Syarat Tukar Uang Receh di Monas

Menjelang hari raya idul fitri (lebaran 2017) banyak orang yang ingin menukarkan uang menjadi uang recehan, karena terdapat budaya memberi uang (jawa: nyangoni) kepada adik-adik, keponakan, cucu khususnya yang masih anak-anak. Mereka sangat senang ketika di beri uang walaupun hanya Rp2000, inilah tradisi di Indonesia.

Maka dari itu permintaan menukar uang receh meningkat ketika akan lebaran, sehingga Bank Indonesia bersama bank-bank lainnya memberikan layanan kepada masyarakat yang hendak menukarkan uang receh. Apabila anda tinggal di Jakarta maka bisa datang ke Monas mulai Senin 5 juni 2017.

Tukar uang receh di monas
Sumber : Detik.com

Siapapun boleh menukarkan uang receh untuk keperluan lebaran 2017, namun bagi yang ingin menukarkan uang harus memenuhi persyaratan yang telah ditentukan oleh Bank Indonesia (BI). Syarat tukar uang receh di monas yaitu membawa kartu identitas yang masih berlaku KTP atau SIM.

1 orang hanya bisa menukarkan 1 kali dalam sehari, dan itupun ada batas maksimal. Jadi, anda hanya bisa menukarkan uang maksimal Rp3,7 juta per 1 kartu identitas yang terdiri dari 1 pak (100 lembar). Adapun penjelasannya sebagai berikut :

  • 1 pak pecahan Rp 20.000 senilai Rp 2 juta,
  • 1 pak pecahan Rp 10.000 senilai Rp 10.000,
  • 1 pak pecahan Rp 5.000 senilai Rp 500.000,
  • 1 pak pecahan Rp 2.000 senilai Rp 200.000.

Bank Indonesia juga telah menyediakan uang logam Rp 500 & Rp 1.000 serta uang kertas pecahan Rp 1.000 untuk ditukarkan. Hal ini disiapkan untuk mengantisipasi keinginan masyarakat yang meminta uang pecahan jenis ini, karena memang banyak warga yang menginginkan uang recehan untuk berbagi kepada anak-anak disaat lebaran tiba.