Kisah Sukses: Awal Bisnis Modal 500 Ribu Kini Punya Omset Puluhan Juta

tunas dewata nursery
tunas dewata nursery

tunas dewata nursery

Siapa bilang bisnis harus dimulai dengan modal besar untuk bisa sukses?

Nyatanya ada seorang pengusaha dari Bali yang sukses berbisnis dengan modal awal hanya Rp500.000 saja, kini usahanya bisa punya omset hingga Rp30an juta dalam sebulan.

I Wayan Suamba, beliau seorang pengusaha sukses dibidang Pertanian yang berasal dari Gianyar Bali, beliau bukan seperti petani pada umumnya yang menjual hasil panen nya, melainkan menjual bibit sayuran kepada para petani.

i wayan suamba
i wayan suamba – sumber: tribunnews.com

Ia melakukan sesuatu yang lain daripada yang lain, melihat peluang dari sudut yang berbeda, sehingga memutuskan untuk memulai usaha budidaya bibit-bibit sayuran.

Beliau sukses di usia yang masih terbilang muda yaitu baru menginjak 28 tahun, omset bisnis yang dapat dia raih mencapai puluhan juta setiap bulannya, artinya permintaan bibit sayuran sangat banyak.

Ia akrab dipanggil Suamba, tinggal di Desa Kerta sebuah dataran tinggi yang asri dan indah, kita akan disuguhkan hamparan tanaman saat berkunjung ke daerah tersebut, tak hanya itu sensasi dingin juga dapat kita rasakan.

Bisnis pertanian yang ia jalankan diberi nama Tunas Dewata Nursery, menjadi pusat pembibitan segala jenis tanaman hortikultura, tanaman perkebunan dan tanaman kehutanan di Gianyar.

Bisnis yang tidak biasa dilakukan oleh kebanyakan orang.

Ada lebih dari 30 jenis tanaman yang ia budidayakan saat ini, mulai dari tanaman hortikultura (kubis, brokoli, pepaya, terong, tomat, dll), tanaman perkebunan seperti kopi, dan tanaman kehutanan seperti sengon.

Suamba telah merintis usaha sejak 2015, berawal dari keprihatinannya kepada para petani di Desa tempat tinggalnya yang sulit mendapatkan bibit tanaman berkualitas. Ia memulai usaha ini dengan modal Rp500 ribu untuk untuk pengadaan sarana produksi seperti benih, pupuk dan pestisida.

Menurutnya, Sektor pertanian akan tetap dibutuhkan walaupun harus bersaing dengan sektor-sektor lain yang lebih populer dan mendapatkan banyak penghasilan, itulah yang menjadi semangat suamba untuk terus menekuni usahanya.

Memulai dan menjalankan sebuah bisnis pertanian bukan tidak ada kendala, kendala pasti ada seiring berjalannya waktu, sama seperti bisnis-bisnis yang lainnya.

Kegagalan yang sering dialaminya yaitu bibit tidak laku, karena para petani belum mengenal Tunas Dewata Nursery. Berbagai promosi dan edukasi terus dilakukan kepada petani-petani yang ada di daerah tersebut.

Seiring berjalannya waktu, Tunas Dewata Nursery mulai dikenal dan dipercaya para petani sebagai penyedia bibit tanaman berkualitas.

Suamba merupakan Magister Pertanian Lahan Kering Universitas Udayana, ia mengaku bahwa saat ini cukup kewalahan menyediakan bibit karena permintaan yang semakin banyak setiap bulannya.

Suamba terus berjuang untuk menghidup-hidupkan pertanian, bahkan ia sempat ditawari menjadi dosen di salah satu Universitas di Kota Denpasar, tapi ajak tersebut ditolaknya karena ia ingin fokus dan ingin menekuni usahanya dibidang pertanian tersebut.

Pesan kepada para pemuda, baik yang lulusan sarjana pertanian maupun bukan, jangan malu berwirausaha di bidang pertanian. Kalau bukan kita yang melestarikan budaya bertani, lalu siapa??

Suamba berharap akan ada petani-petani muda yang sukses dan cerdas di Indonesia, untuk terus melestarikan budaya pertanian.

Sumber: tribunnews.com

KIRIM KOMENTAR ANDA

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.