5 Hal yang Bisa Membuat Anda Bangkrut

Hal yang menyebabkan Seseorang Bangkrut

Bangkrut merupakan sebuah keadaan yang sangat mengerikan dalam dunia bisnis, tentu semua orang tidak ingin hal ini menimpa pada bisnis atau usaha yang sedang dijalankan. Berbagai cara dilakukan untuk menghindari yang namanya kebangkrutan.

Selain faktor dari perusahaan itu sendiri, juga ada beberapa hal yang perlu di cermati terhadap diri anda sendiri (sebagai pemilik sebuah bisnis / usaha).

Baiklah, pada kesempatan ini kami akan membahas mengenai 5 hal yang bisa membuat anda bangkrut. Silahkan dibaca dengan seksama, fahami poin nya dan cermati kembali perusahaan atau usaha yang sedang anda jalankan. Pastikan 5 hal ini tidak terjadi pada anda.

1. Manajemen Hutang Yang Buruk 

Hutang merupakan sebuah pinjaman dana yang digunakan untuk modal sebuah usaha, hutang bukan hal yang buruk tapi yang buruk adalah memiliki hutang tanpa ada rencana yang matang untuk melunasinya. Maka anda perlu perlu memiliki manajemen hutang yang baik.

Sebelum memutuskan meminjam uang atau barang (hutang), maka perlu menghitung terlebih dahulu kemampuan finansial yang ada sehingga dapat menentukan seberapa besar uang yang akan dipinjam dan berapa lama jangka waktu pengembaliannya. Pada umumnya, cicilan hutang per bulan tidak boleh lebih dari 30% penghasilan.

Kami contohnya : Misalnya, bisnis anda memiliki gaji pendapatan Rp10 juta per bulan, dan cicilan yang disarankan hanya Rp3 juta perbulan, lebih dari itu maka akan berdampak pada resiko gagal bayar yang menyebabkan seseorang bangkrut dalam bisnisnya.

Jika ada beberapa cicilan hutang, maka bayar berdasarkan prioritas. Pastikan anda membayar hutang terlebih dahulu sebelum bersenang-senang dengan keuntungan yang anda dapatkan dari sebuah bisnis.

2. Memiliki Gaya Hidup Konsumtif Tinggi

Kebangkrutan juga dapat disebabkan gaya hidup yang konsumtif, bagaimana tidak saat belanja mudah (karena punya uang), maka godaan membeli semakin besar. Maka dari itu perlu memiliki prinsip (Kebutuhan diatas Keinginan). Maksudnya adalah penuhi dulu kebutuhan barulah pikirkan keinginan.

3. Tidak Mempunyai Dana Darurat / Dana Cadangan.

Hidup terkadang tidak sesuai dengan rencana yang telah dibuat, namun setidaknya tidak menyimpang jauh dibandingkan yang tidak memiliki sebuah rencana. Maka dari itu, kita juga perlu memiliki rencana keuangan dengan membuat Pos Dana Darurat guna mencegah kebangkrutan.

Dana darurat adalah sebuah dana yang disisihkan dari penghasilan bulanan hingga dirasa cukup sebagai dana cadangan kalau terjadi sesuatu yang membutuhkan dana besar. Misalnya mendadak kena pemutusan hubungan kerja karena terjadi krisis di perusahaan.

4. Tak memiliki proteksi (asuransi)

Asuransi sama fungsinya dengan Dana Darurat, digunakan sewaktu-waktu dibutuhkan. Proteksi berupa asuransi dapat mengatasi resiko kebangkrutan karena memang asuransi memberikan manfaat sebagai perlindungan terhadap sesuatu yang di asuransikan.

Hal ini dapat menjadi jalan keluar dikala terjadi sesuai yang tidak diinginkan, karena memang pihak asuransi akan memberikan pertanggung jawaban berupa dana sesuai dengan produk asuransi yang kita gunakan. Misalnya, Asuransi Jiwa terhadap kepala keluarga.

5. Kerja seadanya

Bukan hanya soal hutang yang dapat membuat seseorang bangkrut, tetapi kerja seadanya juga dapat membuat orang bangkrut. Kerja seadaaany berarti tidak memiliki target untuk meningkatkan penghasilan.

Dengan begitu, resiko kebangkrutan akan semakin tinggi. Karena kebutuhan semakin lama semakin besar dan pendapatan tidak meningkat karena kerja yang asal-asalan maka akan menempuh jalur hutang. Disinilah letak kesalahan yang dibuat kebanyakan orang.

Awalnya mungkin masalah tampak terselesaikan. Padahal bom waktu sedang ditanam dan terus berdetak hingga waktunya meledak. Utang akan terus berbunga sampai akhirnya kita tak sanggup membayarnya.



Silahkan Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.