dropship vs reseller

Apa Perbedaan Antara Dropshipper dengan Reseller?

dropship vs reseller
dropship vs reseller

Memulai sebuah usaha tidak harus membuat produk sendiri karena ada hubungannya dengan permodalan, memproduksi barang sendiri membutuhkan dana yang tidak sedikit, tapi jika memang modal anda cukup banyak tak ada salahnya untuk produksi produk yang ingin dijual.

Jika anda memproduksi suatu produk artinya anda berlaku sebagai produsen (tangan pertama) atas produk yang anda jual, tentunya anda membutuhkan jaringan seperti distributor, agen, reseller hingga dropshiper agar produk anda cepat laku hingga berbagai daerah.

Dalam bisnis jualan seperti yang sudah kami sebutkan bahwa kita akan mengenai beberapa istilah distribusi penjualan, untuk memulai bisnis anda bisa menentukan ingin menjadi apa, dan tentunya disesuaikan dengan modal yang ada.

Distributor merupakan kaki tangan langsung dari produsen, distributor akan mendapatkan harga lebih murah karena memang kuantias barang yang diorder dalam jumlah besar, sehingga distributor dapat menjual produk ke agen dan reseller.

Perbedaan Dropshipper dengan Reseller?

Pada topik pembahasan kali ini, kami akan menjelasnkan mengenai perbedaan antara dropshipper dan reseller, ternyata dari sekian banyak orang masih ada yang bingung.

Reseller dan Dropshiper merupakan posisi terakhir dalam distribusi, dimana mereka akan menjual langsung ke konsumen. Jadi produk dari Supplier di beli reseller / dropshiper lalu dijual kembali ke konsumen dengan harga yang sudah di markup.

Contoh: 

  • Supplier menjual Sabun Klinskin ke Reseller dengan harga Rp35.000
  • Reseller menjual kembali ke konsumen dengan harga Rp98.000
  • Dropship menjual kembali ke konsumen dengan hagra Rp98.000

Kenapa harga supplier lebih murah? Karena supplier membeli produk dalam partai besar, misalnya: 10.000 pcs langsung dari pabrik.

Reseller atau dropshiper mendapatkan produk dari Supplier dengan minimal order yang tidak terlalu besar maka reseller akan mendapatkan harga grosir dan bisa dijual lagi ke konsumen dan mendapatkan keuntungan.

Lalu, Dropshipper dan Reseller apa bedanya?

Kedua nya bertindak sebagai penjual langsung ke konsumen, namun hanya berbeda dari teknis pemesanan ke supplier dan teknis pengiriman ke konsumen.

1. Reseller memesan produk langsung ke supplier dengan minimal order misalnya 2 lusin, dan produk dikirim ke alamat reseller itu sendiri sebagai stok penjualan dirumah lalu di jual ke konsumen.

2. Sedangkan, Dropshipper memesan produk ke supplier ketika ada konsumen yang memesan produknya, dan supplier akan mengirimkan produk langsung ke alamat konsumen yang melakukan pemesanan dengan nama pengirim si dropshipper.

Biasanya akan terjadi perbedaan harga produk yang didapat antara reseller dan dropshiper, karena reseller membeli langsung dalam jumlah banyak maka tentu akan mendapatkan harga lebih murah, sedangkan dropshiper akan mendapatkan harga yang lebih tinggi dari reseller.

  • Produk Sabun Klinskin
  • Reseller dapat harga Rp30.000/pcs (minimal order 2 lusin)
  • Dropshiper dapat harga Rp35.000/pcs (tanpa minimal order)

Dropshipper juga akan dikenakan biaya registrasi / administrasi pertahun, sebagai biaya pengemasan karena memang pengemasan dan pengiriman dilakukan langsung oleh supplier, dropshiper hanya melakukan promosi saja, ketika ada yang pesan baru pesanan diteruskan ke suppliernya.

Sehingga dropshiper tidak perlu memiliki stok barang, dan resiko yang ditanggung lebih kecil dibandingkan dengan reseller yang harus memiliki stok barang. Namun, dropshiper akan kesulitan dalam mengetahui jumlah stok di supplier.

Sampai sini apakah sudah jelas?

Kami harap penjelasan ini dapat difahami dan dimengerti dengan baik, jika memang masih bingung bisa ditanyakan melalui kolom komentar yang ada dibawah artikel ini, dengan senang hati kami akan bantu menjawabnya.

Leave a Comment

Your email address will not be published.