Gaji Rp 3 Juta Bisa Beli Rumah atau Tidak?

Kredit Rumah dengan Gaji 3 Juta

Seorang karyawan dari sebuah perusahaan swasta melakukan konsultasi kepada pakar keuangan menayakan bahwa dirinya telah memilik penghasilan (gaji) sekitar Rp 3 juta perbulan dan berniat ingin membeli sebuah rumah. Bisa atau tidak? dan bagaimana cara men
gatur keuangan agar bisa membeli rumah yang diinginkan.

Kami yakin anda juga memiliki keinginan yang sama untuk bisa memiliki rumah pribadi sebagai tempat tinggal bersama keluarga (istri dan anak). Penghasilan berapa pun bisa memiliki rumah pribadi tergantung pola hidup yang di jalani.

Khusus bagi karyawan, karyawan atau pegawai tetap memiliki keunggulan tersendiri dibandingkan yaitu memiliki penghasilan rutin setiap bulan dalam bentuk gaji pokok. Jika anda termasuk didalamnya maka anda perlu mengelola gaji (keuangan) untuk berbagai pos pengeluaran termasuk menyisihkan sebagian untuk ditabung guna memenuhi tujuan tertentu.

Apa bila tujuan anda ingin membeli rumah dengan penghasilan (gaji) Rp 3 juta perbulan maka disarankan untuk menyisihkan uang setidaknya Rp 300 ribu dari penghasilan bulanan anda sampai uang muka untuk beli rumah terkumpul.


Apabila uang muka sudah terkumpul sesuai dengan harga rumah yang ingin dibeli, maka anda bisa mengajukan KPR di Bank. Karena langkah ini menjadi solusi yang paling cepat dilakukan untuk segera memiliki rumah dengan harga saat ini, karena kalau menunggu memiliki uang tunai (cash) maka biaya beli rumah akan terus naik.

Hal yang harus anda pertimbangkan ertama adalah mampukan anda melakukan pembayaran cicilan KPR Bank tersebut, anda dapat menghitung kemampuan anda berdasarkan penghasilan dan pengeluaran rutin bulanan anda. Suatu keuangan yang sehat mensyaratkan perbandingan kemampuan pelunasan utang maksimal sebesar 35% dari penghasilan rutin.

Simulasi dari Detik Finance dengan Penghasilan 3 Juta :

Dengan Gaji 3 Juta yang anda milik itu berarti maksimal cicilan utang yang disarankan untuk Anda adalah Rp 1.050.000 per bulan. Nominal tersebut mencakup seluruh cicilan utang yang ada seperti cicilan kartu kredit dan cicilan utang lainnya. Apabila saat ini Anda telah memiliki cicilan utang lainnya maka kemampuan cicilan KPR Anda semakin berkurang.

Pertimbangan kedua adalah menghitung kemampuan maksimum utang KPR. Dengan menggunakan asumsi bunga KPR 12% dan cicilan sebesar Rp 1.050.000 per bulan selama 15 tahun, maka maksimum harga rumah yang bisa Anda beli saat ini adalah Rp 134,5 juta. Pengajuan KPR di Indonesia hanya menanggung 65% dari harga rumah yang diajukan. Sehingga Anda perlu menyiapkan dana sebesar Rp 47 juta untuk uang muka.