Buka Tabungan Reguler Bank BII Maybank, Setoran Awal Rp 500 Ribu

Buku Tabungan Reguler Bank BII Maybank

Bank BII MayBank menawarkan kemudahan kepada masyarakat untuk bisa menabung dan bertransaksi menggunakan tabungan reguler maybank, tabungan yang bisa anda buka dengan syarat yang mudah dan setoran awal yang ringan yaitu hanya Rp500.000.

BII Maybank menyiapkan Produk tabungan yang tersedia dalam bentuk konvensional dan syariah.

Nasabah juga akan mendapatkan fasilitas transaksi berupa Kartu ATM, Internet Banking dan Mobile Banking (SMS), memudahkan nasabah melakukan transaksi kapanpun dan dimanapun.

Bebas Tarik Tunai di Maybank ATM Malaysia, Singapura dan Brunei.

Nasabah tidak dikenakan biaya ketika melakukan transaksi tarik tunai dan info saldo melalui ATM Prima / ATM Bersama / ATM ALTO jika Saldo sebelum transaksi min. Rp 10 juta.

Sedangkan jika transaksi dengan saldo dibawah Rp10juta maka biaya transaskinya Rp 7.500 tarik tunai  dan Rp 4.000 cek info saldo.

Nasabah hanya bisa Tarik tunai per hari sebesar Rp 10 Juta

Untuk Buka Rekening tabungan reguler BII Maybank dapat dilakukan dikantor cabang terdekat untuk mengisi formulir permohonan pembukaan rekening baru, dengan menyerahkan setoran awal min. Rp500.000 dan bukti identitas diri (KTP atau SIM).

Persyaratan membuka rekening:

  • 1. Setoran awal tabungan: Rp500.000,-
  • 2. Mengisi formulir permohonan pembukaan rekening.
  • 3. Sertakan bukti identitas diri (KTP/SIM)
  • 4. Saldo Minimum Rp100.000

Nasabah dikenakan biaya administrasi bulanan rutin sebesar Rp12.000, Administrasi saldo kurang dari minimun (per bulan) Rp10.000, dan Biaya Penutupan rekening Rp50.000

Baca Juga : Tabunganku Bank BII Maybank

Nasabah tidak dikenakan biaya administrasi ATM, namun Jika ATM Hilang atau Rusak maka anda bisa menggantinya di kantor cabang dengan Biaya penggantian kartu Rp25.000.

Sedangkan untuk Penggantian buku tabungan karena rusak/hilang Rp10.000.

Previous articleKredit Pembiayaan Emas di BNI Syariah
Next articleKPR BRI Syariah – Setiap orang memiliki impian untuk bisa punya rumah sendiri atau tempat tinggi pribadi, terutama bagi mereka yang sudah membina rumah tangga tentu hal ini menjadi sebuah cita – cita besar yang harus diwujudkan, apalagi ketika sudah memiliki anak yang banyak. Dalam kesempatan ini anda bisa mengajukan kredit rumah melalui program KPR BRI Syariah. BRI Syariah memberikan peluang kepada anda untuk bisa mendapatkan rumah pribadi dengan mudah. Melalui KPR BRI Syariah anda dapat membeli rumah dengan cara kredit atau mengangsur dengan cicilan yang telah ditentukan bersama. BRI Syariah menggunakan prinsip jual beli “Murabahah”, yaitu dengan menetapkan harga jual rumah diawal dengan angsuran tetap perbulannya. Anda dapat menentukan rumah mana yang hendak dibeli kemudian mengajukan permohonan KPR ke BRI Syariah, dengan memenuhi semua persyaratan yang berlaku, termasuk memberikan Uang Muka, anda dapat mengangsur cicilan rumah dengan jangka waktu maksimal 15 tahun. [caption id="attachment_726" align="aligncenter" width="740"]KPR BRI Syariah KPR BRI Syariah[/caption] Limit Kredit yang dapat diajukan untuk pembelian rumah adalah Minimal Rp.25.000.000,- dan Maksimal Rp.3.500.000.000,- Persyaratan Umum Nasabah Nasabah yang hendak mengajukan KPR harus berkewarganegaraan Indonesia (WNI) dan merupakan Karyawan tetap dengan pengalaman kerja minimal 2 tahun atau Wiraswasta dengan  pengalaman usaha minimal 3 tahun atau Profesional dengan  pengalaman praktek minimal 2 tahun.  dan memberikan Jaminan berupa :
  • Sertifikat Tanah (SHGB dan SHM)
  • Izin Mendirikan Bangunan (IMB)
  • PBB terakhir
Usia minimal pada saat pembiayaan diberikan adalah 21 tahun dan maksimal usia pensiun untuk karyawan atau 65 tahun untuk wiraswasta dab profesional. Sebelumnya nasabah tidak pernah melakukan pembiayaan bermasalah, kemudian memiliki atau bersedia membuka rekening tabungan BRI Syariah. Persyaratan Dokumen Nasabah
  • Karyawan dengan penghasilan tetap
a.   Kartu Tanda Pengenal (KTP) b.  Kartu Keluarga dan Surat Nikah c.   Slip Gaji terakhir atau Surat Keterangan Gaji d.  Rekening koran/tabungan 3 bulan terakhir e.  NPWP pribadi untuk pembiayaan diatas Rp.50 juta
  • Wiraswasta
a.   Kartu Tanda Pengenal (KTP) b.   Kartu Keluarga dan Surat Nikah c.    Rekening koran/tabungan 3 bulan terakhir d.   Laporan Keuangan 2 tahun terakhir e.   Legalitas Usaha (Akte pendirian berikut perubahan terakhir, TDP, SIUP, NPWP) f.    NPWP pribadi untuk pembiayaan diatas Rp.50 juta
  • Profesional
a.   Kartu Tanda Pengenal (KTP) b.   Kartu Keluarga dan Surat Nikah c.    Rekening koran/tabungan 3 bulan terakhir d.   Izin praktek yang masih berlaku e.   NPWP pribadi untuk pembiayaan diatas Rp.50 juta Jangka Waktu
  1. Minimum 12 bulan
  2. Maksimum 15 tahun untuk KPR iB yang bertujuan :
    1. Pembelian Rumah baik dalam kondisi baru (rumah jadi atau indent) dan rumah bekas pakai (second)
    2. Pembelian bahan bangunan untuk Pembangunan Rumah Baru
    3. Maksimum 10 tahun untuk
      1. Pembelian Apartemen
      2. Pembelian Rumah Toko dan Rumah Kantor
      3. Pembelian bahan bangunan untuk Renovasi Rumah
      4. Take Over Pembiayaan Rumah
    4. Maksimum 5 tahun
Bank Finance (Pembiayaan Bank)
  1. Pembelian Rumah
    1. Baru, maksimum 90% dari penawaran developer atau nilai pasar yang ditetapkan penilai jaminan Bank atau Harga Jual Rumah, mana yang lebih rendah
    2. Bekas, maksimum 80% dari nilai pasar (ditetapkan penilai jaminan Bank)
    3. Pembangunan Rumah
      1. Maksimum 80% dari Rencana Anggaran Biaya, selama tidak lebih besar dari nilai tanah yang dijaminkan
      2. Penarikan secara bertahap sesuai progres, maksimal selama 6 bulan
    4. Renovasi Rumah
      1. Maksimum 100% dari Rencana Anggaran Biaya selama tidak lebih besar dari nilai tanah yang dijaminkan
      2. Penarikan secara bertahap berdasarkan progress, maksimal 6 bulan
    5. Take Over Pembiayaan Rumah
      1. 100% dari Outstanding pembiayaan Bank Konventional/Bank Syariah dan/atau 80% dari nilai pasar yang ditetapkan penilai jaminan Bank (mana yang terendah)
    6. Pembiayaan Tanah
      1. maksimum 70% dari harga penawaran pengembang (developer) atau nilai pasar yang ditetapkan penilai jaminan Bank dengan pembatasan bahwa untuk tanah real estate, harus dengan developer yang sudah bekerjasama dengan Bank
      2. maksimum 50% dari nilai pasar yang ditetapkan penilai jaminan Bank untuk tanah yang di luar perumahan/RE
    7. Pembiayaan Apartemen
      1. maksimum 70% dari harga penawaran pengembang (developer) yang sudah bekerjasama dengan Bank
      2. maksimum 80% nilai pasar yang ditetapkan penilai jaminan Bank
    8. Pembelian Ruko/Rukan
      1. maksimum 70% dari harga penawaran pengembang (developer) yang sudah bekerjasama dengan Bank
      2. maksimum 80% nilai pasar yang ditetapkan penilai jaminan Bank

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here