2 Cara Membeli Rumah Sitaan Bank

Beli Rumah Sitaan Bank

Seseorang dapat mengajukan pinjaman di bank dengan mudah yaitu mengajukan pinjaman dengan menggadaikan sertifikat rumah. Akan tetapi apabila nasabah tidak segera mengembalikan dana atau melunasi pinjaman sesuai dengan jangka waktu yang ditetapkan biasanya bank akan menyita rumah sesuai dengan sertifikat yang digadaikan.

Kemudian bank akan menjual rumah sitaan tersebut, hasil dari penjualan rumah akan digunakan untuk menutupi hutang pinjaman nasabah, apabila ada sisa maka uang akan diberikan kepada nasabah. Biasanya ini menjadi kesempatan bagi seseorang yang ingin membeli rumah dengan harga yang murah, yaitu membeli rumah sitaan bank.

Rumah yang disita oleh bank akan dijual dengan 2 cara :

#1 Anda bisa membeli rumah sitaan bank dengan cara membeli rumah pada umumnya, yaitu anda akan difasilitasi oleh bank untuk dipertemukan dengan debitur atau pemilik rumah.

Ketika bertemu anda dapat bernegosiasi dengan pemilik rumah sampai menemukan harga yang disepakati. Jika sudah ditemukan harga jual rumah maka uang pembelian akan di transfer ke rekening pihak bank.

Contoh : Si A memiliki hutang di bank sebesar Rp 300 juta, sedangkan harga rumah laku dengan nilai Rp 400 juta. Maka Rp 300 juta akan dibayarkan ke bank untuk melunasi hutang dan sisanya Rp 100 juta diserahkan kembali ke debitur.

#2 Anda bisa membeli rumah dengan cara lelang (pelelangan rumah sitaan dilakukan di Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL). Bank yang memiliki banyak stok rumah hasil sitaan yaitu di Bank BRI dan Bank Mandiri.

Apabila anda minat untuk membeli rumah sitaan dengan sistem lelang maka anda bisa langsung ke kantor lelang untuk menjadi peserta lelang, anda tidak perlu pergi ke bank lagi dan anda akan mengikuti proses lelang untuk bersaing dengan calon pembeli yang lain.

Selain itu, pembelian rumah sitaan juga bisa dengan cara over kredit. Ini tergantung dari kesepakatan debitur dan calon pembeli.



Previous articleJual Beli Jabatan PNSPNS merupakan sebuah jabatan pekerjaan yang menjadi impian oleh kebanyakan orang tertuma bagi mereka yang telah menyandang gelar sarjana, banyak yang beranggapan bahwa menjadi seorang PNS (Pegawai Negeri Sipil) akan memberikan kehidupan yang sejahtera terlebih lagi ketika telah pensiun karena akan mendapatkan gaji pensiun.Dengan menjadi PNS seseorang merasa hidup lebih nyaman karena setiap bulan pasti ada uang untuk memenuhi kebutuhan, sehingga tak jarang orang yang berlomba-lomba untuk bisa masuk menjadi PNS bahkan ada oknum yang melakukan jual beli jabatan PNS. Apabila ditemukan pihak yang terlibat dalam jual beli jabatan PNS akan mendapatkan sanksi berlapis, bukan hanya dari sisi kepegawaian, oknum yang terlibat juga akan mendapatkan sanksi pidana. Keputusan ini telah ditulis dalam Peraturan PP Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil. Seperti yang dilansir dalam laman Liputan6.com Kepala Biro Hukum, Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB), Herman Suryatman mengatakan “Di sisi pegawaiannya akan sesuai UU ASN, spesifiknya PP 53 Tahun 2010 tentang Disiplin PNS apabila terbukti melakukan tindak pidana berhubungan jabatan, apabila tindak pidana kejahatan jabatan atau berhubungan jabatan bisa diberhentikan secara tidak hormat,” Jual beli jabatan PNS masuk dalam tindakan korupsi, sehingga akan mendapatkan sanksi pidana. Pengawasan ini secara rinci dilakukan oleh Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN). Kementerian PAN-RB melakukan pengawasan secara luas, begitu juga kepada kepala daerah dan masyarakat umum juga berhak melakukan pengawasan.
Next articleBiaya Transfer Antar Bank Lewat ATM BNI, BCA dan Mandiri

Silahkan Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.