Cara Bagi Hasil Bisnis Patungan

Bagi hasil bisnis patungan

Menjalankan sebuah bisnis tentu harus memiliki modal terutama modal akan uang, biasanya ketika seseorang memiliki modal yang terbatas maka akan mencari pathner yang bisa di ajak kerjasama untuk patungan modal. Namun sebelum memutuskan untuk menjalankan bisnis perlu dibicarakan sejak awal mengenai pembagian keuntungan.

Bagi hasil berapa persen yang akan di bagi diantara orang-orang yang ikut serta dalam patungan modal tersebut, dan ketentuan ini harus disepakati bersama dan bersifat tetap, apabila ada perubahan maka harus dibicarakan kembali. Jangan sampai bisnis yang dijalankan bersama-sama menjadi pecah hanya karena perdebatan bagi hasil yang tidak sesuai.

Sebuah contoh ilustrasi, Boy dan Edo menjalankan sebuah bisnis bersama dimana Boy memberikan modal 70 juta dan Edo memberikan modal 30 juta. Maka secara tidak langsung pembagian hasilnya tentu berbeda, barang siapa yang memberikan modal tertinggi maka akan mendapatkan bagi hasil yang besar juga.

Terkadang pembagian komisi seperti itu dianggap kurang adil, sehingga tak jarang bisnis patungan menjadi bubar. Ada seseorang penulis bernama Mike Moyer yang menulis dalam bukunya mengenai ide pembagian hasil dinamis, pembagian hasil dilakukan tak hanya berdasarkan modal melainkan juga berdasarkan kontribusinya.

  • Jika kontribusi Boy 50% maka Boy mendapatkan bagian 50%.
  • Jika kontribusi Boy 20% maka Boy mendapatkan bagian 20%.

Kontribusi seperti keahlian yang dimilikinya dan pekerjaan yang dilakukannya, seperti Boy memiliki keahlian dalam management dan Edo memiliki relasi yang cukup luas. Nah, tentukan bayaran yang di dapat berdasarkan jam kerjanya. Ketentuan ini juga harus disepakati bersama, misalkan Kerja Boy dihargai Rp100 ribu perhari, dan Edo dihargai Rp200 per hari.

Sehingga selain pembagian komisi berdasarkan persentasi modal maka perlu ditambahkan juga kontribusi dalam bisnis yang sedang di jalankan, sehingga rumusnya menjadi.

Bagi Hasil = Persentasi Modal + Bayaran Berdasarkan Kontribusi

Misalnya, sebuah usaha yang dijalankan Boy dan Edo memiliki modal Rp100juta dengan (Boy= Rp70 juta dan Edo= Rp30juta), maka secara bagi hasil berdasarkan modal adalah 70:30, kemudian ditambahkan dengan biaya berdasarkan kontribusinya. Apabila Boy di hargai Rp100.000 per hari maka sebulan akan mendapaktan komisi Rp3juta sedangkan Edo dihargai Rp200 ribu perhari maka sebulan akan mendapatkan komisi Rp6juta. 

Apabila dalam sebulan Bisnis Patungan mendapatkan keuntungan bersih setelah dipotong operasional adalah Rp10juta maka Boy akan mendapatkan Rp7 juta + Rp3 juta maka mendapatkan pembahian Rp10juta sebulan dan Edo mendapatkan Rp3juta + Rp6juta maka mendapatkan Rp9juta.

Kesimpulan : Pada dasarnya untuk pembagian komisi bisnis patungan harus disepakati bersama di awal jangan sampai ada konflik yang terjadi setelah bisnis telah berkembang. Jangan ada salah satu pihak yang merasa dirugikan, maka dari itu sangat penting pembagian komisi ditentukan didepan dan masing-masing setuju.



Silahkan Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.