Investasi EmasAda 2 cara menyimpan uang dari sebagian penghasilan atau gaji yang telah kita terima, cara ini banyak digunakan oleh sebagian orang yaitu menabung di bank dan investasi emas, tapi bagi sebagian orang justru bingung mau pilih yang mana.Setelah anda membaca penjelasan dari kami, anda dapat memilih mana yang sekiranya ingin anda gunakan. Investasi emas dan menabung di Bank sama-sama cara yang baik untuk menyimpan uang, keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Apabila anda ingin menggunakan uang dapat kurun waktu 4-5 tahun kedepan maka sebaiknya anda menyimpan emas, pilihan ini menjadi pilihan yang paling tepat daripada menyimpan uang didalam tabungan, kenapa? karena ada istilah yang namanya inflasi. Dengan investasi emas uang anda akan selamat dari inflasi. Sebaliknya jika anda ingin menggunakan uang dalam jangka waktu kurang dari 4 tahun, maka anda bisa menyimpan uang dalam tabungan di bank. Banyak jenis tabungan di bank yang bisa anda buka, ada tabunganku, ada tabungan mandiri, ada tabungan di bri dll. Kami akan memparkan kelebihan dan kekurangan antara menabung di bank dan investasi emas. Silahkan anda simak, penjelasan lengkap dari kami dan putuskan anda ingin menyimpan uang menggunakan tabungan di bank atau investasi dengan membeli emas.Investasi Emas : Anda dapat membeli emas dalam bentuk logam mulia (emas antam) atau dalam bentuk perhiasan. Saat ini harga emas per gramnya mencapai Rp 500 ribu. Jadi kalau anda ingin mulai investasi emas minimal punya uang seharga 1 gram emas. Harga emas akan terus naik berjalannya waktu, dan anda bisa menjual emas dengan harga saat itu. Emas punya resiko modal awal investasi berkurang. Dalam kurun waktu 10 tahun, total hasil keuntungan dari investasi emas yang diperoleh adalah 422%. Menyimpan emas di rumah ada resiko kehilangan, kebakaran atau musibah lainnya. Banyak orang yang mengantisipasi ini dengan cara menitipkan di Bank seperti di Pegadaian, Bank BNI atau BSM.Tabungan di Bank :Tabungan di Bank memang akan dijanjikan bunga (untuk konvensional) atau bagi hasil (untuk syariah) sehingga saldo tabungan anda dapat bertambah berjalannya waktu. Tapi ketahuilah suku bunga pada tabungan belum mampu membayar inflasi bunga itu sendiri. Membuka tabungan di bank sangat mudah, minimal anda memiliki setoran awal Rp 20 ribu, selanjutnya anda bisa melakukan setoran rutin untuk menambah saldo tabungan sesuai dengan ketentuan yang berlaku di bank yang anda gunakan. Modal awal investasi umumnya tidak berkurang dan mudah dicairkan kapan saja, tanpa harus mencari pembeli. Resiko yang terjadi adalah saldo akan hilang ketika bank terlikuidasi, maka dari itu buka tabungan di bank yang terpercaya. Investasi non-fisik, Anda tidak memegang langsung uangnya, melainkan mendapatkan bukti berupa buku  tabungan. Dalam kurun waktu 10 tahun total hasil yang diperoleh hanya 78%
Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa memilih investasi emas atau menabung di Bank bisa ditentukan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi keuangan anda. Kedua jenis investasi ini memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri, jadi anda bisa menggunakan kedua cara tersebut, memiliki tabungan di bank juga memiliki emas untuk berinvestasi.

menabung di bank dan investasi emas, tapi bagi sebagian orang justru bingung mau pilih yang mana.Setelah anda membaca penjelasan dari kami, anda dapat memilih mana yang sekiranya ingin anda gunakan. Investasi emas dan menabung di Bank sama-sama cara yang baik untuk menyimpan uang, keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Apabila anda ingin menggunakan uang dapat kurun waktu 4-5 tahun kedepan maka sebaiknya anda menyimpan emas, pilihan ini menjadi pilihan yang paling tepat daripada menyimpan uang didalam tabungan, kenapa? karena ada istilah yang namanya inflasi. Dengan investasi emas uang anda akan selamat dari inflasi. Sebaliknya jika anda ingin menggunakan uang dalam jangka waktu kurang dari 4 tahun, maka anda bisa menyimpan uang dalam tabungan di bank. Banyak jenis tabungan di bank yang bisa anda buka, ada tabunganku, ada tabungan mandiri, ada tabungan di bri dll. Kami akan memparkan kelebihan dan kekurangan antara menabung di bank dan investasi emas. Silahkan anda simak, penjelasan lengkap dari kami dan putuskan anda ingin menyimpan uang menggunakan tabungan di bank atau investasi dengan membeli emas.Investasi Emas : Anda dapat membeli emas dalam bentuk logam mulia (emas antam) atau dalam bentuk perhiasan. Saat ini harga emas per gramnya mencapai Rp 500 ribu. Jadi kalau anda ingin mulai investasi emas minimal punya uang seharga 1 gram emas. Harga emas akan terus naik berjalannya waktu, dan anda bisa menjual emas dengan harga saat itu. Emas punya resiko modal awal investasi berkurang. Dalam kurun waktu 10 tahun, total hasil keuntungan dari investasi emas yang diperoleh adalah 422%. Menyimpan emas di rumah ada resiko kehilangan, kebakaran atau musibah lainnya. Banyak orang yang mengantisipasi ini dengan cara menitipkan di Bank seperti di Pegadaian, Bank BNI atau BSM.Tabungan di Bank :Tabungan di Bank memang akan dijanjikan bunga (untuk konvensional) atau bagi hasil (untuk syariah) sehingga saldo tabungan anda dapat bertambah berjalannya waktu. Tapi ketahuilah suku bunga pada tabungan belum mampu membayar inflasi bunga itu sendiri. Membuka tabungan di bank sangat mudah, minimal anda memiliki setoran awal Rp 20 ribu, selanjutnya anda bisa melakukan setoran rutin untuk menambah saldo tabungan sesuai dengan ketentuan yang berlaku di bank yang anda gunakan. Modal awal investasi umumnya tidak berkurang dan mudah dicairkan kapan saja, tanpa harus mencari pembeli. Resiko yang terjadi adalah saldo akan hilang ketika bank terlikuidasi, maka dari itu buka tabungan di bank yang terpercaya. Investasi non-fisik, Anda tidak memegang langsung uangnya, melainkan mendapatkan bukti berupa buku  tabungan. Dalam kurun waktu 10 tahun total hasil yang diperoleh hanya 78%
Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa memilih investasi emas atau menabung di Bank bisa ditentukan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi keuangan anda. Kedua jenis investasi ini memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri, jadi anda bisa menggunakan kedua cara tersebut, memiliki tabungan di bank juga memiliki emas untuk berinvestasi.
%0A%0A https://www.infoperbankan.com/artikel/pilih-mana-investasi-emas-atau-buka-tabungan-di-bank.html">
WhatsApp

Investasi Emas

Ada 2 cara menyimpan uang dari sebagian penghasilan atau gaji yang telah kita terima, cara ini banyak digunakan oleh sebagian orang yaitu menabung di bank dan investasi emas, tapi bagi sebagian orang justru bingung mau pilih yang mana.

Setelah anda membaca penjelasan dari kami, anda dapat memilih mana yang sekiranya ingin anda gunakan. Investasi emas dan menabung di Bank sama-sama cara yang baik untuk menyimpan uang, keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Apabila anda ingin menggunakan uang dapat kurun waktu 4-5 tahun kedepan maka sebaiknya anda menyimpan emas, pilihan ini menjadi pilihan yang paling tepat daripada menyimpan uang didalam tabungan, kenapa? karena ada istilah yang namanya inflasi. Dengan investasi emas uang anda akan selamat dari inflasi.

Sebaliknya jika anda ingin menggunakan uang dalam jangka waktu kurang dari 4 tahun, maka anda bisa menyimpan uang dalam tabungan di bank. Banyak jenis tabungan di bank yang bisa anda buka, ada tabunganku, ada tabungan mandiri, ada tabungan di bri dll.

Kami akan memparkan kelebihan dan kekurangan antara menabung di bank dan investasi emas. Silahkan anda simak, penjelasan lengkap dari kami dan putuskan anda ingin menyimpan uang menggunakan tabungan di bank atau investasi dengan membeli emas.

Investasi Emas : 

Anda dapat membeli emas dalam bentuk logam mulia (emas antam) atau dalam bentuk perhiasan. Saat ini harga emas per gramnya mencapai Rp 500 ribu. Jadi kalau anda ingin mulai investasi emas minimal punya uang seharga 1 gram emas. Harga emas akan terus naik berjalannya waktu, dan anda bisa menjual emas dengan harga saat itu.

Emas punya resiko modal awal investasi berkurang. Dalam kurun waktu 10 tahun, total hasil keuntungan dari investasi emas yang diperoleh adalah 422%.

Menyimpan emas di rumah ada resiko kehilangan, kebakaran atau musibah lainnya. Banyak orang yang mengantisipasi ini dengan cara menitipkan di Bank seperti di Pegadaian, Bank BNI atau BSM.

Tabungan di Bank :

Tabungan di Bank memang akan dijanjikan bunga (untuk konvensional) atau bagi hasil (untuk syariah) sehingga saldo tabungan anda dapat bertambah berjalannya waktu. Tapi ketahuilah suku bunga pada tabungan belum mampu membayar inflasi bunga itu sendiri.

Membuka tabungan di bank sangat mudah, minimal anda memiliki setoran awal Rp 20 ribu, selanjutnya anda bisa melakukan setoran rutin untuk menambah saldo tabungan sesuai dengan ketentuan yang berlaku di bank yang anda gunakan.

Modal awal investasi umumnya tidak berkurang dan mudah dicairkan kapan saja, tanpa harus mencari pembeli. Resiko yang terjadi adalah saldo akan hilang ketika bank terlikuidasi, maka dari itu buka tabungan di bank yang terpercaya.

Investasi non-fisik, Anda tidak memegang langsung uangnya, melainkan mendapatkan bukti berupa buku  tabungan. Dalam kurun waktu 10 tahun total hasil yang diperoleh hanya 78%

Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa memilih investasi emas atau menabung di Bank bisa ditentukan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi keuangan anda. Kedua jenis investasi ini memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri, jadi anda bisa menggunakan kedua cara tersebut, memiliki tabungan di bank juga memiliki emas untuk berinvestasi.


menabung di bank dan investasi emas, tapi bagi sebagian orang justru bingung mau pilih yang mana.Setelah anda membaca penjelasan dari kami, anda dapat memilih mana yang sekiranya ingin anda gunakan. Investasi emas dan menabung di Bank sama-sama cara yang baik untuk menyimpan uang, keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Apabila anda ingin menggunakan uang dapat kurun waktu 4-5 tahun kedepan maka sebaiknya anda menyimpan emas, pilihan ini menjadi pilihan yang paling tepat daripada menyimpan uang didalam tabungan, kenapa? karena ada istilah yang namanya inflasi. Dengan investasi emas uang anda akan selamat dari inflasi. Sebaliknya jika anda ingin menggunakan uang dalam jangka waktu kurang dari 4 tahun, maka anda bisa menyimpan uang dalam tabungan di bank. Banyak jenis tabungan di bank yang bisa anda buka, ada tabunganku, ada tabungan mandiri, ada tabungan di bri dll. Kami akan memparkan kelebihan dan kekurangan antara menabung di bank dan investasi emas. Silahkan anda simak, penjelasan lengkap dari kami dan putuskan anda ingin menyimpan uang menggunakan tabungan di bank atau investasi dengan membeli emas.Investasi Emas : Anda dapat membeli emas dalam bentuk logam mulia (emas antam) atau dalam bentuk perhiasan. Saat ini harga emas per gramnya mencapai Rp 500 ribu. Jadi kalau anda ingin mulai investasi emas minimal punya uang seharga 1 gram emas. Harga emas akan terus naik berjalannya waktu, dan anda bisa menjual emas dengan harga saat itu. Emas punya resiko modal awal investasi berkurang. Dalam kurun waktu 10 tahun, total hasil keuntungan dari investasi emas yang diperoleh adalah 422%. Menyimpan emas di rumah ada resiko kehilangan, kebakaran atau musibah lainnya. Banyak orang yang mengantisipasi ini dengan cara menitipkan di Bank seperti di Pegadaian, Bank BNI atau BSM.Tabungan di Bank :Tabungan di Bank memang akan dijanjikan bunga (untuk konvensional) atau bagi hasil (untuk syariah) sehingga saldo tabungan anda dapat bertambah berjalannya waktu. Tapi ketahuilah suku bunga pada tabungan belum mampu membayar inflasi bunga itu sendiri. Membuka tabungan di bank sangat mudah, minimal anda memiliki setoran awal Rp 20 ribu, selanjutnya anda bisa melakukan setoran rutin untuk menambah saldo tabungan sesuai dengan ketentuan yang berlaku di bank yang anda gunakan. Modal awal investasi umumnya tidak berkurang dan mudah dicairkan kapan saja, tanpa harus mencari pembeli. Resiko yang terjadi adalah saldo akan hilang ketika bank terlikuidasi, maka dari itu buka tabungan di bank yang terpercaya. Investasi non-fisik, Anda tidak memegang langsung uangnya, melainkan mendapatkan bukti berupa buku  tabungan. Dalam kurun waktu 10 tahun total hasil yang diperoleh hanya 78%
Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa memilih investasi emas atau menabung di Bank bisa ditentukan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi keuangan anda. Kedua jenis investasi ini memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri, jadi anda bisa menggunakan kedua cara tersebut, memiliki tabungan di bank juga memiliki emas untuk berinvestasi.
%0A%0A https://www.infoperbankan.com/artikel/pilih-mana-investasi-emas-atau-buka-tabungan-di-bank.html">
WhatsApp
Previous articleTips Agar Fokus MenabungApakah anda sudah mulai menyisihkan sebagian gaji yang anda dapatkan untuk di tabung, baik itu menabung di bank atau menabung di rumah. Tapi lebih disarankan untuk membuka rekening tabungan bank, agar uang yang anda simpan aman dari berbagai jenis resiko yang kemungkinan terjadi.Apalagi sekarang membuka rekening di bank sangat mudah dan gampang, contohnya jika anda membuka rekening tabunganku di bank mandiri, syaratnya hanya menyerahkan KTP dan Setoran awal minimal Rp 20 ribu saja. Kembali ke topik utama, agar tabungan dapat berkembang maka anda perlu melakukan sesuai lebih daripada sekedar berhemat. Maka anda dapat menyimak beberapa penjelasan dari kami, 4 Langkah Agar Dapat Fokus dalam Menabung :1. Tetapkan Tujuan dan Lunasi HutangFokus dan disiplin terhadap diri sendiri, untuk rutin menabung dengan menyisihkan sebagian dari penghasilan yang anda dapatkan minimal 15% – 30% dari gaji. Apabila anda memiliki hutang, maka segera lunasi hutang-hutang anda. Hutang akan mengganggu tujuan anda untuk menabung, karena itu menjadi pos pengeluaran yang membuat anda tidak bisa memiliki sisa uang.2. Buat Target Pencapaian Menabung tidak hanya sekedar menabung (menyimpan uang), tapi harus ada target yang ingin dicapai. Misalkan anda ingin membeli rumah dan membutuhkan uang sebagai DP (uang muka) maka anda memiliki target untuk mengumpulkan uang yang akan digunakan sebagai DP Kredit Rumah, dan anda perlu menetapkan tanggal, kapan dana itu harus terkumpul. Maka anda dapat menghitung berapa uang yang harus di kumpulkan dalam 1 bulan.3. Tentukan Uang yang Akan DitabungSetelah target yang ingin dicapai ditentukan waktu dan besar tabungannya, maka anda dapat menentukan berapa banyak uang yang akan di tabung untuk mewujudkan target yang hendak dicapai. Biasanya dalam hitungan per bulan setiap anda mendapatkan gaji. Sebaiknya simpan jumlah uang yang sama setiap periode. Paling idealnya tabungan adalah 30% dari penghasilan anda.4. Catat Pengeluaran Tabungan adalah selisih antara jumlah penghasilan dan jumlah pengeluaran anda. Maka kritisi lah semua pengeluaran anda. Catat apa yang biasanya menghabiskan uang Anda sedetail mungkin, bahkan termasuk pembelian-pembelian kecil. Lalu, kategorikan jenis biaya seperti berikut: sewa, asuransi mobil, biaya perawatan mobil, tagihan telepon, bensin, makanan, hiburan, dll.
Next articleIde Bisnis Rumahan untuk Ibu Rumah TanggaSebagai ibu-ibu rumah tangga mungkin butuh sebuah aktivitas selain pekerjaan rumah tangga yang bisa memberikan penghasilan tambahan untuk membantu suami memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga, tak ada salah nya untuk melakukan suatu hal yang produktif.Mungkin sebagian ibu rumah tangga ada yang masih bekerja sebagai pegawai kantoran atau guru yang sifatnya meninggalkan rumah untuk beberapa jam, namun bagi ibu rumah tangga beneran yang waktunya hanya untuk membereskan rumah dan ketika itu semua selesai waktu mereka banyak yang kosong. Maka alangkah baiknya memanfaatkan waktu kosong setelah menyelesaikan pekerjaan rumah dengan berbisnis kecil-kecilan, banyak kok peluang bisnis rumahan untuk ibu rumah tangga dengan modal yang relatif kecil. Kami akan berikan ide bisnis untuk anda dirumah :1. Menjual Pakaian dan SpreySebagai ibu rumah tangga bisa mengambil kesempatan atau peluang bisnis ini, anda bisa berjualan pakaian. Pakaian banyak sekali model nya namun untuk ibu rumah tangga dapat menjual pakai khusus untuk bapak-bapak, ibu-ibu atau anak-anak. Walaupun memang dipasar sudah banyak yang jual tapi kita bisa melakukan hal yang sama dirumah tanpa harus menyewa toko. Anda cukup menstok dirumah beberapa jenis pakaian, anda bisa menerima pesanan dari orang dan harga jual kalau bisa dibuat lebih miring dari harga pasar. Anda juga bisa tambahkan produk sprey, biasanya banyak sekali ibu-ibu yang mencari sprey untuk tempat tidur mereka. Anda dapat mencari sprey dengan motif yang cantik, cari yang tidak ditemui dipasar anda bisa pesar secara online dari grosir yang ada diluar daerah.2. Menjual Perabotan Rumah TanggaBisnis ini juga menarik untuk dijalankan, anda bisa menjual berbagai perabotang rumah tangga, anda bisa memajang barang dagangan di rumah tamu, ketika ada teman yang datang melihat dan siapa tahu tertarik untuk membelinya. Anda juga bisa menawarkan kepada ibu-ibu lain untuk membeli perabotan rumah tangga yang anda jual. Seperti teflon masak, pisau dapur, tupperware, kompor dan sebagainya yang sekiranya bisa laku di jual.3. Bisnis Jajanan PasarAnda bisa membuat jajanan pasar seperti membuat klepon, empek-empek, cenil, somay atau jajanan lainnya. Anda bisa memproduksi beberapa jenis makanan (jajanan pasar) tersebut dengan jumlah yang kecil dulu. Kalau ternyata terjual habis anda bisa meningkatkan jumlah produksinya. Pemasaran bisa dengan cara menitipkan atau dijual ke warung-warung yang ada di sekolah-sekolah yang nantinya dijual lagi, atau bisa juga jual ke tukang – tukang sayur. Untuk harga jual anda bisa hitung-hitungan sendiri, anda untung dan orang yang dititipkan juga untung.4. Bisnis KosmetikBanyak sekali ibu-ibu rumah tangga yang sudah memulai bisnis kosmetik ini. Bisa kosmetik yang dijual dari Sales-sales atau bisa juga menjual Kosmetik yang di MLM kan seperti kosmetik Wardah, Oriflame dan lain-lain. Kami yakin untuk masalah ini tentunya ibu – ibu yang lebih tahu maka yang layak untuk dibisniskan.5. Bisnis Konveksi atau JahitanMembuka usaha jasa jahitan sangat menjanjikan, dan ga ada matinya. Untuk bisa menjalankan bisnis ini setidaknya anda memiliki keahlian menjahit, jika belum anda bisa kursus terlebih dahulu. Kursus menjahit membutuhkan waktu 3-6 bulan. Selanjutnya, jika sudah bisa anda bisa membuka jasa jahit dirumah. Tak hanya itu dengan keahlian menjahit anda juga bisa menyiapkan kain – kain dasar yang bisa dipilih untuk bahan jahitan baju atau celana yang mereka pesan. Jadi anda bisa mendapatkan keuntungan yang dobel.6. Bisnis Laundry KiloanAnda juga bisa membuka jasa laundry kiloan, modal untuk memulai bisnis ini setidaknya memiliki uang sebesar Rp 10 jutaan. Tapi tidak semua tempak bisa menjalankan bisnis ini, bisnis ini hanya cocok dibuka didekat kos – kosan mahasiswa (area kampus).7. Bisnis Makanan atau CateringJika memang tangan anda bisa merubah bahan mentah menjadi makanan kenapa tidak dicoba? anda bisa membuka warung makan kecil-kecilan, apalagi yang tinggal didekat kampus, perkantoran, dipinggir jalan umum, dll. Kemudian anda juga dapat menerima pesanan catering untuk mereka yang ingin mengadakan acara seperti rapat, wisuda, atau acara lainnya. Itulah 7 ide bisnis atau peluang usaha untuk ibu rumah tangga dengan modal yang relatif lebih murah, sebenernya masih banyak peluang usaha atau bisnis yang bisa dijalankan untuk ibu-ibu rumah tangga. Jika butuh modal anda bisa mengajukan pinjaman di bank dengan menggadaikan BPKB Sepeda motor.

Silahkan Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.