melengkapi dokumen persyaratan KPR.Untuk bisa membeli rumah menggunakan Tabungan Perumahan BTN ini, anda dapat mengunjungi kantor cabang bank BTN terdekat dan melakukan pembukaan rekening tabungan perumahan dengan setoran awal Rp 2 juta. Lalu nasabah dapat memulai perencanaan keuangan kepemilikan rumah bank BTN dengan setoran lanjutan relatif ringan Rp 100 ribu.
Next articleTips Pembagian Uang Suami IstriApakah anda dan suami anda bekerja atau sebaliknya anda dan istri anda sama sama bekerja? Jika ini terjadi pada keluarga anda, apakah anda merasa bingung untuk mengatur pembagian keuangan dalam rumah tangga? Baiklah.Mencari nafkah merupakan kewajiban dan tanggung jawab seorang suami, namun jika istri ikut bekerja untuk membantu suami dalam memenuhi kebutuhan keluarga, merupakan hal yang lazim, terutama bagi pasangan muda yang baru membangun pondasi keuangan rumah tangga. Ketika suami dan istri sama – sama bekerja tetap harus anda pembagian yang jelas mengenai keuangan, karena masalah keuangan sangat sensitif sekali, kerap terjadi keributan dalam rumah tangga di faktori karena keuangan yang tidak baik, jika tidak saling mengerti maka timbulkan masalah tersebut.Berikut ini tips untuk mengatur penghasilan suami dan istri yang sama – sama bekerja. Keduanya harus saling terbuka dan diskusikan dengan baik.1. Bagi RataHitung total seluruh pengeluaran dalam memenuhi kebutuhan keluarga , termasuk keperluan bulanan, tabungan, investasi, cicilan kredit dan lainnnya. Kemudian total pengeluran tersebut dibagi 2. Selanjutnya, hasil pembagian tersebut dapat anda penuhi dari penghasilan masing – masing. 2. Bagi berdasarkan besarnya gaji masing-masingHitung total gaji anda dan pasangan anda, misalkan anda memiliki penghasilan Rp 5 juta dan pasangan anda memiliki penghasilan Rp 3 juta. Maka total keduanya adalah Rp 8 juta. Kemudian anda hitung persentasi jatah anda dan pasangan. Cara menghitung persentase jatah yaitu dengan cara membagi gaji masing-masing dengan total gaji gabungan, lalu dikali 100%. Maka persentase yang Anda dapat sebesar (Rp 5.000.000 : Rp 8.000.000) x 100% = 62%, sedangkan pasangan Anda sebesar 38%. Jadi, Anda bertanggung jawab membayar 62%  dari pengeluaran keluarga dan sisanya adalah tanggung jawab pasangan Anda. 3. Kesepakatan bersamaKesepakatan berbagi tanggung jawab bisa Anda terapkan bersama pasangan. Misalnya, Anda yang bertanggung jawab untuk membayar cicilan rumah, listrik, air, dan belanja keperluan dapur, sementara pasangan Anda mendapatkan jatah membayar cicilan kendaraan, premi asuransi, dan investasi.