kisah sukses dokter tirta yang pernah jualan gorengan

Dokter Tirta Pernah Jualan Gorengan Hingga Punya Bisnis Cuci Sepatu 47 Cabang

drTirta Mandira Hudhi adalah seorang dokter muda yang berpenampilan sangat khas banget, bahkan banyak orang yang tak percaya kalau ia adalah beneran seorang dokter. 

Dokter Tirta merupakan alumni dari Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada yang lulus secara Cumlaude dengan IP 3,76 pada tahun 2013 dan sempat magang di Puskesmas Turi Sleman dan RS UGM Yogyakarta.

Dokter Tirta memiliki latar belakang dari anak seorang karyawan dan beliau pada tahun 2018 off dari dunia kedokteran untuk fokus menjalani bisnis yang telah ditekuninya saat kuliah.

Dokter Tirta sudah suka berbisnis sejak mengeyam pendidikan kuliah Semester 1, yaitu bisnis pertama kali yang ia jalankan yaitu jual gorengan karena melihat peluang bahwa mahasiswa kedokteran kuliah berangkat jam 7 sehingga tidak sempat sarapan sehingga butuh makanan untuk mengganjal perut.

Karena lokasi kantin yang jauhm gorengan yang ia bawa dijual dengan harga yang lebih tinggi dari 5 kali lipat dari harga kulaan (Rp400/gorengan). Gorengan yang ia jual bukan dari buatan sendiri melainkan dari penjual diluar kampus.

Setiap pagi, dokter tirta menjajaki gorengan ke teman-temannya tanpa rasa malu dan gengsi walaupun berstatus sebagai Mahasiswa Kedokteran pada saat itu.

Terus konsisten berjualan, selama 3 Bulan dari jualan gorengan tersebut, dokter Tirta bisa menghasilkan uang Rp16.500.000. Sangat berbeda dari para mahasiswa pada umunya yang santai dengan uang saku dari orangtuanya.

Jualan gorengannya pun memberikan inspirasi kepada mahasiswa lain terutama para mahasiswi untuk ikut berjualan gorengan dan menjadi pesaingnya, tapi walau begitu dokter Tirta tetap santai karena rezeki orang berbeda-beda.

Tak hanya sampai di situ dengan modal dari hasil jualan gorengan Dokter Tirta mencoba untuk berjualan Power Balance, semua gelang yang mampur memberikan kekuatan dan kesehatan atas sugesti yang diberikannya.

Dari berjualan Power Balance dokter Tirta bisa menghasilkan uang Rp20 jutaan, sehingga total modal yang ia miliki dari berjualan Gorengan dan Power Balance menjadi Rp36 juta.

Setelah berjualan power balance, dokter tirta kembali melanjutkan bisnisnya dengan produk lain yaitu menjual Jam Tangan Monol dengan modal yang ia miliki.

Jam Monol merupakan jam yang sedang viral saat itu, Awalnya pelanggan Dokter Tirta adalah kebanyakan para wanita karena memang jam tangan itu sangat cocok untuk kalangan wanita untuk tampil lebih cantik dan percaya diri tapi semakin lama cowok-cowok juga mulai tertarik, mungkin mereka beli untuk pacarnya.

Itu adalah beberapa jenis usaha yang pernah dijalankan dokter tirta selama kuliah di Fakultas Kedokteran UGM.

Singkat cerita, Dokter Tirta merintis usaha cuci sepati yang diberinama “@ShoesAndCare” yang kini sudah memiliki 47 Cabang dan beberapa bidang usaha dibidang penjualan sepatu brand lokal.

Dalam perjalanan bisnisnya tentu tidak semudah seperti yang dibayangkan.

Karena ada cerita dimana dokter tirta mengalami kegagalan, yaitu sempat membeli sepatu ke supplier dengan mentransfer semua uang (Rp30 juta) tapi yang datang sepatu kiri semua alias tertipu.

Walaupun beliau pernah bangkrut dari beberapa usaha yang dijalankan, tapi dokter tirta tidak pernah menjalankan usaha dari berhutang.

Tak hanya itu dokter Tirta juga penah mengalami hidup keras dijalanan di Jakarta dan menemukan teman-teman dan serta pengalaman baru yang dapat membuat mentalnya lebih kuat untuk bangkit dan hingga akhirnya meraih kesuksesannya kembali.

Karena memang yang diperlukan untuk sukses adalah mental yang kuat dan positif.

1 thought on “Dokter Tirta Pernah Jualan Gorengan Hingga Punya Bisnis Cuci Sepatu 47 Cabang”

Leave a Comment

Your email address will not be published.