Cara Hidup Hemat untuk MahasiswaMenjadi seorang mahasiswa selain untuk belajar di kampus juga harus belajar dalam mengatur keuangan. Sebagian mahasiswa ada yang bekerja untuk memenuhi kebutuhannya, namun untuk sebagian yang lainnya kebutuhannya telah dipenuhi oleh kedua orangtuanya. Perihal keuangan sebagai mahasiswa harus bisa menyisihkan uang yang telah didapatkan atau yang telah diberi orangtua untuk ditabung, paling tidak anda bisa menabung sebesar Rp 500 ribu sebulan, sehingga nantinya anda akan menjadi lebih sejahtera. Secara teori menabung memang itu sederhana dam mudah, namun prakteknya ternyata lebih sulit dari yang dibayangkan. Karena banyak godaan yang datang dari mana-mana, apalagi menjadi seorang mahasiswa. Bentar – bentar keluar (nongkrong) bareng teman-teman disebuah kafe, atau beli barang ini itu hanya untuk fashion semata. Kamu harus bisa berjuang untuk bisa menyisihkan uang (menabung) Rp 500 ribu dalam sebulan. Bagi seorang mahasiswa menabung Rp 500 ribu perbulan ini masuk masuk akal. Beberapa tips menghemat pengeluaran yang bisa kamu lakukan untuk bisa mewujudkan menabung Rp 500 ribu per bulan.

1. Yuk Rencanakan Anggaranmu, Apa saja pengeluaran rutinmu. Tentukan apa yang harus dipangkas dan tidak terlalu penting.

Kami tahu kebutuhan seorang mahasiswa memang cukup banyak, yang perlu anggarkan. Dengan membuat anggaran akan terlihat berapa pengeluaran yang seharusnya dikeluarkan. Sehingga anda bisa mengurangi Penghasilan dari Usaha / Uang yang didapat dari Orangtua dikurangi anggaran rutin. Dengan mengetahui kebutuhan rutin anda dapat memangkas kebutuhan – kebutuhan yang tidak terlalu penting. Memangkas anggaran tidak asal-asalan, butuh suatu pertimbangan. Dengan memangkas sebagian pos pengeluaran yang terlalu besar maka hidupmu akan jauh lebih baik.Pos Pengluaran Mahasiswa pada Umumnya :
  • Makan sehari-hari
  • Tagihan tetap (listrik, kost, atau cicilan)
  • Belanja bulanan (sabun dll)
  • Transportasi
  • Pulsa
  • Kebutuhan lain
Dengan mengetahui daftar pos pengeluaran, barulah kamu bisa menentukan pos pengeluaran mana yang akan di potong. Misalnya : Anda makan sehari – hari selalu beli di warung dengan lauk yang selalu enak, dengan memotong anggaran maka kamu bisa mencoba dengan memasak sendiri, dan makan yang sederhana tapi mengandung gizi tinggi. Jika ingin makan enak seperti (Ayam Bakar, Pecel Lele) sesekali boleh lah..

2. Lebih baik investasi buat beli rice cooker. Cuma beli lauk saja lumayan bikin kamu lebih hemat

Buat anak kos yang memiliki banyak uang mereka akan lebih memilih untuk makan di warung makan. Namun itu termasuk gaya hidup yang boros bagi sebagian orang. Jika kamu ingin bisa menabung maka kamu harus mandiri dalam hal makan. Kamu bisa berinvestasi dengan membeli Rice Cooker / Magic Com untuk masak nasi, sehingga kamu cukup beli lauk saja. Ini bisa membuat kamu lebih hemat. Jika di kota besar Harga Nasi + Lauk itu Rp 15.000 per porsi, maka dengan kamu memasak nasi dan membeli lauk saja kamu bisa menghemat sekitar 30%. Jika kamu sehari makan 3 kali berarti kamu sudah bisa menghemat Rp 15.000 dalam sehari untuk pos pengeluaran Makan Sehari – hari.

3. Boleh kamu nongkrong bareng temen. Asalkan sudah menetetapkan fixed budgetmu

Kebiasaan mahasiswa yang bikin pengeluaran jebol adalah kebiasaan nongkrong, karena ketika nongkrong bareng temen mengeluarkan uang itu sangat enteng, apalagi kalau bawa pacar. Ketika nongkrong sambil ngopoi dan ngemil-ngemil kemungkinan uang yang akan dihabiskan Rp 30 ribu keatas. Memang kelihatannya uang kecil tapi kalau kamu nongkrong sambil ngopi dan ngebil 5 kali dalam sebulan maka uang yang bisa kamu habiskan bisa mencapai Rp 150.000 an, bagaimana jika kamu menghabiskan uang lebih dari Rp 30 ribu setiap kali nongkrong bareng temen. Sadar gak sadar, uangmu habis di situ. Agar kamu tidak terjebak lingkaran uang habis di ngopi-ngopi lucu coba deh tetapkan fixed budget buat nongkrong. 50 ribu – 100 ribu sebulan terdengar masih cukup masuk akal?

4. Kebutuhan Bensin menjadi Pos Pengeluaran yang bisa menjebol keuanganmu. Seperti jenis kendaraan yang kamu gunakan, atau seberapa sering kamu keluar jalan.

Wajib hukumnya untuk berhemat masalah penggunakan bahan bakar (bensin kendaraan). Pada dasarnya kebutuhan bensin itu sifatnya tetap. Seperti rutinitas kamu ke kampus dengan jarak yang telah diketahui maka bisa menghitung kebutuhan bensin yang seharusnya, tapi jika kamu sering jalan maka kemungkinan anggaran bensin akan melebihi kebutuhan pokoknya. Untuk mengatasi ini, kamu bisa menggunakan kendaraan yang hemat bahan bakar, kamu bisa meminimalisir jarak tempuh (tidak bolak balik kekampus), minimalisasikan penggunaan kendaraan untuk kepentingan yang tidak perlu, seperti hanya sekedar muter-muter tanpa arah, pergi nongkrong ke taman kota dll.

5. Males nyuci? sehingga kamu menggunakan jasa laundry, maka ini bisa menggerogoti keuanganmu. Luangkan waktumu untuk Cuci Baju.

Sudah seharusnya kamu memenejemen waktu dengan baik, kapan waktu nya belajar, kapan waktunya santai – santai, kapan waktunya tidur (istirahat) dan kapan waktunya kamu untuk mencuci pakaianmu. Terkadang ketika malas seorang mahasiswa memilih laundry untuk mencuci pakaian. Dan dengan memangkas pengeluaran laundry kamu sudah bisa menghemat minimal 300 ribu sebulan.

6. Setelah memangkas semua pengeluaran, sisihkan uang untuk ditabung dengan cara menabung berdasarkan nominal tertentu. Misal kamu tidak akan memegang uang Rp 10 ribu atau Rp 20 ribuan, sehingga uang tersebut kamu tabung.

Menabung memang harus membutuhkan komitmen terhadap diri sendiri,. godaan seseorang untuk bisa menabung ketika tergoda untuk belanja, untuk nongkrong dan lain-lain. Menabung dengan nominal tertentu dapat membantu kamu menjadi lebih hemat. Tetapkanlah nominal uang berapa yang akan kamu tabung dan kamu tidak boleh memegang uang tersebut, masukan ke tabunganmu. Yaitu Prakteknya ketika kamu memiliki uang 10 ribu kamu akan langsung menabungnya. Atau setiap bertemu uang 20 ribu kamu berjanji akan langsung memasukkannya ke tabungan.
mahasiswa harus bisa menyisihkan uang yang telah didapatkan atau yang telah diberi orangtua untuk ditabung, paling tidak anda bisa menabung sebesar Rp 500 ribu sebulan, sehingga nantinya anda akan menjadi lebih sejahtera. Secara teori menabung memang itu sederhana dam mudah, namun prakteknya ternyata lebih sulit dari yang dibayangkan. Karena banyak godaan yang datang dari mana-mana, apalagi menjadi seorang mahasiswa. Bentar – bentar keluar (nongkrong) bareng teman-teman disebuah kafe, atau beli barang ini itu hanya untuk fashion semata. Kamu harus bisa berjuang untuk bisa menyisihkan uang (menabung) Rp 500 ribu dalam sebulan. Bagi seorang mahasiswa menabung Rp 500 ribu perbulan ini masuk masuk akal. Beberapa tips menghemat pengeluaran yang bisa kamu lakukan untuk bisa mewujudkan menabung Rp 500 ribu per bulan.

1. Yuk Rencanakan Anggaranmu, Apa saja pengeluaran rutinmu. Tentukan apa yang harus dipangkas dan tidak terlalu penting.

Kami tahu kebutuhan seorang mahasiswa memang cukup banyak, yang perlu anggarkan. Dengan membuat anggaran akan terlihat berapa pengeluaran yang seharusnya dikeluarkan. Sehingga anda bisa mengurangi Penghasilan dari Usaha / Uang yang didapat dari Orangtua dikurangi anggaran rutin. Dengan mengetahui kebutuhan rutin anda dapat memangkas kebutuhan – kebutuhan yang tidak terlalu penting. Memangkas anggaran tidak asal-asalan, butuh suatu pertimbangan. Dengan memangkas sebagian pos pengeluaran yang terlalu besar maka hidupmu akan jauh lebih baik.Pos Pengluaran Mahasiswa pada Umumnya :
  • Makan sehari-hari
  • Tagihan tetap (listrik, kost, atau cicilan)
  • Belanja bulanan (sabun dll)
  • Transportasi
  • Pulsa
  • Kebutuhan lain
Dengan mengetahui daftar pos pengeluaran, barulah kamu bisa menentukan pos pengeluaran mana yang akan di potong. Misalnya : Anda makan sehari – hari selalu beli di warung dengan lauk yang selalu enak, dengan memotong anggaran maka kamu bisa mencoba dengan memasak sendiri, dan makan yang sederhana tapi mengandung gizi tinggi. Jika ingin makan enak seperti (Ayam Bakar, Pecel Lele) sesekali boleh lah..

2. Lebih baik investasi buat beli rice cooker. Cuma beli lauk saja lumayan bikin kamu lebih hemat

Buat anak kos yang memiliki banyak uang mereka akan lebih memilih untuk makan di warung makan. Namun itu termasuk gaya hidup yang boros bagi sebagian orang. Jika kamu ingin bisa menabung maka kamu harus mandiri dalam hal makan. Kamu bisa berinvestasi dengan membeli Rice Cooker / Magic Com untuk masak nasi, sehingga kamu cukup beli lauk saja. Ini bisa membuat kamu lebih hemat. Jika di kota besar Harga Nasi + Lauk itu Rp 15.000 per porsi, maka dengan kamu memasak nasi dan membeli lauk saja kamu bisa menghemat sekitar 30%. Jika kamu sehari makan 3 kali berarti kamu sudah bisa menghemat Rp 15.000 dalam sehari untuk pos pengeluaran Makan Sehari – hari.

3. Boleh kamu nongkrong bareng temen. Asalkan sudah menetetapkan fixed budgetmu

Kebiasaan mahasiswa yang bikin pengeluaran jebol adalah kebiasaan nongkrong, karena ketika nongkrong bareng temen mengeluarkan uang itu sangat enteng, apalagi kalau bawa pacar. Ketika nongkrong sambil ngopoi dan ngemil-ngemil kemungkinan uang yang akan dihabiskan Rp 30 ribu keatas. Memang kelihatannya uang kecil tapi kalau kamu nongkrong sambil ngopi dan ngebil 5 kali dalam sebulan maka uang yang bisa kamu habiskan bisa mencapai Rp 150.000 an, bagaimana jika kamu menghabiskan uang lebih dari Rp 30 ribu setiap kali nongkrong bareng temen. Sadar gak sadar, uangmu habis di situ. Agar kamu tidak terjebak lingkaran uang habis di ngopi-ngopi lucu coba deh tetapkan fixed budget buat nongkrong. 50 ribu – 100 ribu sebulan terdengar masih cukup masuk akal?

4. Kebutuhan Bensin menjadi Pos Pengeluaran yang bisa menjebol keuanganmu. Seperti jenis kendaraan yang kamu gunakan, atau seberapa sering kamu keluar jalan.

Wajib hukumnya untuk berhemat masalah penggunakan bahan bakar (bensin kendaraan). Pada dasarnya kebutuhan bensin itu sifatnya tetap. Seperti rutinitas kamu ke kampus dengan jarak yang telah diketahui maka bisa menghitung kebutuhan bensin yang seharusnya, tapi jika kamu sering jalan maka kemungkinan anggaran bensin akan melebihi kebutuhan pokoknya. Untuk mengatasi ini, kamu bisa menggunakan kendaraan yang hemat bahan bakar, kamu bisa meminimalisir jarak tempuh (tidak bolak balik kekampus), minimalisasikan penggunaan kendaraan untuk kepentingan yang tidak perlu, seperti hanya sekedar muter-muter tanpa arah, pergi nongkrong ke taman kota dll.

5. Males nyuci? sehingga kamu menggunakan jasa laundry, maka ini bisa menggerogoti keuanganmu. Luangkan waktumu untuk Cuci Baju.

Sudah seharusnya kamu memenejemen waktu dengan baik, kapan waktu nya belajar, kapan waktunya santai – santai, kapan waktunya tidur (istirahat) dan kapan waktunya kamu untuk mencuci pakaianmu. Terkadang ketika malas seorang mahasiswa memilih laundry untuk mencuci pakaian. Dan dengan memangkas pengeluaran laundry kamu sudah bisa menghemat minimal 300 ribu sebulan.

6. Setelah memangkas semua pengeluaran, sisihkan uang untuk ditabung dengan cara menabung berdasarkan nominal tertentu. Misal kamu tidak akan memegang uang Rp 10 ribu atau Rp 20 ribuan, sehingga uang tersebut kamu tabung.

Menabung memang harus membutuhkan komitmen terhadap diri sendiri,. godaan seseorang untuk bisa menabung ketika tergoda untuk belanja, untuk nongkrong dan lain-lain. Menabung dengan nominal tertentu dapat membantu kamu menjadi lebih hemat. Tetapkanlah nominal uang berapa yang akan kamu tabung dan kamu tidak boleh memegang uang tersebut, masukan ke tabunganmu. Yaitu Prakteknya ketika kamu memiliki uang 10 ribu kamu akan langsung menabungnya. Atau setiap bertemu uang 20 ribu kamu berjanji akan langsung memasukkannya ke tabungan. %0A%0A https://www.infoperbankan.com/artikel/tips/6-tips-menghemat-pengeluaran-untuk-mahasiswa-agar-bisa-menabung-rp-500-ribu-per-bulan.html">
WhatsApp

Cara Hidup Hemat untuk Mahasiswa

Menjadi seorang mahasiswa selain untuk belajar di kampus juga harus belajar dalam mengatur keuangan. Sebagian mahasiswa ada yang bekerja untuk memenuhi kebutuhannya, namun untuk sebagian yang lainnya kebutuhannya telah dipenuhi oleh kedua orangtuanya. 

Perihal keuangan sebagai mahasiswa harus bisa menyisihkan uang yang telah didapatkan atau yang telah diberi orangtua untuk ditabung, paling tidak anda bisa menabung sebesar Rp 500 ribu sebulan, sehingga nantinya anda akan menjadi lebih sejahtera.

Secara teori menabung memang itu sederhana dam mudah, namun prakteknya ternyata lebih sulit dari yang dibayangkan. Karena banyak godaan yang datang dari mana-mana, apalagi menjadi seorang mahasiswa. Bentar – bentar keluar (nongkrong) bareng teman-teman disebuah kafe, atau beli barang ini itu hanya untuk fashion semata.

Kamu harus bisa berjuang untuk bisa menyisihkan uang (menabung) Rp 500 ribu dalam sebulan. Bagi seorang mahasiswa menabung Rp 500 ribu perbulan ini masuk masuk akal. Beberapa tips menghemat pengeluaran yang bisa kamu lakukan untuk bisa mewujudkan menabung Rp 500 ribu per bulan.

1. Yuk Rencanakan Anggaranmu, Apa saja pengeluaran rutinmu. Tentukan apa yang harus dipangkas dan tidak terlalu penting.

Kami tahu kebutuhan seorang mahasiswa memang cukup banyak, yang perlu anggarkan. Dengan membuat anggaran akan terlihat berapa pengeluaran yang seharusnya dikeluarkan. Sehingga anda bisa mengurangi Penghasilan dari Usaha / Uang yang didapat dari Orangtua dikurangi anggaran rutin.

Dengan mengetahui kebutuhan rutin anda dapat memangkas kebutuhan – kebutuhan yang tidak terlalu penting. Memangkas anggaran tidak asal-asalan, butuh suatu pertimbangan. Dengan memangkas sebagian pos pengeluaran yang terlalu besar maka hidupmu akan jauh lebih baik.

Pos Pengluaran Mahasiswa pada Umumnya :

  • Makan sehari-hari
  • Tagihan tetap (listrik, kost, atau cicilan)
  • Belanja bulanan (sabun dll)
  • Transportasi
  • Pulsa
  • Kebutuhan lain

Dengan mengetahui daftar pos pengeluaran, barulah kamu bisa menentukan pos pengeluaran mana yang akan di potong. Misalnya : Anda makan sehari – hari selalu beli di warung dengan lauk yang selalu enak, dengan memotong anggaran maka kamu bisa mencoba dengan memasak sendiri, dan makan yang sederhana tapi mengandung gizi tinggi. Jika ingin makan enak seperti (Ayam Bakar, Pecel Lele) sesekali boleh lah..

2. Lebih baik investasi buat beli rice cooker. Cuma beli lauk saja lumayan bikin kamu lebih hemat

Buat anak kos yang memiliki banyak uang mereka akan lebih memilih untuk makan di warung makan. Namun itu termasuk gaya hidup yang boros bagi sebagian orang. Jika kamu ingin bisa menabung maka kamu harus mandiri dalam hal makan. Kamu bisa berinvestasi dengan membeli Rice Cooker / Magic Com untuk masak nasi, sehingga kamu cukup beli lauk saja. Ini bisa membuat kamu lebih hemat.

Jika di kota besar Harga Nasi + Lauk itu Rp 15.000 per porsi, maka dengan kamu memasak nasi dan membeli lauk saja kamu bisa menghemat sekitar 30%. Jika kamu sehari makan 3 kali berarti kamu sudah bisa menghemat Rp 15.000 dalam sehari untuk pos pengeluaran Makan Sehari – hari.

3. Boleh kamu nongkrong bareng temen. Asalkan sudah menetetapkan fixed budgetmu

Kebiasaan mahasiswa yang bikin pengeluaran jebol adalah kebiasaan nongkrong, karena ketika nongkrong bareng temen mengeluarkan uang itu sangat enteng, apalagi kalau bawa pacar. Ketika nongkrong sambil ngopoi dan ngemil-ngemil kemungkinan uang yang akan dihabiskan Rp 30 ribu keatas.

Memang kelihatannya uang kecil tapi kalau kamu nongkrong sambil ngopi dan ngebil 5 kali dalam sebulan maka uang yang bisa kamu habiskan bisa mencapai Rp 150.000 an, bagaimana jika kamu menghabiskan uang lebih dari Rp 30 ribu setiap kali nongkrong bareng temen. Sadar gak sadar, uangmu habis di situ.

Agar kamu tidak terjebak lingkaran uang habis di ngopi-ngopi lucu coba deh tetapkan fixed budget buat nongkrong. 50 ribu – 100 ribu sebulan terdengar masih cukup masuk akal?

4. Kebutuhan Bensin menjadi Pos Pengeluaran yang bisa menjebol keuanganmu. Seperti jenis kendaraan yang kamu gunakan, atau seberapa sering kamu keluar jalan.

Wajib hukumnya untuk berhemat masalah penggunakan bahan bakar (bensin kendaraan). Pada dasarnya kebutuhan bensin itu sifatnya tetap. Seperti rutinitas kamu ke kampus dengan jarak yang telah diketahui maka bisa menghitung kebutuhan bensin yang seharusnya, tapi jika kamu sering jalan maka kemungkinan anggaran bensin akan melebihi kebutuhan pokoknya.

Untuk mengatasi ini, kamu bisa menggunakan kendaraan yang hemat bahan bakar, kamu bisa meminimalisir jarak tempuh (tidak bolak balik kekampus), minimalisasikan penggunaan kendaraan untuk kepentingan yang tidak perlu, seperti hanya sekedar muter-muter tanpa arah, pergi nongkrong ke taman kota dll.

5. Males nyuci? sehingga kamu menggunakan jasa laundry, maka ini bisa menggerogoti keuanganmu. Luangkan waktumu untuk Cuci Baju.

Sudah seharusnya kamu memenejemen waktu dengan baik, kapan waktu nya belajar, kapan waktunya santai – santai, kapan waktunya tidur (istirahat) dan kapan waktunya kamu untuk mencuci pakaianmu. Terkadang ketika malas seorang mahasiswa memilih laundry untuk mencuci pakaian. Dan dengan memangkas pengeluaran laundry kamu sudah bisa menghemat minimal 300 ribu sebulan.

6. Setelah memangkas semua pengeluaran, sisihkan uang untuk ditabung dengan cara menabung berdasarkan nominal tertentu. Misal kamu tidak akan memegang uang Rp 10 ribu atau Rp 20 ribuan, sehingga uang tersebut kamu tabung.

Menabung memang harus membutuhkan komitmen terhadap diri sendiri,. godaan seseorang untuk bisa menabung ketika tergoda untuk belanja, untuk nongkrong dan lain-lain. Menabung dengan nominal tertentu dapat membantu kamu menjadi lebih hemat.

Tetapkanlah nominal uang berapa yang akan kamu tabung dan kamu tidak boleh memegang uang tersebut, masukan ke tabunganmu. Yaitu Prakteknya ketika kamu memiliki uang 10 ribu kamu akan langsung menabungnya. Atau setiap bertemu uang 20 ribu kamu berjanji akan langsung memasukkannya ke tabungan.



mahasiswa harus bisa menyisihkan uang yang telah didapatkan atau yang telah diberi orangtua untuk ditabung, paling tidak anda bisa menabung sebesar Rp 500 ribu sebulan, sehingga nantinya anda akan menjadi lebih sejahtera. Secara teori menabung memang itu sederhana dam mudah, namun prakteknya ternyata lebih sulit dari yang dibayangkan. Karena banyak godaan yang datang dari mana-mana, apalagi menjadi seorang mahasiswa. Bentar – bentar keluar (nongkrong) bareng teman-teman disebuah kafe, atau beli barang ini itu hanya untuk fashion semata. Kamu harus bisa berjuang untuk bisa menyisihkan uang (menabung) Rp 500 ribu dalam sebulan. Bagi seorang mahasiswa menabung Rp 500 ribu perbulan ini masuk masuk akal. Beberapa tips menghemat pengeluaran yang bisa kamu lakukan untuk bisa mewujudkan menabung Rp 500 ribu per bulan.

1. Yuk Rencanakan Anggaranmu, Apa saja pengeluaran rutinmu. Tentukan apa yang harus dipangkas dan tidak terlalu penting.

Kami tahu kebutuhan seorang mahasiswa memang cukup banyak, yang perlu anggarkan. Dengan membuat anggaran akan terlihat berapa pengeluaran yang seharusnya dikeluarkan. Sehingga anda bisa mengurangi Penghasilan dari Usaha / Uang yang didapat dari Orangtua dikurangi anggaran rutin. Dengan mengetahui kebutuhan rutin anda dapat memangkas kebutuhan – kebutuhan yang tidak terlalu penting. Memangkas anggaran tidak asal-asalan, butuh suatu pertimbangan. Dengan memangkas sebagian pos pengeluaran yang terlalu besar maka hidupmu akan jauh lebih baik.Pos Pengluaran Mahasiswa pada Umumnya :
  • Makan sehari-hari
  • Tagihan tetap (listrik, kost, atau cicilan)
  • Belanja bulanan (sabun dll)
  • Transportasi
  • Pulsa
  • Kebutuhan lain
Dengan mengetahui daftar pos pengeluaran, barulah kamu bisa menentukan pos pengeluaran mana yang akan di potong. Misalnya : Anda makan sehari – hari selalu beli di warung dengan lauk yang selalu enak, dengan memotong anggaran maka kamu bisa mencoba dengan memasak sendiri, dan makan yang sederhana tapi mengandung gizi tinggi. Jika ingin makan enak seperti (Ayam Bakar, Pecel Lele) sesekali boleh lah..

2. Lebih baik investasi buat beli rice cooker. Cuma beli lauk saja lumayan bikin kamu lebih hemat

Buat anak kos yang memiliki banyak uang mereka akan lebih memilih untuk makan di warung makan. Namun itu termasuk gaya hidup yang boros bagi sebagian orang. Jika kamu ingin bisa menabung maka kamu harus mandiri dalam hal makan. Kamu bisa berinvestasi dengan membeli Rice Cooker / Magic Com untuk masak nasi, sehingga kamu cukup beli lauk saja. Ini bisa membuat kamu lebih hemat. Jika di kota besar Harga Nasi + Lauk itu Rp 15.000 per porsi, maka dengan kamu memasak nasi dan membeli lauk saja kamu bisa menghemat sekitar 30%. Jika kamu sehari makan 3 kali berarti kamu sudah bisa menghemat Rp 15.000 dalam sehari untuk pos pengeluaran Makan Sehari – hari.

3. Boleh kamu nongkrong bareng temen. Asalkan sudah menetetapkan fixed budgetmu

Kebiasaan mahasiswa yang bikin pengeluaran jebol adalah kebiasaan nongkrong, karena ketika nongkrong bareng temen mengeluarkan uang itu sangat enteng, apalagi kalau bawa pacar. Ketika nongkrong sambil ngopoi dan ngemil-ngemil kemungkinan uang yang akan dihabiskan Rp 30 ribu keatas. Memang kelihatannya uang kecil tapi kalau kamu nongkrong sambil ngopi dan ngebil 5 kali dalam sebulan maka uang yang bisa kamu habiskan bisa mencapai Rp 150.000 an, bagaimana jika kamu menghabiskan uang lebih dari Rp 30 ribu setiap kali nongkrong bareng temen. Sadar gak sadar, uangmu habis di situ. Agar kamu tidak terjebak lingkaran uang habis di ngopi-ngopi lucu coba deh tetapkan fixed budget buat nongkrong. 50 ribu – 100 ribu sebulan terdengar masih cukup masuk akal?

4. Kebutuhan Bensin menjadi Pos Pengeluaran yang bisa menjebol keuanganmu. Seperti jenis kendaraan yang kamu gunakan, atau seberapa sering kamu keluar jalan.

Wajib hukumnya untuk berhemat masalah penggunakan bahan bakar (bensin kendaraan). Pada dasarnya kebutuhan bensin itu sifatnya tetap. Seperti rutinitas kamu ke kampus dengan jarak yang telah diketahui maka bisa menghitung kebutuhan bensin yang seharusnya, tapi jika kamu sering jalan maka kemungkinan anggaran bensin akan melebihi kebutuhan pokoknya. Untuk mengatasi ini, kamu bisa menggunakan kendaraan yang hemat bahan bakar, kamu bisa meminimalisir jarak tempuh (tidak bolak balik kekampus), minimalisasikan penggunaan kendaraan untuk kepentingan yang tidak perlu, seperti hanya sekedar muter-muter tanpa arah, pergi nongkrong ke taman kota dll.

5. Males nyuci? sehingga kamu menggunakan jasa laundry, maka ini bisa menggerogoti keuanganmu. Luangkan waktumu untuk Cuci Baju.

Sudah seharusnya kamu memenejemen waktu dengan baik, kapan waktu nya belajar, kapan waktunya santai – santai, kapan waktunya tidur (istirahat) dan kapan waktunya kamu untuk mencuci pakaianmu. Terkadang ketika malas seorang mahasiswa memilih laundry untuk mencuci pakaian. Dan dengan memangkas pengeluaran laundry kamu sudah bisa menghemat minimal 300 ribu sebulan.

6. Setelah memangkas semua pengeluaran, sisihkan uang untuk ditabung dengan cara menabung berdasarkan nominal tertentu. Misal kamu tidak akan memegang uang Rp 10 ribu atau Rp 20 ribuan, sehingga uang tersebut kamu tabung.

Menabung memang harus membutuhkan komitmen terhadap diri sendiri,. godaan seseorang untuk bisa menabung ketika tergoda untuk belanja, untuk nongkrong dan lain-lain. Menabung dengan nominal tertentu dapat membantu kamu menjadi lebih hemat. Tetapkanlah nominal uang berapa yang akan kamu tabung dan kamu tidak boleh memegang uang tersebut, masukan ke tabunganmu. Yaitu Prakteknya ketika kamu memiliki uang 10 ribu kamu akan langsung menabungnya. Atau setiap bertemu uang 20 ribu kamu berjanji akan langsung memasukkannya ke tabungan. %0A%0A https://www.infoperbankan.com/artikel/tips/6-tips-menghemat-pengeluaran-untuk-mahasiswa-agar-bisa-menabung-rp-500-ribu-per-bulan.html">
WhatsApp
Previous articleTips Menabung dengan gaji dibawah 2 jutaKonsep menabung itu sangat sederhana yaitu dengan menyisihkan sebagian uang dari gaji atau penghasilan yang didapat, akan tetapi praktek dalam menjalankannya sangat sulit. Justru terkadang banyak pengeluaran dibandingkan dengan pendapatan. Tak sedikit yang mengeluh kesulitan dalam menyimpan uang.Memiliki gaji yang cukup besar setara UMR saja masih kesulitan dalam menyisihkan uang, bagaimana jika anda memiliki penghasilan atau gaji pas-pasan, secara kalkulasi logika akan habis habis hanya untuk memenuhi kebutuhan pribadi sehari – hari sehingga tidak ada sisa uang untuk ditabung. Memulai menabung tidak harus dalam jumlah besar, anda dapat mencoba dengan menyisihkan dari nominal yang paling kecil, kalau bisa naik secara bertahap. Bagi anda yang memiliki penghasilan di bawah 2 juta maka bisa mengikuti beberapa tips menabung berikut ini :1. Miliki Dua Rekening TabunganTujuan memiliki rekening lebih dari satu (2 rekening), yaitu untuk mensiasati ketika anda memiliki keinginan atau hasrat untuk membelanjakan uang. Tentu anda harus membuatnya di bank berbeda, misalnya rekening pertama menggunakan tabungan Bri dan rekening kedua menggunakan bank syariah mandiri. Kedua rekening memiliki fungsi yang berbeda, untuk rekening pertama dapat anda gunakan untuk menerima gaji dan melakukan bermacam-macam transaksi. Sedangkan untuk rekening kedua digunakan sebagai tabungan, khusus untuk rekening yang dijadikan tabungan anda dapat memilih rekening bank yang bebas administrasi, dan anda jangan membuat kartu ATM, cukup buku tabungan saja. Dengan begitu, anda akan lebih terhindar dari penggunaan uang yang tidak terlalu penting. Dan hindari transfer uang antar bank, karena akan terkena biaya transaksi, lebih baik anda setoran melalui teller bank saja.2. Tentukan Target yang Ingin Dicapai.Agar anda sukses dalam menabung, jangan sampai anda membelanjakan uang lebih dari 30% – 50% gaji. Atur keuangan anda dengan baik, disarankan untuk menetapkan berapa nominal uang minimal yang harus disimpan secara rutin untuk ditabung ke Rekening khusus tabungan. Penentuan uang yang harus disimpan disesuaikan dengan kebutuhan dan pendapatan setiap bulannya.Simulasi Menabung : 
  • Misal gaji dalam 1 bulan : Rp 1.500.000
  • Untuk ditabung per bulan : 30% x Rp1.500.000 = Rp 450Ribu
  • Jumlah tabungan dalam 1 tahun : 12 x Rp 450Ribu = Rp 5.400.000
3. Yuk Ikutan ArisanSalah satu alternatif untuk menabung yaitu dengan mengikuti arisan, biasanya teknis arisan terdiri dari beberapa orang yang menyetorkan sejumlah uang yang telah ditentukan bersama ke ketua. Setiap bulan akan dikocong siapa yang akan keluar, jika anda keluar pertama itu berarti anda berhutang, namun jika anda keluar yang paling akhir berarti anda menabung. Pastikan anda mengikuti arisan dengan nominal sesuai dengan kemampuan dan lihat ada berapa orang yang mengikuti arisan tersebut.4. Investasi Kecil-KecilanCara menabung yang baik adalah dengan melakukan investasi, karena investasi dapat lebih membantu anda daripada menabung biasa. Contohnya dengan investasi emas, anda bisa membeli emas dengan cara kredit di pegadaian atau Bank BNI. Anda bisa mencicil emas sesuai dengan kemampuan. Kenapa harus emas? Karena Emas merupakan instrument investasi yang tergolong stabil dan memiliki likuiditas yang tinggi, sehingga sewaktu – waktu anda butuhkan bisa langsung dijual. Angsuran dalam mengkredit emas disesuaikan dengan gaji anda.Baca Juga : Investasi EmasSimulasi cicilan Emas : Kami asumsikan harga emas 1 gram Rp 500.000, jika Anda ingin membeli emas sebesar 5 gram berati perhitungannya adalah: 
  • 5 gram emas : 5 xRp 500.000 = Rp 2.500.000
  • DP : 25% x Rp2.500.000 = Rp 625.000
  • Sisa biaya :Rp 2.500.000 –Rp 625.000 = Rp 1.875.000
Simulasi cicilan per bulan dalam jangka waktu 1 tahun =Rp 1.875.000 : 12 = Rp 156.250/bulan5. Buat Skala Prioritas dan Catat Pengeluaran Setiap BulanKebutuhan rutin pasti ada, apalagi yang sudah berumah tangga. Catat rencana anggaran pengeluaran yang menjadi perioritas dalam satu bulan, dengan begitu anda dapat lebih mudah dalam mengendalikan pengeluaran. Tutup pos pos pengeluaran yang tidak penting sehingga anda akan lebih terarah dalam mengalokasikan uang pendapatan, sehingga gaji yang di dapat tidak langsung habis. Patika juga menyimpan setiap struk dan bon belanja Anda pada bulan tersebut. Supaya Anda bisa membuat catatan pembukuan kecil untuk pengeluaran Anda di bulan tersebut. Memang terasa ribet pada awalnya, namun hal ini lama kelamaan akan membuatmu lebih mudah untuk mengendalikan keinginan untuk berbelanja dan disiplin dalam keuangan.
Next articleTips Memilih Deposito BankAgar hidup menjadi lebih sejahtera seseorang perlu menyisihkan uang untuk dialokasikan sebagai dana investasi, jenis investasi yang bisa dipilih yaitu Deposito. Deposito merupakan salah satu produk bank yang fungsinya sama dengan tabungan, akan tetapi deposito menawarkan keuntungan yang lebih besar dibanding tabungan biasa.Uang yang disimpan dalam program Deposito akan disimpan dan kemudian pemilik uang akan mendapatkan bagi hasil atas pengelolaan dana tersebut, uang yang disimpan tidak bisa diambil kapan saja, uang anda hanya dapat diambil ketika jangka waktu telah berakhir, jangka waktu ditentukan sesuai dengan kesepakatan dengan pihak bank. Deposito merupakan salah satu jenis investasi yang paling aman, dalam memilih deposito ada beberapa pertimbangan dalam memilih bank. Pilih bank yang tepat untuk investasi deposito anda. Masing – masing bank menawarkan deposito dengan berbagai keuntungan. Jika anda bingung memilih deposito mana yang paling tepat, silahkan simak beberapa tips berikut :

1. Reputasi Bank

Dalam menentukan pilihan, bank mana yang ingin anda gunakan untuk deposito ada beberapa hal yang harus diperhatikan salah satunya adalah reputasi bank itu sendiri. Pilih bank yang sehat dan memiliki reputasi yang baik untuk menghindari resiko kebangkuratan, dan biasanya bank yang memiliki reputasi baik akan memberikan pelayanan yang memuaskan kepada nasabah dengan memberikan rasa nyaman, aman dan menguntungkan.

2. Tentukan Jangka Waktu Deposito

Bank akan memberikan keuntungan kepada nasabah yang menginvestasikan uang kedalam bentuk deposito. Biasanya keuntungan yang akan diberikan disesuaikan dengan jangka waktu yang dipilih. Jangka waktu yang ditawarkan mulai dari 1 bulan, 3 bulan , 6 bulan, 12 bulan, dan 24 bulan. Pilih jangka waktu deposito sesuai dengan kebutuhan anda.

3. Melakukan Perbandingan Keuntungan Deposito Antar Bank

Setelah anda menentukan jangka waktu deposito, anda juga bisa melakukan perbandingan keuntungan yang ditawarkan oleh pihak bank tersebut. Berapaa persen keuntungan yang akan diberikan? Biasanya nasabah lebih memilih bank yang memberikan persentase keuntungan yang paling tinggi.

4. Waspada Bunga Deposito yang Terlalu Tinggi

Meskipun bunga deposito yang tinggi sangat bermanfaat untuk Anda, namun Anda juga harus berhati-hati dan selalu mempertimbangkannya. Pastikan bunga deposito yang di tawarkan oleh bank tidak melebihi tingkat suku bunga dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). BI memiliki peraturan bagi Bank untuk mengeluarkan bunga deposito, dimana bank harus memberikan bunga deposito sama atau di bawah suku bunga dari Lembaga Penjamin Simpanan.

5. Memilih Bank dengan Persyaratan yang Paling Mudah

Tiap-tiap bank memiliki persyaratan yang berbeda beda saat Anda baru membuka deposito. Ada banyak bank yang memberikan persyaratan rumit, ada juga yang mudah. Untuk itu, pilihlah Bank yang memiliki persyaratan paling mudah. Hal ini untuk kemudahan Anda saja, Anda juga tidak ingin dipersulit ketika membuat deposito bukan?

Silahkan Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.