Membuat Tusuk Sate menjadi Peluang Usaha yang Menjanjikan

Pengerajin Tusuk Sate di Malang

Jangan anggap remeh dengan “tusuk sate“, ternyata permintaan tusuk sate sangat tinggi seiring dengan beraneka ragamnya jenis makanan yang menggunakan tusuk sate seperti Sate, Sosis Bakar, Bakso Bakar,Cilung dan sebagainya.

Proses pembuatan tusuk sate sangat mudah dan sederhana, tidak harus membutuhkan pendidikan yang tinggi. Bermodalkan bambu petung Suntari seorang perajin tusuk sate asal Benjor, kecamatan Tumpang, Kab. Malang ini telah memiliki puluhan karyawan.

Bambu Petung yang berukuran segala, dipotong kecil dan ukuran panjang sesuai permintaan lalu dijemur dibawah terik matahari. Setelah bambu kering selanjutnya diserut menggunakan mesin agar memiliki bentuk bulat dan tidak meninggalkan serabut.

Tusuk sate yang sudah jadi langsung di jual ke pengepul, Ukuran tusuk sate dari bambu yang dibuat memiliki ukuran 31 cm sampai 68 cm, tergantung permintaan. 

  1. Ukuran 12 cm untuk tusuk pentol bakso,
  2. Ukruan 15 cm untuk tusuk tempura,
  3. Ukuran 22 cm untuk tusuk sate,
  4. Ukuran 32 untuk tusuk sempol
  5. Ukuran 28 cm untuk Batang Dupa.
  6. dan sebagainya…

Tusuk sate ayam dan kambing memiliki perbedaan diameter, Tusuk sate kambing memiliki diameter yang lebih besar dibandingkan tusuk sate ayam dan memiliki ujung yang runcing. Jika anda tertarik, anda bisa mencobanya.

“Beli mesin pembuat tusuk sate di Tokopedia, dijual dengan harga Rp3 jutaan, mesin ini dapat membuat 1500 tusuk per jam, selanjutnya anda bisa mencari bahan baku (bambu petung) diperkampungan”

Untuk menghasilkan tusuk sate yang berkualitas maka dibuat pada saat musim kemarau. Permintaan tusuk sate setiap hari pasti ada dan stabil, apalagi kalau memasuki hari raya Qurban, penjualan tusuk sate lebih banyak.

Usaha ini nyaris tanpa limbah. Karena limbahnya hanya hasil serutan bambu, tapi tetap berguna sebagai bahan bakar di tungku dapur.