Syarat Beli Rumah Bersubsidi dari Program Pak Jokowi

 

Rumah Bersubsidi

Rumah Bersubsidi

Dibawah pemerintahan pak jokowi, pemerintah menjanjikan akan membuat 1 juta unit rumah yang diperuntukan bagi masyarakat yang memiliki penghasilan rendah (MBR). Pemerintah akan membangun dengan beberapa tahap yaitu pertama akan dibangun  331.693 unit rumah di 16 provinsi pada bulan April lalu.

Dari banyaknya rumah yang akan dibangun yaitu satu juta unit tersebut, ada 480 ribu unit yang merupakan  rumah bersubsidi yang dapat diakses melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembangunan Perumahan (FLPP). Rumah yang dibangun dengan tipe tipe 27, 36, dan 38.

Salah satu bank yang ikut ambil bagian untuk memasarkan kredit pembiayaan rumah adalah Bank BTN. Dengan begitu, masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dapat mengaksesnya melalui Kredit Pemilikan Rumah (KPR) melalui bank tersebut. Agar tepat sasaran, pemerintah menetapkan beberapa persyaratan bagi MBR yang hendak mengajukan pembiayaan KPR Rumah bersubsidi :

  • Belum Punya Rumah (Rumah Pertama)
  • Batasan Penghasilan yaitu maksimal Rp 4.5 juta

Bagi pekerja yang ada di Sektor Informal merupakan target utama karena kebanyakan dari mereka belum memiliki rumah, walaupun belum memiliki penghasilan tetap juga bisa beli rumah melalui program Rumah Bersubsidi ini.

“Tukang bakso, tukang jahit yang tidak punya slip gaji jua tetap bisa membeli rumah bersubsidi. Kan bisa dirata-ratakan, sehari jualan bakso sekian, penjualan sekian. Nah itu bisa dirata-ratakan berapa penghasilannya”

Sementara itu, di samping syarat umum seperti yang dijelaskan di atas, ada beberapa syarat khusus yang harus dipatuhi oleh si calon pembeli yang ingin membeli rumah bersubsidi melalui skema KPR FLPP ini. “Syaratnya seperti mengajukan KPR pada umumnya. Seperti fotocopy KTP, KK, pas foto, NPWP, dan dokumen penunjang lainnya”




Silahkan Tinggalkan Komentar