Biaya Tutup Rekening BNI Taplus dan Taplus Muda

Cara Tutup Rekening BNI

Apabila nasabah ingin menutup rekening tabungan di Bank BNI maka nasabah bisa langsung pergi ke kantor cabang Bank BNI tempat dimana membuka rekening pada jam dan hari kerja, bawa semua persyaratan untuk penutupan rekening.

Syarat yang dibutuhkan untuk menutup rekening BNI Taplus dan Taplus Muda hanya membawa Kartu Identitas (KTP), Buku Tabungan, Kartu ATM dan Token (jika ada). Selanjutnya nasabah diwajibkan mengisi surat permohonan penutupan rekening yang disetujui dan ditanda tangani nasabah.

Dalam penutupan rekening tidak boleh diwakilkan jadi penutupan hanya dapat dilakukan pemilik rekening sendiri. Saldo tabungan yang masih ada dalam rekening akan langsung di cairkan dan diberikan kepada nasabah sesuai dengan yang ada di rekening, tidak kurang dan tidak lebih.

Setiap penutupan rekening di bank terdapat biaya administrasi penutupan tak terkecuali bagi nasabah Bank BNI yang ingin menutup rekening nya. Biaya penutupan rekening akan di ambil dari saldo tabungan (jika ada saldo), jika tidak ada maka dibayar tunai oleh nasabah langsung melalui teller bank.

Adapun biaya penutupan rekening sebagai berikut :

Biaya untuk BNI Taplus : Rp 10.000

Biaya Untuk BNI Taplus Muda : Rp 50.000

Setelah rekening berhasil ditutup maka Buku Tabungan anda akan digunting pada bagian nama dan rekening. Kemudian Buku Tabungan dan Kartu ATM akan dikembalikan lagi kepada nasabah, tapi kartu ATM sudah tidak bisa digunakan lagi, bisa menjadi kenang-kenangan. 😀

Previous articleKredit Rumah dengan Gaji 3 Juta Seorang karyawan dari sebuah perusahaan swasta melakukan konsultasi kepada pakar keuangan menayakan bahwa dirinya telah memilik penghasilan (gaji) sekitar Rp 3 juta perbulan dan berniat ingin membeli sebuah rumah. Bisa atau tidak? dan bagaimana cara men gatur keuangan agar bisa membeli rumah yang diinginkan. Kami yakin anda juga memiliki keinginan yang sama untuk bisa memiliki rumah pribadi sebagai tempat tinggal bersama keluarga (istri dan anak). Penghasilan berapa pun bisa memiliki rumah pribadi tergantung pola hidup yang di jalani. Khusus bagi karyawan, karyawan atau pegawai tetap memiliki keunggulan tersendiri dibandingkan yaitu memiliki penghasilan rutin setiap bulan dalam bentuk gaji pokok. Jika anda termasuk didalamnya maka anda perlu mengelola gaji (keuangan) untuk berbagai pos pengeluaran termasuk menyisihkan sebagian untuk ditabung guna memenuhi tujuan tertentu. Apa bila tujuan anda ingin membeli rumah dengan penghasilan (gaji) Rp 3 juta perbulan maka disarankan untuk menyisihkan uang setidaknya Rp 300 ribu dari penghasilan bulanan anda sampai uang muka untuk beli rumah terkumpul. Apabila uang muka sudah terkumpul sesuai dengan harga rumah yang ingin dibeli, maka anda bisa mengajukan KPR di Bank. Karena langkah ini menjadi solusi yang paling cepat dilakukan untuk segera memiliki rumah dengan harga saat ini, karena kalau menunggu memiliki uang tunai (cash) maka biaya beli rumah akan terus naik. Hal yang harus anda pertimbangkan ertama adalah mampukan anda melakukan pembayaran cicilan KPR Bank tersebut, anda dapat menghitung kemampuan anda berdasarkan penghasilan dan pengeluaran rutin bulanan anda. Suatu keuangan yang sehat mensyaratkan perbandingan kemampuan pelunasan utang maksimal sebesar 35% dari penghasilan rutin. Simulasi dari Detik Finance dengan Penghasilan 3 Juta : Dengan Gaji 3 Juta yang anda milik itu berarti maksimal cicilan utang yang disarankan untuk Anda adalah Rp 1.050.000 per bulan. Nominal tersebut mencakup seluruh cicilan utang yang ada seperti cicilan kartu kredit dan cicilan utang lainnya. Apabila saat ini Anda telah memiliki cicilan utang lainnya maka kemampuan cicilan KPR Anda semakin berkurang. Pertimbangan kedua adalah menghitung kemampuan maksimum utang KPR. Dengan menggunakan asumsi bunga KPR 12% dan cicilan sebesar Rp 1.050.000 per bulan selama 15 tahun, maka maksimum harga rumah yang bisa Anda beli saat ini adalah Rp 134,5 juta. Pengajuan KPR di Indonesia hanya menanggung 65% dari harga rumah yang diajukan. Sehingga Anda perlu menyiapkan dana sebesar Rp 47 juta untuk uang muka. 
Next articleModal Bisnis Dalam memulai sebuah bisnis banyak hal yang dapat dilakukan untuk bisa bersaing dengan pembisnis lainnya, apalagi bisnis yang dijalankan dalam bidang yang sama. Namun faktor terpenting dalam membangun bisnis yang tidak boleh dilupakan adalah memiliki modal usaha yang cukup. Terutama ketika ingin mengekspansikan bisnis yang sedang dijalankan. Tanpa ada nya modal tentu seseorang akan mengalami kesuitan dalam mengembangkan bisnis, karena memang semuanya membutuhkan modal. Modal yang dimaksud kan disini adalah Modal Usaha dalam bentuk Uang (dana). Jika anda mengalami kebingungan mendapatkan modal usaha maka kami akan memaparkan sedikit mengenai sumber dana yang bisa anda dapatkan, pada dasarnya sumber dana dapat diperoleh darimana saja, tergantung kemauan. Setidaknya ada 5 cara yang bisa anda lakukan untuk bisa mendapatkan dana sebagai tambahan modal usaha. Silahkan anda eksekusi mana yang ingin anda lakukan untuk mendapatkan modal usaha tersebut, kutipan ini kami dapat dari Finance Bisnis. Menabung Menabung merupakan salah satu cara terbaik yang bisa anda lakukan untuk bisa mendapatkan tambahan modal usaha tanpa harus memikirkan hutang yang harus dikembalikan. Semua hasil dari bisnis yang anda jalankan mutlak menjadi milik anda karena sumber dana didapat dari anda sendiri. Untuk itu anda bisa memperhitungkan seberapa banyak modal yang anda butuhkan dan kapan modal tersebut ingin anda gunakan, anda bisa mengatur target perencanaan waktu. Bicara soal waktu ini lah yang menjadi kelemahannya, apalagi modal yang diperlukan harus ada saat ini juga. Agar target tabungan dapat tercapai dengan baik dan lebih efektif maka sebaiknya anda membuka tabungan rencana di bank mandiri dengan jangka waktu tertentu sehingga anda tidak bisa menggunakan dana sebelum waktu yang disepakati, ini menjadikan anda lebih terkontrol dalam menabung. Bekerja Sama dengan Rekan Bisnis Anda juga bisa menjalin kerjasama dengan rekan bisnis, siapa yang kiranya anda percaya baik itu teman atau keluarga untuk menjalankan ide bisnis yang anda miliki. Anda akan mendapatkan modal tambahan usaha sekaligus bantuan saran atau ide dari rekan bisnis anda tersebut dalam menjalankan kegiatan operasional bisnis. Jika anda ingin mengajak sesorang menjadi rekan bisnis harus direncanakan sebaik mungkin, sehingga saling mengerti dalam pembagian tanggung jawab. Sebaiknya buatlah perjanjian secara tertulis diatas materai dalam menjalin kerjasama ini sebagai antisipasi di masa depan. Mencari Pemegang Saham (Investor) Anda bisa mencari Investor atau seorang pemegang saham, sebagai seorang investor mereka tidak terlalu banyak terlibat dalam bisnis atau usaha yang anda jalankan. Tugas mereka hanyalah memberikan dana sebagai modal usaha, yang kemudian mereka mendapatkan bagi hasil atas keuntungan yang anda dapatkan sesuai dengan kesepakatan. Maka dari itu untuk mencari calon investor anda perlu membuat proposal bisnis yang menjelaskan tentang usaha yang akan dijalankan, strategi yang akan dikembangkan, dan tawaran keuntungan dalam sebuah prediksi yang akan anda capai, sistem bagi hasil dan lain-lain termasuk resiko yang kemungkinan terjadi. Pengajuan Pinjaman Pribadi di Bank Bicara soal pinjaman, hindari pinjaman yang berhubungan dengan rentenir (lintah darat) sekalipun modal yang anda dapat dari rentenir untuk modal usaha, karena jarang sekali sejarahnya pinjam uang di rentenir itu bakalan untung, karena suku bunga yang diberikan sangat tinggi yang justru hutang akan mencekik anda. Anda dapat mengajukan pinjaman di Bank seperti di Bank BRI, Bank Mandiri, Bank BNI, Bank BTN atau yang lainnya. Apalagi saat ini dibank tersebut telah menyiapkan dana KUR untuk Modal Usaha, Pengajuan KUR sangat modah prosesnya. Kartu Kredit Sebagian pembisnis menggunakan Kartu Kredit sebagai jalan keluar untuk mendapatkan Modal Usaha. Walau begitu untuk bisa mendapatkan kartu kredit dari bank tidaklah mudah, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi termasuk soal pendapatan minimal perbulan yang anda nasabah dapatkan, dan kartu kredit pun terdapat limit kredit tertentu. Namun, perhatikanlah bahwa dengan cara ini, terdapat syarat dan ketentuan bank yang menerbitkan kartu kredit. Seperti bunga per bulannya, batas minimum saldo, deadline pembayaran, dan besarnya denda jika telat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here