syarat yang harus dipenuhi vtube agar legal

4 Syarat Yang Harus dipenuhi VTUBE Agar Jadi Legal

VTUBE semakin unik untuk dibahas, sebuah bisnis yang mengandung pro dan kontra.

Para member tentu akan pro dengan VTUBE sehingga terus mendukung agar bisnis ini terus berjalan dan bisa memberikan penghasilan kepada semua member yang sudah bergabung.

Disisi lain ada orang-orang yang kontra dengan VTUBE, bahkan menganggap VTUBE ini sebagai bisnis penipuan yang berkedok bisnis periklanan dengan skema ponzi (member get member).

Sehingga membuat mereka tidak percaya kalau bisa dapat uang hanya dengan VTUBE. Terlebih lagi bisnis ini, telah masuk kedaftar bisnis investasi ilegal oleh SWI.

Bagaimana menurut kalian?

4 Syarat Yang Harus dipenuhi VTUBE Agar Jadi Legal

syarat yang harus dipenuhi vtube agar legal
syarat yang harus dipenuhi vtube agar legal

Pihak nya, TUBE saat ini masih melakukan koordinasi oleh lembaga terkait untuk bisa mendapatkan ijin legal agar bisnis ini terus berjalan dan dapat memberikan keuntungan bagi para member dan leader-leader.

Karena VTUBE merupakan sebuah inovasi digital yang mungkin saja bisa memberikan peluang untuk meningkatkan pendapatan masyarakat tanpa merugikan masyarakat yang lain.

Maka dalam hal ini OJK telah memberikan kesempatan kepada VTUBE untuk memenuhi beberapa persyaratan agar dapat di normalisasi (dihabus dari daftar investasi ilegal).

Berikut ini adalah 4 syarat yang harus dipenuhi VTUBE:

1. Harus Menggunakan Rupiah Dalam Transaksi

Seperti dalam promosinya bahwa member akan dibayar karena menonton iklan.

Hal ini harus direalisasikan oleh VTUBE dalam bentuk mata uang Rupiah (dalam saldo digital), bukan seperti yang terjadi saat ini yaitu member hanya diberi VP (views point) dan harus dijual agar bisa cair.

Artinya, member harus mendapatkan Rp setelah menonton iklan.

2. Tidak Diperbolehkan Pakai Kode Referral

Kode Referral merupakan sebuah bentuk promosi untuk mencari member baru, sehingga upline mendapatkan keuntungan setelah mengajak orang lain bergabung dan begitu seterusnya.

Praktik seperti ini merupakan sebuah ciri dari MLM atau Skema Ponzi.

Maka dari itu, VTUBE dilarang menggunakan mekanisme rekrutmen menggunakan kode referral karena VTUBE merupakan kegiatan bisnis periklaan, sehingga tidak seharusnya menggunakan konsep bisnis jaringan.

3. Tampung Transaksi Pengguna & Pengiklan

VTUBE harus merubah konsep transaksi poin yang ada.

Jika masih menerapkan poin-poin maka pihak VTUBE harus menampung transaksi dari Pengguna dan Pengiklan untuk menghindari potensi kerugian bagi masyarakat yang telah bergabung.

Maksudnya begini,

Pengiklan harus membeli poin ke perusahaan dan member yang memiliki poin untuk dijual maka di jualnya harus ke perusahaan bukan hanya ke sesama member.

4. Tertibkan Komunitas

VTUBE diharapkan segera menyelesaikan syarat ke-4 ini yaitu harus membuat dan menerbitkan aturan komunitas kepada para pengguna (sebut: member).

Saat ini VTUBE masih belum dinormalisasi, sampai kesemua syarat yang disebutkan diatas dipenuhi.

Maka dari itu, Masyarakat dihimbau untuk lebih tertib dan bersabar, jangan sampai nanti ada kerugian baru menyesal.

Pihak berwenang saat ini masih berupaya dan memberikan kesempatan kepada VTUBE untuk memperbaiki dan mengurus semua perizinan serta memenuhi syarat-syarat diatas agar menjadi dapat dicabut dari daftar bisnis legal.

Baca Juga: Apakah VTUBE bisa menghasilkan uang?

Kami juga berharap aplikasi VTUBE ini menjadi salah satu inovasi yang mampu meningkatkan kesejahteraan dan ekonomi masyarakat dimasa pandemi covid-19, tunggu saja kabar selanjutnya dari SWI terkait legalitas bisnis VTUBE.

Sumber: detikFinance, Minggu, 31 Jan 2021

Leave a Comment

Your email address will not be published.