Tips Mengatur Keuangan PribadiUang memang bukan segalanya tapi segala itu butuh uang, maka uang menjadi faktor utama yang dapat menyebabkan suatu masalah, baik masalah pada diri sendiri maupun dalam kehidupan rumah tangga. Seseorang perlu mengatur keuangannya dengan baik agar kehidupan sehari – hari bisa tenang.Kebutuhan konsumtif seseorang cenderung lebih tinggi ketimbang dengan berhemat, kebutuhan selalu ada tapi yang terpenting kita harus tahu kebutuhan mana yang menjadi prioritas.  Belum lagi ada target – target yang harus dicapai seperti membeli rumah, biaya penikahan (khusus yang masih single), dan lain – lain. Ikut beberapa tips berikut ini agar anda dapat mengatur keuangan pribadi anda lebih baik, sehingga hidup anda menjadi lebih tenang dan bebas masalah daripada keuangan, yaitu Pahami portofolio keuangan, menabung, berbisnis, investasi dan hindari utang1. Memahami portofolio keuanganSetiap orang memiliki kebutuhan rutin yang menyebabkan terjadinya pengeluaran, terhitung biasanya dalam periode bulanan. Anda harus tahu berapa persen dari gaji yang digunakan untuk membayar kebutuhan selama 1 bulan seperti membayar tagihan listrik, kebutuhan dapur, dan lain – lain.

2. Sisihkan 20 – 40% Gaji untuk di tabung

Setelah memenuhi kebutuhan pokok jika ada sisa maka gunakan itu untuk menabung. Tapi paling tidak anda harus bisa menyisihkan uang setidaknya 20-40% dari gaji. Anda dapat menabung dengan membuka tabungan di bank, anda bisa membuka tabungan berjangka seperti deposito atau tabungan rencana.

3. Cari Pendapatan dari Sumber lain dengan berbisnis

Tak melulu mengandalkan gaji yang diterima setiap bulan, kita harus berfikir bagaimana gaji yang kita dapatkan bisa berkembang, selain mengikuti investasi kita bisa alokasikan dana untuk memulai suatu bisnis, bisnis yang memang bisa dijalankan dengan tidak menyita waktu kerja utama. Bisnis apa yang ingin anda jalankan disesuaikan dengan modal yang dimiliki, dan cari peluang bisnis yang ada.

4. Melakukan Investasi dengan benar

Investasi berbeda dengan tabungan, investasi cenderung akan menghasilkan uang (uang berkembang), Anda akan mendapatkan manfaat dari berinvestasi pada masa depan. Anda dapat menyisihkan uang 15% dari penghasilan untuk di Investasikan. Anda bisa mengikuti Investasi Reksadana, Deposito, Beli Emas atau Beli Tanah.

5. Jangan Sampai Hutang Anda Menumpuk

Ketahui dulu kebutuhan anda, apakah kebutuhan itu harus dicukupi segera. Seseorang akan berhutang ketika kebutuhan tidak sebanding dengan pendapatan. Sebaiknya anda sebisa mungkin untuk menghindari berhutang, walaupun berhutang pastikan anda dapat memperhitungkan dapat membayarnya, dan berhutang pada tempat yang benar.

Seseorang yang sudah sering berhutang maka ia akan mengalami ketergantungan dengan hutang. Mereka akan memenuhi segala kebutuhannya dengan segera, padahal belum waktunya. Ini bisa dikatakan hidup boros. Berusahalah menjalani hidup sesuai dengan kemampuan.

Utang bukan mimpi buruk. Dengan pengelolaan yang tepat, utang atau kredit dapat berguna seperti untuk membeli rumah maupun membiayai keperluan mendesak lainnya. Tapi tetap evaluasi keputusan itu dan pertimbangkan dampaknya secara hati-hati. 

rumah tangga. Seseorang perlu mengatur keuangannya dengan baik agar kehidupan sehari – hari bisa tenang.Kebutuhan konsumtif seseorang cenderung lebih tinggi ketimbang dengan berhemat, kebutuhan selalu ada tapi yang terpenting kita harus tahu kebutuhan mana yang menjadi prioritas.  Belum lagi ada target – target yang harus dicapai seperti membeli rumah, biaya penikahan (khusus yang masih single), dan lain – lain. Ikut beberapa tips berikut ini agar anda dapat mengatur keuangan pribadi anda lebih baik, sehingga hidup anda menjadi lebih tenang dan bebas masalah daripada keuangan, yaitu Pahami portofolio keuangan, menabung, berbisnis, investasi dan hindari utang1. Memahami portofolio keuanganSetiap orang memiliki kebutuhan rutin yang menyebabkan terjadinya pengeluaran, terhitung biasanya dalam periode bulanan. Anda harus tahu berapa persen dari gaji yang digunakan untuk membayar kebutuhan selama 1 bulan seperti membayar tagihan listrik, kebutuhan dapur, dan lain – lain.

2. Sisihkan 20 – 40% Gaji untuk di tabung

Setelah memenuhi kebutuhan pokok jika ada sisa maka gunakan itu untuk menabung. Tapi paling tidak anda harus bisa menyisihkan uang setidaknya 20-40% dari gaji. Anda dapat menabung dengan membuka tabungan di bank, anda bisa membuka tabungan berjangka seperti deposito atau tabungan rencana.

3. Cari Pendapatan dari Sumber lain dengan berbisnis

Tak melulu mengandalkan gaji yang diterima setiap bulan, kita harus berfikir bagaimana gaji yang kita dapatkan bisa berkembang, selain mengikuti investasi kita bisa alokasikan dana untuk memulai suatu bisnis, bisnis yang memang bisa dijalankan dengan tidak menyita waktu kerja utama. Bisnis apa yang ingin anda jalankan disesuaikan dengan modal yang dimiliki, dan cari peluang bisnis yang ada.

4. Melakukan Investasi dengan benar

Investasi berbeda dengan tabungan, investasi cenderung akan menghasilkan uang (uang berkembang), Anda akan mendapatkan manfaat dari berinvestasi pada masa depan. Anda dapat menyisihkan uang 15% dari penghasilan untuk di Investasikan. Anda bisa mengikuti Investasi Reksadana, Deposito, Beli Emas atau Beli Tanah.

5. Jangan Sampai Hutang Anda Menumpuk

Ketahui dulu kebutuhan anda, apakah kebutuhan itu harus dicukupi segera. Seseorang akan berhutang ketika kebutuhan tidak sebanding dengan pendapatan. Sebaiknya anda sebisa mungkin untuk menghindari berhutang, walaupun berhutang pastikan anda dapat memperhitungkan dapat membayarnya, dan berhutang pada tempat yang benar.

Seseorang yang sudah sering berhutang maka ia akan mengalami ketergantungan dengan hutang. Mereka akan memenuhi segala kebutuhannya dengan segera, padahal belum waktunya. Ini bisa dikatakan hidup boros. Berusahalah menjalani hidup sesuai dengan kemampuan.

Utang bukan mimpi buruk. Dengan pengelolaan yang tepat, utang atau kredit dapat berguna seperti untuk membeli rumah maupun membiayai keperluan mendesak lainnya. Tapi tetap evaluasi keputusan itu dan pertimbangkan dampaknya secara hati-hati. 

%0A%0A https://www.infoperbankan.com/artikel/tips/5-tips-jitu-mengatur-keuangan-pribadi.html">
WhatsApp

Tips Mengatur Keuangan Pribadi

Uang memang bukan segalanya tapi segala itu butuh uang, maka uang menjadi faktor utama yang dapat menyebabkan suatu masalah, baik masalah pada diri sendiri maupun dalam kehidupan rumah tangga. Seseorang perlu mengatur keuangannya dengan baik agar kehidupan sehari – hari bisa tenang.

Kebutuhan konsumtif seseorang cenderung lebih tinggi ketimbang dengan berhemat, kebutuhan selalu ada tapi yang terpenting kita harus tahu kebutuhan mana yang menjadi prioritas.  Belum lagi ada target – target yang harus dicapai seperti membeli rumah, biaya penikahan (khusus yang masih single), dan lain – lain.

Ikut beberapa tips berikut ini agar anda dapat mengatur keuangan pribadi anda lebih baik, sehingga hidup anda menjadi lebih tenang dan bebas masalah daripada keuangan, yaitu Pahami portofolio keuangan, menabung, berbisnis, investasi dan hindari utang

1. Memahami portofolio keuangan

Setiap orang memiliki kebutuhan rutin yang menyebabkan terjadinya pengeluaran, terhitung biasanya dalam periode bulanan. Anda harus tahu berapa persen dari gaji yang digunakan untuk membayar kebutuhan selama 1 bulan seperti membayar tagihan listrik, kebutuhan dapur, dan lain – lain.

2. Sisihkan 20 – 40% Gaji untuk di tabung

Setelah memenuhi kebutuhan pokok jika ada sisa maka gunakan itu untuk menabung. Tapi paling tidak anda harus bisa menyisihkan uang setidaknya 20-40% dari gaji. Anda dapat menabung dengan membuka tabungan di bank, anda bisa membuka tabungan berjangka seperti deposito atau tabungan rencana.

3. Cari Pendapatan dari Sumber lain dengan berbisnis

Tak melulu mengandalkan gaji yang diterima setiap bulan, kita harus berfikir bagaimana gaji yang kita dapatkan bisa berkembang, selain mengikuti investasi kita bisa alokasikan dana untuk memulai suatu bisnis, bisnis yang memang bisa dijalankan dengan tidak menyita waktu kerja utama. Bisnis apa yang ingin anda jalankan disesuaikan dengan modal yang dimiliki, dan cari peluang bisnis yang ada.

4. Melakukan Investasi dengan benar

Investasi berbeda dengan tabungan, investasi cenderung akan menghasilkan uang (uang berkembang), Anda akan mendapatkan manfaat dari berinvestasi pada masa depan. Anda dapat menyisihkan uang 15% dari penghasilan untuk di Investasikan. Anda bisa mengikuti Investasi Reksadana, Deposito, Beli Emas atau Beli Tanah.

5. Jangan Sampai Hutang Anda Menumpuk

Ketahui dulu kebutuhan anda, apakah kebutuhan itu harus dicukupi segera. Seseorang akan berhutang ketika kebutuhan tidak sebanding dengan pendapatan. Sebaiknya anda sebisa mungkin untuk menghindari berhutang, walaupun berhutang pastikan anda dapat memperhitungkan dapat membayarnya, dan berhutang pada tempat yang benar.

Seseorang yang sudah sering berhutang maka ia akan mengalami ketergantungan dengan hutang. Mereka akan memenuhi segala kebutuhannya dengan segera, padahal belum waktunya. Ini bisa dikatakan hidup boros. Berusahalah menjalani hidup sesuai dengan kemampuan.

Utang bukan mimpi buruk. Dengan pengelolaan yang tepat, utang atau kredit dapat berguna seperti untuk membeli rumah maupun membiayai keperluan mendesak lainnya. Tapi tetap evaluasi keputusan itu dan pertimbangkan dampaknya secara hati-hati. 



rumah tangga. Seseorang perlu mengatur keuangannya dengan baik agar kehidupan sehari – hari bisa tenang.Kebutuhan konsumtif seseorang cenderung lebih tinggi ketimbang dengan berhemat, kebutuhan selalu ada tapi yang terpenting kita harus tahu kebutuhan mana yang menjadi prioritas.  Belum lagi ada target – target yang harus dicapai seperti membeli rumah, biaya penikahan (khusus yang masih single), dan lain – lain. Ikut beberapa tips berikut ini agar anda dapat mengatur keuangan pribadi anda lebih baik, sehingga hidup anda menjadi lebih tenang dan bebas masalah daripada keuangan, yaitu Pahami portofolio keuangan, menabung, berbisnis, investasi dan hindari utang1. Memahami portofolio keuanganSetiap orang memiliki kebutuhan rutin yang menyebabkan terjadinya pengeluaran, terhitung biasanya dalam periode bulanan. Anda harus tahu berapa persen dari gaji yang digunakan untuk membayar kebutuhan selama 1 bulan seperti membayar tagihan listrik, kebutuhan dapur, dan lain – lain.

2. Sisihkan 20 – 40% Gaji untuk di tabung

Setelah memenuhi kebutuhan pokok jika ada sisa maka gunakan itu untuk menabung. Tapi paling tidak anda harus bisa menyisihkan uang setidaknya 20-40% dari gaji. Anda dapat menabung dengan membuka tabungan di bank, anda bisa membuka tabungan berjangka seperti deposito atau tabungan rencana.

3. Cari Pendapatan dari Sumber lain dengan berbisnis

Tak melulu mengandalkan gaji yang diterima setiap bulan, kita harus berfikir bagaimana gaji yang kita dapatkan bisa berkembang, selain mengikuti investasi kita bisa alokasikan dana untuk memulai suatu bisnis, bisnis yang memang bisa dijalankan dengan tidak menyita waktu kerja utama. Bisnis apa yang ingin anda jalankan disesuaikan dengan modal yang dimiliki, dan cari peluang bisnis yang ada.

4. Melakukan Investasi dengan benar

Investasi berbeda dengan tabungan, investasi cenderung akan menghasilkan uang (uang berkembang), Anda akan mendapatkan manfaat dari berinvestasi pada masa depan. Anda dapat menyisihkan uang 15% dari penghasilan untuk di Investasikan. Anda bisa mengikuti Investasi Reksadana, Deposito, Beli Emas atau Beli Tanah.

5. Jangan Sampai Hutang Anda Menumpuk

Ketahui dulu kebutuhan anda, apakah kebutuhan itu harus dicukupi segera. Seseorang akan berhutang ketika kebutuhan tidak sebanding dengan pendapatan. Sebaiknya anda sebisa mungkin untuk menghindari berhutang, walaupun berhutang pastikan anda dapat memperhitungkan dapat membayarnya, dan berhutang pada tempat yang benar.

Seseorang yang sudah sering berhutang maka ia akan mengalami ketergantungan dengan hutang. Mereka akan memenuhi segala kebutuhannya dengan segera, padahal belum waktunya. Ini bisa dikatakan hidup boros. Berusahalah menjalani hidup sesuai dengan kemampuan.

Utang bukan mimpi buruk. Dengan pengelolaan yang tepat, utang atau kredit dapat berguna seperti untuk membeli rumah maupun membiayai keperluan mendesak lainnya. Tapi tetap evaluasi keputusan itu dan pertimbangkan dampaknya secara hati-hati. 

%0A%0A https://www.infoperbankan.com/artikel/tips/5-tips-jitu-mengatur-keuangan-pribadi.html">
WhatsApp
Previous articleTabel KTA Mandiri Reguler 200 Juta Selama 36 Bulan
Next articleKeuntungan Transaksi Menggunakan Kartu DebitKartu Debit merupakan fasilitas yang dikeluarkan bank untuk memudahkan nasabah dalam melakukan transaksi, terutama ketika belanja sesuatu baik secara online maupun belanja langsung ke supermarket. Ternyata penggunaan kartu debit mempengaruhi pengelolaan keuangan seseorang.Sekilas memang transaksi menggunakan kartu debit itu sama dengan pembayaran secara tunai, tapi ketahuilah bahwa transaksi keduanya itu berbeda. Justru transaksi pembayaran menggunakan kartu debit menjadi lebih baik dibandingkan dengan pembayaran menggunakan uang tunai. Bank dan beberapa merchant telah melakukan kerjasama untuk memberikan kemudahan kepada nasabah dalam melakukan transaksi dengan menawarkan berbagai macam keuntungan dalam penggunakan kartu debit. Misalnya ketika anda berbelanja di toko – toko waralaba, anda akan mendapatkan promo-promo berupa diskon pada pruduk tertentu. Secara hitungan uang anda bisa membayar total belanja dengan nominal berapa pun, anda tidak perlu membulatkan belanjaan dengan menambahkan barang yang tadinya memang tidak ingin anda beli, atau bisa juga kasih menggenapkan pembayaran anda. Semua transaksi yang dilakukan menggunakan kartu debit akan tercatat dalam sistem secara rinci. Ini memudahkanmu saat melakukan evaluasi keuangan bulanan. Kelebihan lain dari kartu debit adalah bisa digunakan untuk mendapatkan kurs terbaik di ATM yang tersedia di kota-kota besar di seluruh dunia saat kamu berlibur, jadi nggak perlu menukar dana tunai dalam jumlah besar yang berisiko hilang.rw brighterlife.co.id

Silahkan Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.