Tabel Angsuran Kredit Mikro Bank BRI Syariah 2019

Pembiayaan Mikro kini menjadi produk pinjaman utama yang paling banyak digunakan nasabah bank, apalagi pengelolaannya menggunakan prinsip syariah seperti yang dijalankan bank bri syariah. Guna memenuhi kebutuhan nasabah BRI Syariah juga menghadirkan produk pinjaman syariah untuk usaha mikro.

Benar sekali, BRI Syariah juga memiliki produk pembiayaan mikro untuk nasabah yang dapat digunakan sebagai modal usaha dalam mengembangkan usaha atau membuka usaha baru. Nasabah dapat mengajukan pinjaman mulai dari Rp 25 juta, Rp75 juta dan Rp500 juta.

Kami akan jelaskan beberapa produk pembiayaan mikro dari Bank BRI Syariah.

1. Mikro 25 iB

Produk pembiayaan mikro yang dapat diajukan siapa saja untuk membuka atau mengembangkan usaha, pinjaman yang dapat diajukan mulai dari Rp 5 jutasampai dengan maksimal Rp 25 juta. Nasabah dapat memilih jangka waktu mulai 6 hingga 36 bulan. Adapun persyaratannya sebagai berikut :

  • FC KTP calon nasabah dan juga pasangan
  • Kartu keluarga dan akta nikah
  • Akta cerai / surat kematian (pasangan)
  • Surat izin usaha atau surat keterangan usaha

2. Mikro 75 iB

Nasabah dapat mengajukan pinjaman dengan plafond yang lebih besar melalui pembiayaan mikro 75 ib ini, yaitu pinjaman dari 5 juta sampai dengan 75 juta dengan jangka waktu 6 sampai 60 bulan, sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Nasabah harus memberikan jaminan dapat berupa tanah atau bangunan, tanah kosong, kendaran, kios, ataupun deposito.

Adapun persyaratan yang dibutuhkan sebagai berikut :

  • FC KTP calon nasabah dan juga pasangan
  • Kartu keluarga dan akta nikah
  • Akta cerai / surat kematian (pasangan)
  • Surat izin usaha atau surat keterangan usaha
  • NPWP, khusus untuk pembiayaan di atas 50 juta rupiah

3. Mikro 500 iB

Jika nasabah ingin mengajukan plafond yang lebih besar maka bisa mengajukan pembiayaan mikro menggunakan produk Mikro 500 iB , pinjaman yang dapat diajukan mulai dari Rp. 75 juta sampai dengan Rp. 500 juta, dengan jangka waktu dari 6 bulan sampai dengan 60 bulan. Nasabah harus memberikan jaminan dapat berupa tanah atau bangunan, tanah kosong, kendaran, kios, ataupun deposito.

Adapun persyaratan yang dibutuhkan sebagai berikut :

  • FC KTP calon nasabah dan juga pasangan
  • Kartu keluarga dan akta nikah
  • Akta cerai / surat kematian (pasangan)
  • Surat izin usaha atau surat keterangan usaha
  • NPWP, khusus untuk pembiayaan di atas 50 juta rupiah

Tabel Angsuran Kredit Mikro BRI Syariah

Tabel Pembiayaan Mikro BRI Syariah
Tabel Pembiayaan Mikro BRI Syariah via TabelAngsuran.com

 



Previous articleSyarat Mengajukan KPR BCA Syariah dengan Mudah
Next articleUsia muda merupakan waktu yang produktif seseorang dalam menghasilkan uang, karena masih banyak waktu dan tenaga yang bisa digunakan untuk bekerja baik itu pekerjaan utama maupun pekerjaan sampingan untuk memberi tambahan pemasukan.Untuk mempersiapkan usia pensiun anda perlu bekerja keras diusia muda dengan menabung atau berinvestasi untuk menyiapkan dana pensiun, apa sudah anda pikirkan hal itu? mempersiapkan dana pensiun sejak masih memiliki waktu dan tenaga, umur terus bertambah tanpa terasa, maka mulai lah dari sekarang untuk menyiapkan dana pensiun.Usia PensiunAda 6 cara yang bisa anda praktekan untuk menyiapkan dana pensiun anda.  Siahkan anda simak, tentunya lakukan hal ini dengan fokus dan disiplin sehingga apa yang anda rencanakan dapat berjalan dengan baik dan sesuai dengan rencana.1. Hemat lagi MenabungMulai sekarang anda harus menerapkan pola hidup hemat dan menabung sebagian gaji atau penghasilan bulanan anda. Paling tidak anda telah menyisihkan uang 3% atau 10% dari gaji untuk ditabung, lakukan dengan rutin setiap bulan. Apabila dilain waktu mendapatkan hasil yang lebih banyak, sisihkan uang juga yang lebih dari biasanya. Apalagi sekarang ada tabungan pensiun di bank yang bisa anda gunakan.2. Membuat Anggaran KebutuhanKita semua tentu memiliki kebutuhan pokok yang harus dipenuhi, atau kebutuhan lainnya yang memang sekiranya harus dipenuhi. Hal ini tentu ada hubungannya dengan keuangan anda, agar terkontrol maka anda dapat membuat anggaran kebutuhan, sehingga anda tahu rincian pengeluaran. Buat sebuah catatan dalam hitungan waktu bulanan, sehingga anda dapat mengetahui mana kebutuhan yang sekiranya harus dipenuhi dan tidak. Sebagian orang menganggap ini sepele, tapi justru ini sangat membantu anda dalam merencanakan dan mengelola keuangan. Ketika ada dana sisa atau lebih bisa ditabung untuk persiapan dana pensiun.3. Lunasi Hutang – HutangAnda punya hutang? Seseorang berhutang itu karena ingin memenuhi keinginan tapi kemampuan tidak ada. Maka mereka rela hutang untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Seperti anda ingin memiliki sepeda motor, tapi belum punya cukup uang, karena butuh motor sekarang maka solusi yang diambil dengan berhutang. Berhutang boleh saja, namun pastikan hutang tidak terlalu besar apalagi ada bunga yang dapat mencekik anda. Lunasi hutang segera mungkin ketika anda memiliki uang untuk membayar, jangan tunda-tunda karena kebutuhan sekamin banyak. Belum lagi anda mempersiapkan dana pensiun, maka lunasi hutang segera itu lebih baik.4. Dana Darurat itu PentingMenurut teori keuangan, seorang lajang perlu memiliki dana darurat setidaknya 3 kali dari gaji bulanan. Sedangkan bagi yang sudah berkeluarga perlu menyiapkan dana darurat minima 6 kali dari gaji bulanan. Fungsi dana dari dana darurat sebagai penyelamat ketika keuangan kita sedang krisis. Praktik menyimpan dana darurat bisa menggunakan tabungan atau investasi, dana darurat dapat digunakan ketika kita sedang berada dalam masa-masa sulit. Seperti sedang sakit, di pecat dari pekerjaan atau lainnya. Termasuk dapat digunakan sebagai dana pensiun.5. Setelah Menabung, Investasi juga perluMenabung adalah menyimpan uang untuk memenuhi kebutuhan yang akan datang, begitu halnya dengan investasi. Investasi berbeda dengan tabungan, karena investasi dapat digunakan sebagai solusi untuk mendapatkan pendapatan pasif tanpa harus bekerja.. Uang yang telah ditabung dapat dialihkan menjadi dana investasi. Tetap harus waspada, karena banyak orang yang menawarkan investasi bodong, jangan mudah tergoda dengan investasi yang menjanjikan keuntungan besar dalam waktu yang relatif singkat. Sebaiknya, kita justru memilih jenis investasi yang relatif stabil dalam jangka panjang. Masa pensiun tentu harus menjadi waktu bagi kita untuk beristirahat dengan nyaman tanpa mengkhawatirkan kestabilan finansial bagi diri kita maupun bagi orang-orang yang kita cintai.

3 COMMENTS

Comments are closed.