4 Tips Mengatur Keuangan Saat Miliki Anak Pertama

Kebutuhan Anak Pertama

Bagi pasangan suami istri (keluarga muda) memiliki seorang bayi merupakan anugrah yang luar biasa. Banyak dari mereka yang rela melakukan apa saja agar bisa mendapatkan momongan.  

Ketika telah memiliki bayi maka perjuangan orangtua tidak cukup sampai disitu, untuk memenuhi kebutuhan anak pertamanya maka ada beberapa hal yang harus dilakukan terutama dalam hal perencanaan keuangan.

Sebagai pasangan muda yang telah di karuniai anak maka perlu mempersiapkan finansial kebutuhan anak tersebut, terkadang masalah ini sering terabaikan oleh kebanyakan pasangan muda. Ketika anak tumbuh dewasa maka kebutuhan akan lebih besar, maka itu lah yang perlu dipersiapkan sedini mungkin.

Untuk menghindari terjadinya hal tersebut, berikut beberapa tips mengatur kuangan  yang dapat Anda gunakan seperti yang dilansir dari laman cbsnews.com :

1. Asuransi kesehatan

Perlukan sebuah asuransi kesehatan untuk anak? Kalau ditanya perlu atau tidak maka jawabnya jelas perlu. Apalagi seorang anak lebih rentan terserang penyakit, maka dengan asuransi kesehatan ekonomi anda akan tetap stabil ketika anak jatuh sakit, karena biaya pengobatan yang datangnya tiba-tiba dan jumlahnya tak terduga akan ditanggung pihak asuransi, seperti asuransi BPJS Kesehatan, asuransi prudential, asuransi Axa dll.

2. Menabung untuk pendidikan seawal mungkin

Selain kebutuhan pokok bagi anak seperti makanan dan pakain juga perlu dipikirkan tentang pendidikan anak. Biaya yang dibutuhkan untuk pendidikan anak cukup dibilang tinggi maka anda perlu mempersiapkan nya sedini mungkin.

Anda dapat membuka tabungan khusus seperti tabungan rencana pendidikan dalan jangka waktu tertentu, jadi ketika anak sudah dewasa dan masuk sekolah, anda sudah tidak kebingunan soal dana. Karena sudah anda persiapkan sejak awal. Atau anda bisa memilih investasi seperti deposito, reksadana, investasi emas.

Produk deposito berjangka cocok bagi pasangan muda dengan penghasilan yang besarannya tidak tentu setiap bulannya. Sedangkan asuransi pendidikan lebih tepat bagi para orang tua yang memiliki penghasilan tetap. Cara mana pun yang dipilih, cobalah untuk konsisten menjalankannya.

3. Berhemat dalam memilih produk

Ketika memiliki seorang bayi, apalagi anak pertama sebagian orangtua lebih cenderung ingin membeli ini itu untuk sang buah hati seperti ingin membeli pakaian, mainan, sepatu dan lainnya. Namun, sebelum membeli barang-barang tersebut anda perlu mempertimbangan sejauh mana barang tersebut bermanfaat untuk anak.

Melakukan penghematan jangka pendek seperti membeli pakaian pada jumlah yang cukup pada harga yang normal, berarti Anda sebenarnya juga sudah menabung bagi keperluan jangka panjang dan menengah anak.

4. Fleksibel mengatur keuangan

Tidak peduli sebaik apa Anda mengatur keuangan sebelum sang buah hati lahir, terkadang ada saja perubahan-perubahan yang harus Anda sesuaikan. Misalnya, Anda mungkin berencana untuk kembali bekerja setelah memiliki anak, tetapi dengan tuntutan dan kebutuhan yang Anda harus penuhi, Anda akhirnya lebih memilih untuk tinggal di rumah dengan anak Anda. Jangan khawatir apabila rencana Anda berubah di tengah jalan. Semuanya akan tetap baik-baik saja selama Anda siap dengan segala resikonya.