Keuntungan Investasi Koin Dinar Emas

Yang namanya Investasi jelas lebih menguntungkan dan banyak manfaatnya daripada menabung biasa, walaupun memang pada prinsipnya sama – sama menyimpan uang.

Tujuan dari investasi yang menyisihkan sebagian pendapatan untuk disimpan dengan harapan uang yang disimpan nilainya tidak turun. 

Banyak sekali investasi yang dapat dilakukan, seperti dengan mengikuti Deposito atau Reksadana dengan harapan uang yang disimpan dapat berkembang.

Ada juga yang lebih memilih untuk berinvestasi emas yang nilainya tidak pernah susut walaupun terjadi inflasi nilai mata uang.

Inflasi yaitu nominal uang sekarang akan turun daya belinya pada 4-5 tahun mendatang.

Contoh kecil : Misal anda menyimpan uang Rp 500.000 saat ini, dengan harga emas 1 gram adalah Rp500.000 itu artinya saat ini anda bisa membeli emas dengan uang Rp 500.000.

Anda bisa menyimpan dalam bentuk uang atau dibelikan emas kemudian disimpan.

Pada tahun ke 5 ternyata harga emas 1 gramnya adalah Rp 600.000.

Jika anda menyimpan emas maka emas yang anda simpan dapat dijual dengan harga Rp 600.000, coba tengok jika anda menyimpan uang Rp 500 ribu tadi.

Apakah masih bisa membeli emas 1 gram, yang harganya telah naik menjadi Rp 600.000?

Tentu tidak bisa.

Itulah yang namanya inflasi.

Bagaimana jika anda menyimpan uang tunai Rp 50 juta?

Anda sudah kehilangan daya beli yang cukup besar.

Investasi emas ada 2 macam yaitu Emas Batangan dan Koin Dinar Emas.

Banyak orang bingung mau memilih yang mana untuk berinvestasi emas.

Banyak yang bilang lebih menguntungkan Investasi Koin Dinar Emas. Perlu diketahui, semua memiliki kelebihan dan kekurangan masing – masing.

Bagi anda yang ingin melakukan investasi koin dinar emas, maka perlu mengetahui kelebihan dan kekurangannya.

Kelebihan dan Kekurangan Koin Dinar Emas

  • Memiliki nilai dakwah, karena penggunaan dinar dirham merupakan bagian dari syariat Islam itu sendiri.
  • Di Indonesia, koin dinar dianggap seperti perhiasan sehingga dikenakan PPN 10%.
  • Nilai jual kembali yang cukup tinggi, perbedaan antara harga jual dan beli adalah sekitar 4%. Namun ini hanya berlaku sesama pengguna atau di komunitas.
  • Memiliki sifat unit account; mudah dibagi, dikali, dijumlah dan dikurangi. Semisal kita punya 10 dinar dan kita perlu untuk melepas 1 dinar, maka tinggal dilepas yang 1 dinar dan tetap bisa kita simpan yang 9 dinar.
  • Biaya cetak yang masih tinggi, ikut berpengaruh pada harga jual koin dinar itu sendiri. Prosentasenya sekitar 3-5% dari harga jualnya.
  • Liquid, namun tidak begitu liquid. Sesama pengguna/komunitas koin dinar cukup gampang diperjualbelikan, namun di toko emas agak sulit dijual ataupun di gadai bank syariah, harga gadainya sedikit lebih rendah.

Previous articleTips Pembagian Uang Suami IstriApakah anda dan suami anda bekerja atau sebaliknya anda dan istri anda sama sama bekerja? Jika ini terjadi pada keluarga anda, apakah anda merasa bingung untuk mengatur pembagian keuangan dalam rumah tangga? Baiklah.Mencari nafkah merupakan kewajiban dan tanggung jawab seorang suami, namun jika istri ikut bekerja untuk membantu suami dalam memenuhi kebutuhan keluarga, merupakan hal yang lazim, terutama bagi pasangan muda yang baru membangun pondasi keuangan rumah tangga.Ketika suami dan istri sama – sama bekerja tetap harus anda pembagian yang jelas mengenai keuangan, karena masalah keuangan sangat sensitif sekali, kerap terjadi keributan dalam rumah tangga di faktori karena keuangan yang tidak baik, jika tidak saling mengerti maka timbulkan masalah tersebut.Berikut ini tips untuk mengatur penghasilan suami dan istri yang sama – sama bekerja. Keduanya harus saling terbuka dan diskusikan dengan baik.1. Bagi RataHitung total seluruh pengeluaran dalam memenuhi kebutuhan keluarga , termasuk keperluan bulanan, tabungan, investasi, cicilan kredit dan lainnnya. Kemudian total pengeluran tersebut dibagi 2. Selanjutnya, hasil pembagian tersebut dapat anda penuhi dari penghasilan masing – masing.2. Bagi berdasarkan besarnya gaji masing-masingHitung total gaji anda dan pasangan anda, misalkan anda memiliki penghasilan Rp 5 juta dan pasangan anda memiliki penghasilan Rp 3 juta. Maka total keduanya adalah Rp 8 juta. Kemudian anda hitung persentasi jatah anda dan pasangan. Cara menghitung persentase jatah yaitu dengan cara membagi gaji masing-masing dengan total gaji gabungan, lalu dikali 100%.Maka persentase yang Anda dapat sebesar (Rp 5.000.000 : Rp 8.000.000) x 100% = 62%, sedangkan pasangan Anda sebesar 38%. Jadi, Anda bertanggung jawab membayar 62%  dari pengeluaran keluarga dan sisanya adalah tanggung jawab pasangan Anda.3. Kesepakatan bersamaKesepakatan berbagi tanggung jawab bisa Anda terapkan bersama pasangan. Misalnya, Anda yang bertanggung jawab untuk membayar cicilan rumah, listrik, air, dan belanja keperluan dapur, sementara pasangan Anda mendapatkan jatah membayar cicilan kendaraan, premi asuransi, dan investasi.
Next article4 Tips Mengatur Keuangan Saat Miliki Anak Pertama

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.