5 Tips Menabung yang baik untuk Ibu Rumah Tangga

Cara Menabung untuk Ibu Rumah Tangga

Menjadi seorang istri atau Ibu Rumah tangga harus pintar dalam mengurus anak dan juga mengatur keuangan rumah tangga, sehingga istri harus bisa memastikan penghasilan yang diberikan suami itu dapat mencukupi kebutuhan sehari-hari dan menyisihkan sebagian untuk kebutuhan masa depan.

Kebutuhan yang biasanya harus dipenuhi selain sandang dan pangan (kebutuhan rutin) juga perlu merencanakan keuangan untuk memenuhi kebutuhan jangka panjang seperti mempersiapkan pendidikan anak, membeli rumah atau aset yang lainnya, maka sebagai istri perlu menabung untuk mempersiapkan itu semua.

Berapapun jumlah uang yang diberikan suami dari hasil kerjakeras nya tetap disyukuri dan harus dikelola dengan baik. Karena menabung itu penting, maka sebagai Istri atau Ibu Rumah tangga dapat mengikuti tips cara menabung berikut ini, kami kutip dari konsultasi pakar keuangan.

1. Sisihkan dana dari uang belanja

Suami akan memberikan uang belanja bulanan kepada istri, maka sebagai istri harus dapat mengatur nya dengan baik, bagaimana caranya uang belanja yang diberikan itu ada sisa atau memang harus menyisakan setidaknya 15% dari penghasilan suami, lebih besar lebih baik.

Cara ini merupakan cara yang paling sering dilakukan ibu rumah tangga dalam menyisihkan sebagian uang belanja untuk ditabung, Buka tabungan khusus di bank jika memang diperlukan, agar pembukuannya lebih terkontrol dan aman dari resiko. Besarnya uang belanja yang disisihkan tergantung dari Pendapatan Suami – Kebutuhan pokok .

Apabila anda dapat menyisihkan uang belanja Rp 20 ribu sehari, maka dalam waktu sebulan, jumlah uang yang disisihkan tersebut mencapai Rp 600 ribu, dan dalam 1 tahun Rp 7.200.000 , bahkan bisa anda gunakan untuk modal usaha.

2. Ikut arisan

Praktek menabung lainnya bisa cara mengikuti program arisan Ibu-Ibu, hal ini sangat sering dilakukan bagi kalangan ibu-ibu. Ada juga yang menjadikan arisan untuk menabung ada juga yang menjadikan arisan sebagai hutang atau pinjaman yang digunakan untuk modal usaha.

Tapi pada intinya, dengan mengikuti program arisan mau tidak mau pasti akan menyisihkan uang untuk membayar arisan (besarnya arisan sesuai dengan kesepakan peserta arisan). Ketika mendapat arisan, uang itu cukup lumayan untuk ditabung ke rekening atau jaga-jaga kalau ada kebutuhan mendadak., bisa juga digunakan untuk modal usaha produktif.

3. Kumpulkan Koin-Koin sisa Belanja

Biasanya saat ibu-ibu belanja sesuatu ke pasar akan mendapatkan kembalian dalam bentuk uang koin. Uang koin tersebut bisa langsung di kumpulkan didalam sebuah kotak celengan, meski nilainya keci bila terus dikumpulkan maka jumlahnya akan besar.

Jangan sampai koin dari hasil belanja asal taruh saja di meja yang kemudian hilang. Ingat 1 rupiah itu sangat berharga dan melihat kerjakeras suami dalam mendapatkannya. Ketika Koin-koin ini telah banyak bisa ditukarkan ke minimarket duntuk ditukar menjadi uang kertas.

4. Belanja Hemat dengan Biaya Murah

Dalam belanja tidak harus belanja yang mahal seperti harus belanja ke supermarket, justru anda bisa belanja di pasar tradisional yang harganya relatif lebih murah. Dengan begitu anda bisa lebih menghemat uang belanja.

Harga membeli sayur dan ikan di supermarket lebih mahal ketimbang belanja di pasar tradisional, bisa anda coba bandingkan, pasti harga sayur dan ikan di pasang tradisiona leih murah. Karena lebih murah, maka selisih uang dapat dipakai untuk menabung.

5. Menghemat dari pengeluaran tak perlu

Selain empat cara di atas, Anda juga bisa menabung dari uang penghematan listrik, pulsa telepon, dan air. Yup, perlu diakui, pengeluaran tiga hal tadi sangat besar.  Kalau penggunaan air, listrik, dan pulsa telepon bisa dikelola dengan baik alias tidak boros, Anda tidak perlu mengeluarkan uang banyak untuk ketiga hal tadi. Uangnya pun bisa ditabung.