6 Tips Menghemat Pengeluaran untuk Mahasiswa agar Bisa Menabung Rp 500 Ribu Per bulan

Cara Hidup Hemat untuk Mahasiswa

Menjadi seorang mahasiswa selain untuk belajar di kampus juga harus belajar dalam mengatur keuangan. Sebagian mahasiswa ada yang bekerja untuk memenuhi kebutuhannya, namun untuk sebagian yang lainnya kebutuhannya telah dipenuhi oleh kedua orangtuanya. 

Perihal keuangan sebagai mahasiswa harus bisa menyisihkan uang yang telah didapatkan atau yang telah diberi orangtua untuk ditabung, paling tidak anda bisa menabung sebesar Rp 500 ribu sebulan, sehingga nantinya anda akan menjadi lebih sejahtera.

Secara teori menabung memang itu sederhana dam mudah, namun prakteknya ternyata lebih sulit dari yang dibayangkan. Karena banyak godaan yang datang dari mana-mana, apalagi menjadi seorang mahasiswa. Bentar – bentar keluar (nongkrong) bareng teman-teman disebuah kafe, atau beli barang ini itu hanya untuk fashion semata.

Kamu harus bisa berjuang untuk bisa menyisihkan uang (menabung) Rp 500 ribu dalam sebulan. Bagi seorang mahasiswa menabung Rp 500 ribu perbulan ini masuk masuk akal. Beberapa tips menghemat pengeluaran yang bisa kamu lakukan untuk bisa mewujudkan menabung Rp 500 ribu per bulan.

1. Yuk Rencanakan Anggaranmu, Apa saja pengeluaran rutinmu. Tentukan apa yang harus dipangkas dan tidak terlalu penting.

Kami tahu kebutuhan seorang mahasiswa memang cukup banyak, yang perlu anggarkan. Dengan membuat anggaran akan terlihat berapa pengeluaran yang seharusnya dikeluarkan. Sehingga anda bisa mengurangi Penghasilan dari Usaha / Uang yang didapat dari Orangtua dikurangi anggaran rutin.

Dengan mengetahui kebutuhan rutin anda dapat memangkas kebutuhan – kebutuhan yang tidak terlalu penting. Memangkas anggaran tidak asal-asalan, butuh suatu pertimbangan. Dengan memangkas sebagian pos pengeluaran yang terlalu besar maka hidupmu akan jauh lebih baik.

Pos Pengluaran Mahasiswa pada Umumnya :

  • Makan sehari-hari
  • Tagihan tetap (listrik, kost, atau cicilan)
  • Belanja bulanan (sabun dll)
  • Transportasi
  • Pulsa
  • Kebutuhan lain

Dengan mengetahui daftar pos pengeluaran, barulah kamu bisa menentukan pos pengeluaran mana yang akan di potong. Misalnya : Anda makan sehari – hari selalu beli di warung dengan lauk yang selalu enak, dengan memotong anggaran maka kamu bisa mencoba dengan memasak sendiri, dan makan yang sederhana tapi mengandung gizi tinggi. Jika ingin makan enak seperti (Ayam Bakar, Pecel Lele) sesekali boleh lah..

2. Lebih baik investasi buat beli rice cooker. Cuma beli lauk saja lumayan bikin kamu lebih hemat

Buat anak kos yang memiliki banyak uang mereka akan lebih memilih untuk makan di warung makan. Namun itu termasuk gaya hidup yang boros bagi sebagian orang. Jika kamu ingin bisa menabung maka kamu harus mandiri dalam hal makan. Kamu bisa berinvestasi dengan membeli Rice Cooker / Magic Com untuk masak nasi, sehingga kamu cukup beli lauk saja. Ini bisa membuat kamu lebih hemat.


Jika di kota besar Harga Nasi + Lauk itu Rp 15.000 per porsi, maka dengan kamu memasak nasi dan membeli lauk saja kamu bisa menghemat sekitar 30%. Jika kamu sehari makan 3 kali berarti kamu sudah bisa menghemat Rp 15.000 dalam sehari untuk pos pengeluaran Makan Sehari – hari.

3. Boleh kamu nongkrong bareng temen. Asalkan sudah menetetapkan fixed budgetmu

Kebiasaan mahasiswa yang bikin pengeluaran jebol adalah kebiasaan nongkrong, karena ketika nongkrong bareng temen mengeluarkan uang itu sangat enteng, apalagi kalau bawa pacar. Ketika nongkrong sambil ngopoi dan ngemil-ngemil kemungkinan uang yang akan dihabiskan Rp 30 ribu keatas.

Memang kelihatannya uang kecil tapi kalau kamu nongkrong sambil ngopi dan ngebil 5 kali dalam sebulan maka uang yang bisa kamu habiskan bisa mencapai Rp 150.000 an, bagaimana jika kamu menghabiskan uang lebih dari Rp 30 ribu setiap kali nongkrong bareng temen. Sadar gak sadar, uangmu habis di situ.

Agar kamu tidak terjebak lingkaran uang habis di ngopi-ngopi lucu coba deh tetapkan fixed budget buat nongkrong. 50 ribu – 100 ribu sebulan terdengar masih cukup masuk akal?

4. Kebutuhan Bensin menjadi Pos Pengeluaran yang bisa menjebol keuanganmu. Seperti jenis kendaraan yang kamu gunakan, atau seberapa sering kamu keluar jalan.

Wajib hukumnya untuk berhemat masalah penggunakan bahan bakar (bensin kendaraan). Pada dasarnya kebutuhan bensin itu sifatnya tetap. Seperti rutinitas kamu ke kampus dengan jarak yang telah diketahui maka bisa menghitung kebutuhan bensin yang seharusnya, tapi jika kamu sering jalan maka kemungkinan anggaran bensin akan melebihi kebutuhan pokoknya.

Untuk mengatasi ini, kamu bisa menggunakan kendaraan yang hemat bahan bakar, kamu bisa meminimalisir jarak tempuh (tidak bolak balik kekampus), minimalisasikan penggunaan kendaraan untuk kepentingan yang tidak perlu, seperti hanya sekedar muter-muter tanpa arah, pergi nongkrong ke taman kota dll.

5. Males nyuci? sehingga kamu menggunakan jasa laundry, maka ini bisa menggerogoti keuanganmu. Luangkan waktumu untuk Cuci Baju.

Sudah seharusnya kamu memenejemen waktu dengan baik, kapan waktu nya belajar, kapan waktunya santai – santai, kapan waktunya tidur (istirahat) dan kapan waktunya kamu untuk mencuci pakaianmu. Terkadang ketika malas seorang mahasiswa memilih laundry untuk mencuci pakaian. Dan dengan memangkas pengeluaran laundry kamu sudah bisa menghemat minimal 300 ribu sebulan.

6. Setelah memangkas semua pengeluaran, sisihkan uang untuk ditabung dengan cara menabung berdasarkan nominal tertentu. Misal kamu tidak akan memegang uang Rp 10 ribu atau Rp 20 ribuan, sehingga uang tersebut kamu tabung.

Menabung memang harus membutuhkan komitmen terhadap diri sendiri,. godaan seseorang untuk bisa menabung ketika tergoda untuk belanja, untuk nongkrong dan lain-lain. Menabung dengan nominal tertentu dapat membantu kamu menjadi lebih hemat.

Tetapkanlah nominal uang berapa yang akan kamu tabung dan kamu tidak boleh memegang uang tersebut, masukan ke tabunganmu. Yaitu Prakteknya ketika kamu memiliki uang 10 ribu kamu akan langsung menabungnya. Atau setiap bertemu uang 20 ribu kamu berjanji akan langsung memasukkannya ke tabungan.