9 Cara Mengelola Keuangan Setelah Menikah

Mengelola Keuangan Setelah Menikah

Sumber Gambar : duitpintar.com

Menikah itu selain membuat hidup lebih tenang juga dapat membuka pintu rezeki, banyak peluang usaha yang bisa dikerjakan secara bersama-sama, membangun bisnis untuk menjadi pengusaha sukses untuk memenuhi kebutuhan hidup menjadi lebih mudah dan terarah.

Memang dengan menikah kebutuhan hidup akan lebih tinggi, tapi kebutuhan tersebut dapat terpenuhi karena selalu ada jalan berbeda dengan seseorang yang masih sendiri (belum menikah), tak ada perencanaan kedepannya, dengan menikah segala sesuatunya dapat terwujud dengan mudah.

Untuk mencapai sebuah target terutama target – target yang berhubungan dengan ekonomi finansial maka perlu memiliki perencanaan yang matang, apalagi saat baru – baru menikah maka anda dan pasangan anda perlu mengatur dan mengelola keuangan dengan baik, jika belum tahu bagaimana cara mengatur keuangan setelah menikah anda dapat membaca beberapa penjelasan dari kami.

Diskusikan Prioritas Kebutuhan Finansial

Dengan menikah itu berarti anda dan pasangan anda perlu mensinkronkan rencana, mungkin salah satunya memiliki rencana yang berbeda termasuk dalam urusan keuangan.  Dengan menikah masa depan menjadi tanggung jawab berdua, maka anda dan pasangan harus bisa mendiskusikan keuangan dengan baik.

Kebutuhan – kebutuhan selalu ada dalam membangun rumah tangga, namun tidak semuanya di cukupi, perlu berdiskusi untuk memutuskan manakah yang menjadi kebutuhan utama yang harus dipenuhi dan mana kebutuhan yang masih bisa ditunda. Misalnya saja memprioritaskan pembelian rumah ketimbang mencicil kendaraan. Termasuk juga kapan mulai mempersiapkan keuangan untuk buah hati.

Tunjuk Menteri Keuangan Keluarga

Tinggal menjadi kesepakatan bersama dalam sebuah diskusi diatas, selain mendiskusikan perencanaan kebutuhan mana yang harus menjadi prioritas juga perlu menunjuk siapa yang akan menjadi menteri keuangan dalam keluarga (boleh istri boleh juga suami), tapi paling banyak istrilah yang menjadi menteri keuangan.

Walau demikian tetap untuk keluar masuk nya keuangan dalam keluarga perlu diketahui satu dengan yang lainnya itu lah yang dinamakan sistem 1 pintu. Sehingga dapat memudahkan dalam mengontrol keuangan rumah tangga anda.

Besaran Pengerluaran Biaya Hidup

Hal lain yang perlu didiskusikan yaitu mengenai anggaran rumah tangga (living cost), kebutuhan rutin yang dikeluarkan selama satu bulan, mulai dari biaya belanja, biaya listrik, transportasi dan rekreasi. Selanjutnya perlu membuat perbandingan tiap-tiap bulannya.


Dengan ada nya penetapan standar anggaran keuangan kebutuhan rutip dapat memudahkan mengkalkulasi pengeluaran tiap bulan. Dan dapat menganalisa maka pos-pos pengeluaran yang seharusnya ditutup atau dikurangi. Misalnya pos rekreasi atau transportasi.

Batas atas pengeluaran uang

Dalam keuangan keluarga juga harus ditetapkan batas pengeluaran uang, berapa uang yang seharusnya dikeluarkan dalam tiap tia bulan, terutama dalam uang belanja. Misal batas belanja bulanan Rp 1 juta, batas transportasi Rp 500 ribu, dan lain lain. Ketika ternyata melewati batas maka menjadi alarm sebagai pengingat apakah pengeluaran yang terjadi dalam kategori wajar atau pemborosan?

Menabung itu Penting, Sisihkan Sebagian Pendapatan

Memiliki penghasilan bulanan jangan selalu dihabiskan untuk membeli ini itu, tapi kita harus pintar dalam mengelola keuangan tersebut, karena ada masa depan (rencana) yang perlu dicapai, maka perlu menabung dengan menyisihkan sebagian pendapatan.

Bisa dikatakan menabung itu wajib (bila perlu dipaksa), potong langsung diawal berapa yang ingin di tabung paling tidak 30% dari penghasilan. Masukan ke tabungan khusus untuk bisa digunakan untuk mencukupi pengeluaran yang sewaktu-waktu diperlukan.

Mencatat pengeluaran dan pemasukan

Mencatat pengeluaran dan pemasukan yang terjadi dalam rumah tangga itu sangat penting, memang terlihat begitu ribet sekali, tapi ini sangat diperlukan. Pengeluaran yang dicatat tidak perlu rinci, habis beli cabe ditulis, habis beli tomat di tulis, tulislah pokok nya saja misal : Uang belanja Rutin Rp 1 juta, Beli TV Rp 2 juta dll.

Mengelola Aset yang dimiliki

Ketika menikah, maka aset menjadi milik berdua. Ada baiknya bicarakan juga soal monetisasi aset agar mendapat tambahan pendapatan. Misalnya menyewakan kendaraan yang sudah dimiliki, menyewakan tanah atau rumah dan sebagainya.

Asuransi/dana darurat

Seain menabung juga perlu mempersiapkan dana darurat dengan mengikuti asuransi jiwa atau asuransi kesehatan dan lain lain. Asuransi berguna untuk mengalihkan resilo finansial yang terjadi seperti terjadi musibah yang tidak diinginkan (karena memang hidup penuh dengan resiko, apalagi yang berhubungan dengan kesehatan) sehingga keuangan kerluarga tidak terganggu. Dengan asuransi berarti anda telah mengantisipasi jika ada hal-hal yang tiba-tiba terjadi menuntut dana yang cukup besar.

9. Perencanaan keuangan boleh diubah

Terus lakukan diskusi untuk mengelola keuangan rumah tangga anda, mulai mengevaluasi kebutahan dan perencanaan yang akan ditarget, sudah sejauh mana persentasi keberhasilannya. Jika memang dibutuhkan untuk dirubah maka silahkan dirubah tentu dengan kesepatakan bersama.

Misalnya saja perubahan itu bila tiba-tiba mendapat kabar istri hamil sehingga perlu menjadwal ulang semua rencana keuangan yang sudah disusun.

Itulah poin-poin yang bisa membantu mengatur keuangan lebih baik seusai menikah. Tentunya masing-masing keluarga punya prioritas yang berbeda dan cara pengaturan yang berbeda.

Hanya yang perlu digarisbawahi, mengelola keuangan ditujukan untuk menjamin hidup masa depan. Hidup bersama pasangan dan tentunya calon anggota keluarga baru nantinya.