KPR BRI Syariah – Setiap orang memiliki impian untuk bisa punya rumah sendiri atau tempat tinggi pribadi, terutama bagi mereka yang sudah membina rumah tangga tentu hal ini menjadi sebuah cita – cita besar yang harus diwujudkan, apalagi ketika sudah memiliki anak yang banyak. Dalam kesempatan ini anda bisa mengajukan kredit rumah melalui program KPR BRI Syariah. BRI Syariah memberikan peluang kepada anda untuk bisa mendapatkan rumah pribadi dengan mudah. Melalui KPR BRI Syariah anda dapat membeli rumah dengan cara kredit atau mengangsur dengan cicilan yang telah ditentukan bersama. BRI Syariah menggunakan prinsip jual beli “Murabahah”, yaitu dengan menetapkan harga jual rumah diawal dengan angsuran tetap perbulannya. Anda dapat menentukan rumah mana yang hendak dibeli kemudian mengajukan permohonan KPR ke BRI Syariah, dengan memenuhi semua persyaratan yang berlaku, termasuk memberikan Uang Muka, anda dapat mengangsur cicilan rumah dengan jangka waktu maksimal 15 tahun. [caption id="attachment_726" align="aligncenter" width="740"]KPR BRI Syariah KPR BRI Syariah[/caption] Limit Kredit yang dapat diajukan untuk pembelian rumah adalah Minimal Rp.25.000.000,- dan Maksimal Rp.3.500.000.000,- Persyaratan Umum Nasabah Nasabah yang hendak mengajukan KPR harus berkewarganegaraan Indonesia (WNI) dan merupakan Karyawan tetap dengan pengalaman kerja minimal 2 tahun atau Wiraswasta dengan  pengalaman usaha minimal 3 tahun atau Profesional dengan  pengalaman praktek minimal 2 tahun.  dan memberikan Jaminan berupa :
  • Sertifikat Tanah (SHGB dan SHM)
  • Izin Mendirikan Bangunan (IMB)
  • PBB terakhir
Usia minimal pada saat pembiayaan diberikan adalah 21 tahun dan maksimal usia pensiun untuk karyawan atau 65 tahun untuk wiraswasta dab profesional. Sebelumnya nasabah tidak pernah melakukan pembiayaan bermasalah, kemudian memiliki atau bersedia membuka rekening tabungan BRI Syariah. Persyaratan Dokumen Nasabah
  • Karyawan dengan penghasilan tetap
a.   Kartu Tanda Pengenal (KTP) b.  Kartu Keluarga dan Surat Nikah c.   Slip Gaji terakhir atau Surat Keterangan Gaji d.  Rekening koran/tabungan 3 bulan terakhir e.  NPWP pribadi untuk pembiayaan diatas Rp.50 juta
  • Wiraswasta
a.   Kartu Tanda Pengenal (KTP) b.   Kartu Keluarga dan Surat Nikah c.    Rekening koran/tabungan 3 bulan terakhir d.   Laporan Keuangan 2 tahun terakhir e.   Legalitas Usaha (Akte pendirian berikut perubahan terakhir, TDP, SIUP, NPWP) f.    NPWP pribadi untuk pembiayaan diatas Rp.50 juta
  • Profesional
a.   Kartu Tanda Pengenal (KTP) b.   Kartu Keluarga dan Surat Nikah c.    Rekening koran/tabungan 3 bulan terakhir d.   Izin praktek yang masih berlaku e.   NPWP pribadi untuk pembiayaan diatas Rp.50 juta Jangka Waktu
  1. Minimum 12 bulan
  2. Maksimum 15 tahun untuk KPR iB yang bertujuan :
    1. Pembelian Rumah baik dalam kondisi baru (rumah jadi atau indent) dan rumah bekas pakai (second)
    2. Pembelian bahan bangunan untuk Pembangunan Rumah Baru
    3. Maksimum 10 tahun untuk
      1. Pembelian Apartemen
      2. Pembelian Rumah Toko dan Rumah Kantor
      3. Pembelian bahan bangunan untuk Renovasi Rumah
      4. Take Over Pembiayaan Rumah
    4. Maksimum 5 tahun
Bank Finance (Pembiayaan Bank)
  1. Pembelian Rumah
    1. Baru, maksimum 90% dari penawaran developer atau nilai pasar yang ditetapkan penilai jaminan Bank atau Harga Jual Rumah, mana yang lebih rendah
    2. Bekas, maksimum 80% dari nilai pasar (ditetapkan penilai jaminan Bank)
    3. Pembangunan Rumah
      1. Maksimum 80% dari Rencana Anggaran Biaya, selama tidak lebih besar dari nilai tanah yang dijaminkan
      2. Penarikan secara bertahap sesuai progres, maksimal selama 6 bulan
    4. Renovasi Rumah
      1. Maksimum 100% dari Rencana Anggaran Biaya selama tidak lebih besar dari nilai tanah yang dijaminkan
      2. Penarikan secara bertahap berdasarkan progress, maksimal 6 bulan
    5. Take Over Pembiayaan Rumah
      1. 100% dari Outstanding pembiayaan Bank Konventional/Bank Syariah dan/atau 80% dari nilai pasar yang ditetapkan penilai jaminan Bank (mana yang terendah)
    6. Pembiayaan Tanah
      1. maksimum 70% dari harga penawaran pengembang (developer) atau nilai pasar yang ditetapkan penilai jaminan Bank dengan pembatasan bahwa untuk tanah real estate, harus dengan developer yang sudah bekerjasama dengan Bank
      2. maksimum 50% dari nilai pasar yang ditetapkan penilai jaminan Bank untuk tanah yang di luar perumahan/RE
    7. Pembiayaan Apartemen
      1. maksimum 70% dari harga penawaran pengembang (developer) yang sudah bekerjasama dengan Bank
      2. maksimum 80% nilai pasar yang ditetapkan penilai jaminan Bank
    8. Pembelian Ruko/Rukan
      1. maksimum 70% dari harga penawaran pengembang (developer) yang sudah bekerjasama dengan Bank
      2. maksimum 80% nilai pasar yang ditetapkan penilai jaminan Bank

KPR BRI Syariah – Setiap orang memiliki impian untuk bisa punya rumah sendiri atau tempat tinggi pribadi, terutama bagi mereka yang sudah membina rumah tangga tentu hal ini menjadi sebuah cita – cita besar yang harus diwujudkan, apalagi ketika sudah memiliki anak yang banyak. Dalam kesempatan ini anda bisa mengajukan kredit rumah melalui program KPR BRI Syariah.

BRI Syariah memberikan peluang kepada anda untuk bisa mendapatkan rumah pribadi dengan mudah. Melalui KPR BRI Syariah anda dapat membeli rumah dengan cara kredit atau mengangsur dengan cicilan yang telah ditentukan bersama. BRI Syariah menggunakan prinsip jual beli “Murabahah”, yaitu dengan menetapkan harga jual rumah diawal dengan angsuran tetap perbulannya.

Anda dapat menentukan rumah mana yang hendak dibeli kemudian mengajukan permohonan KPR ke BRI Syariah, dengan memenuhi semua persyaratan yang berlaku, termasuk memberikan Uang Muka, anda dapat mengangsur cicilan rumah dengan jangka waktu maksimal 15 tahun.

KPR BRI Syariah
KPR BRI Syariah

Limit Kredit yang dapat diajukan untuk pembelian rumah adalah Minimal Rp.25.000.000,- dan Maksimal Rp.3.500.000.000,-

Persyaratan Umum Nasabah

Nasabah yang hendak mengajukan KPR harus berkewarganegaraan Indonesia (WNI) dan merupakan Karyawan tetap dengan pengalaman kerja minimal 2 tahun atau Wiraswasta dengan  pengalaman usaha minimal 3 tahun atau Profesional dengan  pengalaman praktek minimal 2 tahun.  dan memberikan Jaminan berupa :

  • Sertifikat Tanah (SHGB dan SHM)
  • Izin Mendirikan Bangunan (IMB)
  • PBB terakhir

Usia minimal pada saat pembiayaan diberikan adalah 21 tahun dan maksimal usia pensiun untuk karyawan atau 65 tahun untuk wiraswasta dab profesional. Sebelumnya nasabah tidak pernah melakukan pembiayaan bermasalah, kemudian memiliki atau bersedia membuka rekening tabungan BRI Syariah.

Persyaratan Dokumen Nasabah

  • Karyawan dengan penghasilan tetap

a.   Kartu Tanda Pengenal (KTP)
b.  Kartu Keluarga dan Surat Nikah
c.   Slip Gaji terakhir atau Surat Keterangan Gaji
d.  Rekening koran/tabungan 3 bulan terakhir
e.  NPWP pribadi untuk pembiayaan diatas Rp.50 juta

1
2
3
Previous articleBuka Tabungan Reguler Bank BII Maybank, Setoran Awal Rp 500 Ribu
Next articleNaik Haji merupakan Ibadah utama yang diimpikan oleh semua muslim, untuk bisa mewujudkan nya kita perlu melakukan menegemen keuangan dengan baik untuk menyisihkan sebagaian penghasilan dan ditabung untuk biaya naik haji, apalagi biaya naik haji tidak lah sedikit yaitu untuk mendapatkan kursi keberangkatan kita harus membayar Rp25juta. Agar rencana lebih terarah maka perlu membuka tabungan khusus untuk Haji. Kita bisa membuka tabungan haji di BRI Syariah, karena BRI syariah juga memiliki produk tabungan haji iB yang bisa dibuka hanya dengan memberikan setoran awal Rp50ribu , dan anda bisa melakukan setoran tabungan minimal Rp10ribu, semakin rutin dan besar setoran nya maka dana yang terkumpul untuk mendaftar haji semakin cepat. [caption id="attachment_733" align="aligncenter" width="614"]Tabungan Ibadah Haji BRI Tabungan Ibadah Haji BRI[/caption] Tabungan Haji BRI Syariah ini menggunakan Prinsip Syariah dengan Akad Mudharabah Muthlaqah dengan bagi hasil yang kompetitif, mata uang yang digunakan menggunakan Rupiah. Dengan tabungan haji maka rencana persiapan untuk ibadah haji lebih fokus, karena saldo didalam tabungan tidak bisa ditarik atau digunakan untuk yang lainnya, fokus untuk dana haji, ketika terkumpul Rp25juta maka akan langsung digunakan untuk mendaftar.

Syarat dan Ketentuan

  • Mengisi Formulir di Kantor Cabang BRI Syariah
  • Melampirkan fotokopi KTP (Kartu Tanda Penduduk)
  • Melampirkan fotokopi NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak)
Nasabah hanya akan difasilitasi berupa buku tabungan untuk melihat mutasi setoran yang dilakukan selama menabung untuk merencanakan biaya ibadah haji. Nasabah tidak dikenakan biaya administrasi bulanan alias Gratis. Pastikan anda terus melakukan setoran rutin karena jika rekening anda masuk kedalam kategori pasif maka sistem akan menarik biaya Rp10.000. Baca Juga : Tabungan Haji Bank BRI Konvensional

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here