Pengeritan Kredit Modal Kerja

Peluang mencari uang dalam bidang usaha memang sangat banyak dan susah – susah gampang, begitu banyak jenis usaha bisnis yang yang dilakukan.

Dalam menjalankan usaha tidak terlepas dengan yang namanya modal uang, ada yang memulai usaha dengan modal besar, ada yang modal kecil, ada juga yang modal pas pasan.

Bahkan ada yang tidak punya modal sama sekali, juga bisa memiliki usaha sendiri.

Karena memang setiap orang memiliki peluang yang sama untuk menjadi Wirausahawan (pembisnis) walaupun modal yang di peroleh dari pinjaman.

Semakin banyak orang yang sadar dan menjalankan usaha maka kesejahteraan masyarakat akan semakin membaik.

Pemerintah mendukung sekali bagi masyarakat yang memiliki niat untuk membuka dan mengembangkan usaha, bagi yang tidak punya modal maka pemerintah akan memberikan modal.

Pemerintah bekerjasama dengan Bank-bank yang ada di Indonesia untuk menyalurkan pinjaman modal kepada pelaku usaha.

Pinjaman yang diberikan pemerintah melalui Bank terdapat 2 kategori, yaitu sebagai kredit investasi dan kredit modal kerja.

Kredit modal kerja meruakan fasilitas kredit jangka pendek yang diberikan kepada peminjam dalam bentuk mata uang rupiah yang digunakan sebagai modal usaha pada suatu jenis usaha, biasanya kredit modal kerja memiki jangka waktu hingga 1 tahun.

Disimpulkan menjadi :

Kredit Modal Kerja yaitu kredit yang diberikan kepada perorangan atau lembaga usaha untuk mengembangkan usaha menjadi lebih besar lagi, tentunya syarat yang harus dipenuhi usaha yang telah berjalan selama kurang lebih 1 tahun.

Banyak pelaku bisnis yang memiliki modal minim untuk mengembangkan usaha, dengan adanya kredit modal kerja yang disalurkan akan membuat mereka lebih mudah dan membuat usahanya menjadi lebih berkembang.

Karena memang kredit modal kerja difokuskan untuk mendukung kemajuan usaha peminjam untuk usaha kecil dan menengah.


Previous articlemenghitung tax amnestyTax Amnesty adalah sebuah undang-undang pengampunan pajak yang kini telah disetujui oleh DPR, Melalui peraturan ini pemerintah berharap akan mendapatkan penerimaan negara dari pajak terus terdongkrak. Berdasarkan ketentuan dalam objek pengampunan pajak berupa Pajak Penambahan Nilai (PPn), Pajak Atas Barang Mewah (PPnBM) dan Pajak Penghasilan (PPh). Pengenaan tarif disesuaikan dengan waktu dilakukannya repatriasi dan deklarasi.Tarif Tax Amnesty berlaku bagi harta bersih wajib pajak. Harta bersih adalah harga yang memiliki wajib pajak, namun tidak dilaporkan kedalam SPT. Adapun cara menghitung nya yaitu dengan cara mengurangi harta riil dengan harta yang dilaporkan dalam SPT.Untuk bisa menghitung amnestry wajib pajak, sebelumnya harus mengungkapkan terlebih dahulu harta bersih yang belum pernah di laporkan dalam SPT baik harga didalam negeri maupun luar negeri. Selanjutnya nilai harta tersebut dilaporkan ke Direktoral Jendral Pajak dalam bentuk surat pernyataan dalam mata uang rupiah.Isi dari surat pernyataan tersebut diantaranya berupa : identitas wajib pajak, harta, utang, nilai harta bersih, dan penghitungan uang tebusan. Setelah diungkap semuanya, selanjutnya membayar uang tebusan, adapun untuk menghitung uang tebusannya dengan cara tarif dikalikan harta bersih dikurangi utang bersih (yang terkait harta bersih tersebut).Nah, lalu bagaimana cara menghitung tax amnesty?Contoh: Pengusaha A memiliki utang kepada pihak lain Rp100 Miliar. Harta pengusaha A per 31 Desember 2015 Rp2 Triliun dan Harta yang dilaporkan sesuai SPT 2015 Rp1,5 Triliun. Bilamana pengusaha A melakukan deklarasi dan repatriasi atas harta bersihnya (Rp2 triliun dikurangi Rp1,5 triliun = Rp500 miliar) pada periode 1 Oktober hingga 31 Desember 2016, maka tarif uang tebusannya adalah 3%. Maka uang tebusan yang harus dibayar adalah 3% x (Rp500 miliar – Rp100 M) = Rp12 miliar.Nilai uang tebusan tersebut akan jauh lebih rendah dengan menghitung tax amnesty daripada kondisi normal tanpa tax amnesty, dimana wajib pajak harus membayar hingga 30% dari harta apabila tidak mampu membuktikan bahwa harta tersebut diperoleh dari penghasilan yang telah dibayarkan pajaknya.Sementara tarif tebusan bagi wajib pajak usaha mikro, kecil dan menengah atau UMKM ditetapkan sebesar 0,5% bagi UMKM dengan aset kurang dari Rp10 miliar dan 2% untuk UMKM dengan aset lebih dari Rp10 miliar.Syarat dan Ketentuan Tax Amnesty 2016, adalah berlaku bagi semua wajib pajak yang berhak mendapatkan Tax Amnesty. Kecuali, wajib pajak yang tengah menghadapi perkara pidana atau menjalani hukuman pidana. (*)
Next articleKredit Modal Kerja BPR Bestari TanjungpinangBPR Bestari merupakan salah satu lembaga keuangan yang ada di Tanjungpinang yang memberikan kemudahan kepada masyakarat untuk bisa mendapatkan kredit pinjaman dengan mudah dengan syarat yang ringan dan dapat dilengkapi.Masyarakat dapat dengan mudah mencicil dan melunasi pinjaman modal kerja yang diajukan, modal kerja dapat digunakan untuk mengembangkan usaha atau bisnis yang sedang anda jalankan, untuk bisa mengajukan pinjaman ini anda perlu menyiapkan jaminan.Jaminan atau Agunan Kredit Modal Kerja BPR Bestari dapat berupa Tanah dan bangunan berupa Setifikat Hak Milik, Sertifikat Hak Guna Bangunan atau Kerndaraan dengan tahun pembuatan minimal tahun 2006.Pinjaman yang dapat diajukan mulai dari modal Rp 5 juta hingga Rp 100 juta, dengan jangka waktu maksimal 3 Tahun. Pengajuannya dapat dilakukan di kantor BPR Bestari dengan membawa semua persyaratan yang diperlukan.Adapun untuk tabel pinjaman modal kerja BPR ini sebagai berikut :Jangka Waktu 
PlafondJangka Waktu
Rp 5 juta s/d Rp 25 juta1 s/d 3 tahun
Rp 26 juta s/d Rp 49 juta1 s/d 3 tahun
Rp 50 juta s/d Rp 99 juta1 s/d 3 tahun
> Rp 100 Juta1 s/d 3 tahun
Persyaratan kredit:
  1. Foto copy KTP Suami / istri yang masih berlaku
  2. Foto copy Kartu Keluarga
  3. Foto copy Akta/Surat Nikah
  4. Pas Photo Terbaru Suami Istri (warna, ukuran 3 x 4 / 4 x 6)
  5. NPWP (untuk pengajuan kredit 100 juta s/d 100 keatas)
  6. SITU, SIUP, TDP yang masih berlaku bagi perusahaan / CV yang memiliki badan hukum.
  7. Surat Keterangan Usaha bagi usaha mikro
  8. Foto copy rekening listrik dan PDAM bulan terakhir
  9. Rekening Tabungan 3 bulan terakhir
  10.  PBB tahun terakhir ( SHM, SHGB, Alashak/Girik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.