Bank BNI Salurkan Dana KUR ke Petani Tebu, Dalam Hal ini Bekerjasama dengan RNI

Penyaluran KUR BNI kepada Petani Tebu

Bank BNI khususnya untuk Wilayah surabaya mempercepat penyaluran Kredit Usaha Rakyta (KUR) kepada petani tebu yang telah menjadi mitra PT PG Rajawali I, maka dari itu melakukan dengan bekerjasama dengan PT RNI untuk menyalurkan KUR kepada para petani tebu.

Kerjasama yang dilakukan BNI Surabaya dengan PT. RNI merupakan kelanjutan dari kredit program sebelumnyan yaitu Kredit Ketahanan Pangan dan Energi-Tebu Rakyat (KKPE-TR) yang dihentikan penyalurannya oleh pemerintah pada tahun ini. Dalam kerjasama ini faktor utama yang diperhatikan adalah repayment capacity (kemampuan bayar).

Mengapa perlu memperhatikan kemampuan bayar petani, terutama disektor pertanian, karena resiko yang kemungkinan terjadi cukup tinggi.  Dengan kerjasama off taker dengan PG Rajawali I ini, maka repayment capacity dari petani meningkat karena ada kepastian pembelian hasil panen.

Petani akan mendapatkan dana KUR sebagai modal usaha di sektor pertanian yang akan dijalankan (pertanian tebu), yang kemudah PT PG Rajawali I bertindah sebagai penjamin off taker, maksudnya RNI akan membeli hasil panen para petani tersebut.

Penyaluran KUR dari BNI kepada petani akan menggunakan pola linkage-executing dimana kredit akan disalurkan kepada para petani tebu melalui koperasi atau lembaga linkage yang ada dibawah binaan PT PG Rajawali I.

Dana KUR yang disiapkan BNI untuk PT. RNI hingga Rp 100 miliar , masing-masing sebesar Rp 75 miliar untuk petani dibawah PG Krebet Baru dan Rp 25 miliar untuk petani mitra PG Rejo Agung Baru. Saat ini ada sekitar 35 ribu petani yang bekerjasama dengan PT PG Rajawali I.

Penyaluran KUR disektor pertanian sehatusnya lebih ditingkatkan, terutama untuk pertanian tebu. Mengapa? Karena komoditas tebu relatif lebih aman dari resiko gagal panen dibandingkan dengan komoditas padi atau yang lainnya.

Pabrik Gula (PG) dibawah PT PG Rajawali I sendiri mencatat nilai rendemen yang cukup baik. PG Krebet Baru, salah satu PG dibawah PT PG Rajawali I mencatat nilai rendemen tahun lalu mencapai 10, paling tinggi diantara PG di Indonesia.

Sumber : Kabarbisnis.com




Silahkan Tinggalkan Komentar