Pertanyaan yang sering ditanyakan Saat Wawancara Pengajuan KPR

Pertanyaan Wawancara KPR

Berapa lama harus mengumpulkan uang sejumlah harga rumah yang ingin dibeli dengan gaji yang pas – pasan, belum lagi harga rumah semakin mahal. Maka lebih baik membeli rumah dengan cara kredit, anda dapat membeli rumah dengan membayar angsuran setiap bulan sesuai dengan ketentuan bank yang berlaku.

Kredit rumah melalui bank disebut dengan istilah KPR (Kredit Kepemilikan Rumah), saat mencicil kreditan anda sudah diperbolehkan untuk menempati rumah tersebut. Mengajukan KPR tidak sulit seperti yang dibayangkan jika mengetahui beberapa prosedur yang harus dilakukan salah satunya dengan mengikuti wawancara.

Benar sekali, Wawancara merupakan salah satu tahap yang harus dilewati saat mengajukan permohonan Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Tahap ini dapat menentukan bahwa anda layak mendapat bantuan KPR dengan menerima pengajuan anda, atau sebaliknya KPR anda ditolak.

Tahap Wawancara dilakukan untuk mengetahui kemampuan nasabah (pemohon kredit), untuk mengantisipasi tidak mampu membayar cicilan. Saat wawancara tidak disarankan untuk berbohong, jawab saja sesuai dengan keadaan sebenarnya, sesuai kemampuan anda jangan dibuat – buat.


Saat wawancara berpakaianlah dengan rapi dan ikuti proses wawancara ini dengan penuh percaya diri. Karena proses wawancara KPR tidak sesulit apa yang anda kira. Agar anda mudah menjawab, inilah beberapa pertanyaan yang sering ditanyakan bank kepada nasabah yang mengajukan Kredit.

1. Apa Jenis Pekerjaan Anda?

Syarat utama yang harus dipenuhi yaitu anda harus sudah memiliki pekerjaan tetap, maka jika anda sudah menjadi memiliki pekerjan tetap sesuai dengan data yang diisi pada form saat wawancara anda akan ditanya apa jenis pekerjaan anda?karena risiko untuk terjadinya kredit macet akan lebih kecil. Namun jika Anda belum menjadi seorang karyawan tetap, jelaskan bahwa Anda sudah memiliki pengalaman kerja yang cukup lama.

2. Berapa Jumlah Penghasilan Anda?

Tentu Penghasilan ada kaitannya dengan KPR, karena anda akan memiliki kewajiban untuk melunasi kredit yang anda ajukan sesuai dengan permohonan. Anda akan ditanya berapa jumlah penghasilan bulanan yang diperoleh, penghasilan anda akan di hitung dan dirinci oleh bank untuk menentukan berapa besar cicilan yang tepat untuk anda dengan jangka waktu yang tidak memberatkan. Sebaiknya, ajukan jumlah cicilan yang masuk akal, atau sekitar 25% dari pendapatan Anda.

3. Berapa Pengeluaran Rutin Bulanan Anda?

Hal ini terkait dengan berapa jumlah pengeluaran wajib, baik itu uang makan dalam sebulan hingga uang sewa kontrakan/indekos. Akan lebih masuk akal jika pendapatan yang sudah dikurangi pengeluaran rutin jumlahnya tidak lebih tinggi dari cicilan kredit per bulannya.

4. Apakah anda memiliki Kredit Lain yang Belum Lunas?

Jika masih ada beban kredit lain seperti kredit kendaraan dengan jumlah 40 persen atau lebih, maka sudah dapat dipastikan bahwa Anda akan sangat sulit mendapat pinjaman KPR. Persentase itu disebut juga dengan debt ratio (rasio pinjaman). Kebanyakan, pihak bank hanya mamaklumi debt ratio yang tak lebih dari 30%.

Sumber : Rumahku.com , Dream.co.id