4 Tips Menjadi Kaya Secara Finansial

Tips Jadi Kaya

Di berbagai media seperti televisi, media sosial, ataupun surat kabar elektronik; Anda mungkin  sudah pernah melihat berbagai macam orang kaya di dunia. Satu hal yang menarik dari para orang kaya tersebut adalah tidak seluruhnya berasal dari kalangan selebritis, politikus, dan pengusaha besar yang memang identik dengan memiliki banyak uang.

Tidak perlu jauh-jauh, pernahkah kamu melihat melihat sendiri atau mendengar teman dan rekan kerja yang: bisa berlibur ke tempat jauh seperti luar pulau atau luar negeri, membeli smartphone merk beken yang jelas mahal, atau bahkan memiliki mobil dengan jerih payah sendiri; padahal mereka tidak tampak seperti orang kaya berpenghasilan tinggi?

Apa yang sebenarnya menjadi kunci keberhasilan mereka menikmati seluruh ‘hal mewah’ tersebut? Ada 4 strategi pengelolaan keuangan pribadi untuk meraih kekayaan secara finansial dari Halomoney.co.idCheck this out!

Strategi pertama adalah menabung dengan konsep penyisihan penghasilan

konsep penyisihan penghasilan bukan penyisaan penghasilan. Contohnya: Anda mendapatkan gaji Rp 3 juta di akhir bulan Maret dan berencana menabung Rp 500 ribu. Dengan konsep penyisihan, maka Anda menyisihkan Rp 500 ribu langsung pada saat Anda menerima gaji tersebut. Sisa gaji Rp 2,5 juta dapat Anda gunakan sesuai keperluan sehari-hari.

Bagaimana dengan konsep penyisaan? Dengan konsep ini, maka Anda akan menggunakan gaji Rp 3 juta sehari-hari dan berharap agar di akhir bulan berikutnya akan tersisa Rp 500 ribu, yang jarang terjadi secara tepat. Secara psikologis, ketika Anda memegang penuh gaji Rp 3 juta, maka Anda merasa memiliki ‘banyak uang’ untuk digunakan sehari-hari.

Jika Anda sudah ‘mengunci’ Rp 500 sejak awal, maka Anda tidak perlu takut uang yang sudah disisihkan tersebut terpakai dan Anda juga akan berusaha untuk tidak mengeluarkan uang lebih dari sisa Rp 2,5 juta di alam bawah sadar Anda.

Strategi kedua adalah melakukan penghematan.

Memang terdengar klise, namun menghemat pengeluaran jauh lebih mudah dilakukan daripada mencari tambahan penghasilan. Sebagai contoh, saat ini gaji Anda Rp 3 juta dengan pengeluaran Rp 2,5 juta per bulan. Artinya, Anda bisa menabung Rp 500 ribu per bulan.

Sekarang, bagaimana cara menambah jumlah yang bisa ditabung?

Pertama, Anda bisa minta naik gaji 10% (sehingga menjadi Rp 3,3 juta) untuk menambah tabungan Anda menjadi Rp 800 ribu (asumsi pengeluaran tidak naik).

Kedua, Anda bisa menghemat pengeluaran Anda sebesar Rp 300 ribu (sehingga pengeluaran Anda turun ke angka Rp 2,2 juta). 

Terakhir tentunya adalah kombinasi keduanya, yaitu mengusahakan naik gaji sekaligus tetap melakukan penghematan. 

Pada dasarnya Anda lebih disarankan untuk melakukan penghematan dahulu karena bisa dilakukan segera mungkin, sedangkan meningkatkan penghasilan seperti meminta kenaikan gaji atau merintis usaha tentu membutuhkan waktu namun tetap patut dicoba.

Strategi ketiga adalah mengalokasikan uang.

Ada dua tipe uang yang perlu dialokasi, yaitu uang yang dikhususkan untuk pengeluaran konsumtif dan cicilan utang serta uang yang dikhususkan untuk investasi. Untuk pengeluaran konsumtif dan cicilan utang, kamu disarankan untuk membuat budget sederhana. Kamu tidak wajib membuat budget secara detil, karena inti dari budget adalah panduan bagaimana mengalokasikan uang kamu untuk keperluan sehari-hari.

Untuk alokasi uang yang dikhususkan untuk investasi, Anda tentu perlu lebih cermat lagi karena investasi inilah yang akan menentukan besarnya kekayaan finansial Anda. Sebagai permulaan, Anda sangat disarankan untuk membuat investasi bentuk tabungan yang mudah dicairkan kapan saja sebagai persiapan dana darurat, dengan besar setidaknya 6 kali biaya bulanan Anda. Jika sudah terbentuk, Anda bisa mulai mengamati bentuk investasi lain seperti emas, saham, properti, atau produk lain yang Anda minati.

Strategi keempat dan terakhir tentunya adalah menambah pemasukan.

Bagi Anda yang bekerja, tentu Anda bisa mencoba untuk meminta kenaikan gaji atau tingkatkan kinerja untuk meraih bonus dari perusahaan. Selain itu, Anda juga dapat mencoba untuk mulai merintis usaha sampingan.

Modalnya dapat berasal dari tabungan, atau menggunakan dana segar dalam bentuk pinjaman seperti kredit tanpa agunan. Jika Anda memakai modal pinjaman, pastikan Anda tidak kesulitan untuk melunasi cicilannya.




Silahkan Tinggalkan Komentar