Cara Mengatur Keuangan Rumah Tangga Setelah Punya Anak

Mengelola Keuangan Rumah Tangga

Mempunyai anak pasca menikah menjadi keinginan bagi setiap pasangan, kebahagiaan akan semakin lengkap dengan hadirnya anak ditengah-tengah keluarga.

Namun juga perlu diketahui bahwa kebutuhan setelah punya anak akan semakin bertambah sehingga anda harus pintar dalam mengelola keuangan.

Banyak yang perlu dipersiapkan setelah memiliki anak, kita perlu menyiapkan kebutuhan jasmani seperti membelikan susu, perlengkapan mandi, pakaian, hingga popok bayi.

Itu semua akan berhubungan dengan keuangan rumah tangga.

Pengelolaan keuangan setelah memiliki anak harus lebih cermat dan bijak sehingga keuangan dalam rumah tanggal tetap stabil.

Jika anda tidak mengelola keuangan keluarga dengan baik maka keuangan bisa kebobolan dan berdampak minus.

Jika keuangan terjadi minus maka biasanya seseorang akan mengambil jalan untuk berhutang atau pinjam uang, hal seperti itu jangan sampai terjadi pada keluarga anda, maka anda perlu mengelola keuangan dengan baik.

Kehadiran anggota keluarga baru (anak) akan membuat pengeluaran menjadi lebih tinggi, bahkan melonjak hampir 2x lipat dari kebutuhan biasanya.

Pengeluaran akan terus naik ketika anak bertumbuh besar, kita perlu memberikannya papan, sandang dan pangan juga termasuk pendidikan.

Secara ekonomi Pengeluaran harus lebih kecil dari Pemasukan, jangan sampai pengeluaran lebih besar dari pemasukan.

Maka dari itu, pengelolaan keuangan dalam rumah tangga harus lebih bijak lagi, mana yang harus dipenuhi dan mana yang masih bisa ditunda, sehingga tepat sasaran.

Cara Mengatur Keuangan Rumah Tangga Setelah Punya Anak

Setiap anak memang memiliki jalan rezeki masing-masing, tapi kita sebagai orang tua harus bisa mengatur pengeluaran untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Itulah pentingnya mengelola keuangan agar ekonomi rumah tangga tidak terjadi kekurangan.

1. Membuat Prioritas dan Anggaran Keuangan

Bijak dalam mengelola keuangan adalah harus mengetahui prioritas kebutuhan, maka yang harus dipenuhi, mana yang harus ditunda, dan mana yang tidak perlu dilakukan.

Catat kebutuhan pokok yang harus di keluarkan seperti biaya listrik bulanan, tagihan internet/telp (jika ada), uang untuk pulsa hp, kebutuhan dapur (beras, minyak dsb), bahan bakar kendaraan, kebutuhan bayi (popok, susu, dsb) dll.

Ketika anda sudah mengetahui kebutuhan pokok maka anda akan bisa membuat anggaran keuangan yang harus keluar. Dengan begitu, anda bisa mengetahui apakah ada sisa antara pendapatan dengan pengeluaran rutin.

Jika ada sisa, maka sisa itulah yang bisa disimpan atau ditabung untuk kebutuhan yang akan datang, hindari membeli sesuatu atau mengeluarkan uang untuk kebutuhan yang tidak penting, karena jika ini terjadi maka ekonomi keluarga akan terganggung terlebih lagi jika memiliki penghasilan pas pasan.

2. Harus Bijak dalam mengelola Pengeluaran

Pengeluaran setiap orang berbeda-beda, maka dari itu anda harus mengetahui mana kebutuhan pokok dan mana kebutuhan tambahan. Jika anda sudah mengetahuinya maka anda bisa melakukan pengelolaan terhadap pengeluaran.

Jangan sampai anda mengeluarkan uang hanya untuk hal yang tidak penting, seperti rokok, sering makan diluar, terlalu sering jalan-jalan, dan sebagainya.

Poin nomor dua masih ada kaitannya dengan poin pertama, dimana anda harus memenuhi kebutuhan pokok terlebih dahulu sebelum memenuhi kebutuhan tambahan. Disinilah pentingnya anda harus bijak dalam mengelola pengeluaran atau bisa disebut HIDUP HEMAT.

3. Asuransi Kesehatan dan Jiwa

Kalau memang masih ada dana sisa alangkah baiknya anda membeli sebuah premi asuransi, boleh asuransi kesehatan untuk keluarga atau asuransi jiwa.

Setiap orang tidak selamanya sehat terus, pasti ada waktu dimana akan jatuh sakit. Ketika ada anggota keluarga yang sakit maka akan membutuhan biaya yang cukup besar, kalau tidak dipersiapkan maka akan menganggu keuangan keluarga. Dengan memiliki asuransi maka anda tidak perlu khawatir akan biaya berobat yang besar yang harus dikeluarkan.

Asuransi kesehatan dibutuhkan disaat ada keluarga yang sakit, dan asuransi jiwa akan sangat membantu keluarga ketika ada anggota keluarga yang meninggal dunia, terutama jika menimpa tulang punggung keluarga.


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.